DETAIL KOLEKSI

Evaluasi lintasan pemboran berarah sumur X lapangan Y BOB PT. BSP Pertamina Hulu


Oleh : Rizka Mulyasari

Info Katalog

Nomor Panggil : 2375/TP/2014

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Mulia Ginting

Pembimbing 2 : Widia Yanti

Subyek : Drilling Well

Kata Kunci : evaluation, sticking pipe, dragging, keyseat, hole circulating


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_TM_07110240_8.pdf 8735.3
2. 2014_TA_TM_07110240_7.pdf 399.58
3. 2014_TA_TM_07110240_6.pdf 300.49
4. 2014_TA_TM_07110240_5.pdf 963.96
5. 2014_TA_TM_07110240_5.pdf 963.96
6. 2014_TA_TM_07110240_4.pdf 13996.54
7. 2014_TA_TM_07110240_3.pdf 803.95
8. 2014_TA_TM_07110240_2.pdf 280.83
9. 2014_TA_TM_07110240_1.pdf 3953.25

P Pemboran berarah adalah suatu teknik mengarahkan lubang bor mengikuti garis lintasan yang telah direncanakan untuk mencapai zona target yang ditentukan. Pemboran berarah dilakukan apabila zona target pemboran tidak dapat dicapai dengan pemboran vertikal karena suatu alasan topografis, geologis, maupun ekonomi. Oleh karena itu, maka pemboran berarah memiliki resiko operasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan operasi pemboran vertikal. Lintasan sumur berarah X lapangan Y Zamrud Area adalah lintasan Slant — type. Dalam membuat perencanaan lintasan pemboran berarah sebagai acuan directional driller, tidak hanya terfokus pada hit target saja, tetapi fokus pada parameter pendukung yang meminimalisasi resiko hole problem selama pengeboran berlangsung. Parameter yang diatur yaitu titik kedalaman KOP dan nilai BUR yang diaplikasikan. Kondisi kekerasan formasi lapangan yang lunak menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kedalaman KOP. Nilai BUR yang diaplikasikan akan menghasilkan nilai inklinasi yang akan berpengaruh terhadap hole cleaning dan pemilihan penggunaan bent sub atau AKO motor. Dengan mengevaluasi perencanaan pada beberapa kedalaman KOP dan nilai BUR dengan metode Minimum of Curvature, dapat diketahui titik kedalaman KOP dan BUR optimum yang dapat dijadikan acuan pengeboran selanjutnya pada Lapangan Y. KOP dan BUR optimum untuk sumur X2 yaitu 200 ft dan 4°/100ft, dan sumur X4 yaitu 200 ft dan 5°/100ft. Dengan perencanaan tersebut, tidak terjadi masalah pipe sticking, dragging, dan hole circulation, tetapi pada actual sumur X4 terjadi masalah terhadap AKO motor yang menambah waktu operasi.

D Directional drilling is a technique to direct well bore by following trajectory line, which has been planned to reach the target formation zone. Directional drilling is done to overcome situation where the drilling target could not be reached by vertical drilling because of some reasons such as topographic aspect, geological aspect, or economic considerations. As consequence, directional drilling operations become more risky than vertical drilling operation. The type of directional drilling trajectory well X field Y is Slant — type. In making directional drilling trajectory planning as a reference directional driller, it is not just focused on the hit target, but also focused on supporting parameters which will minimize the risk of problems during ongoing drilling holes. Parameters set the point KOP depth and value of the applied BUR. Soft ground formations become one of the considerations in determining the depth of the KOP. BUR values are applied to generate the value of inclination that will affect the selection of hole cleaning and the use of the bent sub or AKO motors. By evaluating the planning in some KOP and BUR's depth value with minimum of curvature method, the point KOP and BUR optimum depth can be used as a reference to the next drilling in field Y. KOP and BUR optimum for well-X2 is 200 ft and 4°/100ft, and for well-X4 is 200 ft and 5°/100ft. According to the plan, in actual condition there will not be any trouble such as sticking pipe, dragging, keyseat, and in hole circulating, but the problem with AKO motors happened in well-X4 that increases the time of operation.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?