DETAIL KOLEKSI

Efektivitas antibakteri nano kitosan dari eksoskeleteon kumbang tanduk (Xylotrupes gideon L) terhadap pertumbungan Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 (in vitro) (Laporan Penelitian)


Oleh : Lenny Purnama Sari

Info Katalog

Nomor Panggil : 611.018 SAR e

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Komariah, S.Si., M.Biomed

Subyek : Dentistry - Histology

Kata Kunci : nano chitosan, nano chitosan’concentration, Pseudomonas aeruginosa, Rhinocerous beetle (Xylotrup


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_KG_04011114_Halaman-Judul.pdf 1942.29
2. 2015_TA_KG_04011114_Bab-1.pdf 603.42
3. 2015_TA_KG_04011114_Bab-2.pdf 816.69
4. 2015_TA_KG_04011114_Bab-3.pdf 617.82
5. 2015_TA_KG_04011114_Bab-4.pdf 707.17
6. 2015_TA_KG_04011114_Bab-5.pdf 1205.09
7. 2015_TA_KG_04011114_Bab-6.pdf 603.56
8. 2015_TA_KG_04011114_Bab-7.pdf 571.2
9. 2015_TA_KG_04011114_Daftar-Pustaka.pdf 627.49
10. 2015_TA_KG_04011114_Lampiran.pdf 2179.01

A Alternatif upaya pemanfaatan serangga yang merugikan seperti Kumbang Tanduk (Xylotrupes gideon L) dengan cara pengolahan menjadi nano kitosan yang memiliki khasiat yang lebih baik sebagai anti bakteri dan anti jamur, sehingga saat ini banyak penelitian mengarah pada nano kitosan. Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri yang banyak mengkontaminasi sistem saluran air dental unit dan peralatan kedokteran gigi, yang bersifat oportunistik dan penyebab infeksi nosokomial. Tujuan penelitian ini untuk menguji efektivitas anti bakteri nano kitosan dari eksoskeleton kumbang tanduk (Xylotrupes Gideon L) terhadap pertumbuhan P.aeruginosa ATCC 27853. Penelitian eksperimental ini dilakukan dengan metode difusi cakram, dengan beberapa konsentrasi 3000 ppm, 2000 ppm, 1000 ppm, 500 ppm, 250 ppm dan 2 kelompok kontrol yaitu kontrol positif dan negatif. Analisis data statistik menggunakan uji Normalitas , uji ANOVA 1 jalan, dan uji Tuey HSD. Hasil penelitian memperlihatkan terbentuknya zona hambat nano kitosan terhadap pertumbuhan P aeruginosa pada konsentrasi yang berbeda. Semakin tinggi konsentrasi nano kitosan yang digunakan semakin besar zona hambat yang terbentuk dalam menghambat pertumbuhan P.aeruginosa.

T The alternative efforts in ultilization of insects such as Rhinocerous beetle (Xylotrupes gideon L) with processing into nano chitosan has better efficancy as antibacterial and antifungal, so that nowdays a lot of research leads to nano chitosan. P.aeruginosa is a bacteria that contaminate of dental unit water systems and tools dentistry, that as opportunistic bacteria and causes of nosocomial infection. The aim of this research is to examine the effectiveness of antibacterial nano chitosan from the exoskeleton Rhinocherous beetle ( Xylotrupes gideon L ) on the growth of P.aeruginosa ATCC 27853. This research used disc diffusion method, with several concentration of 3000 ppm, 2000 ppm, 1000 ppm, 500 ppm, 250 ppm and 2 control groups, namely positive and negative controls. The statistical analysis were used Normality test, ANOVA 1 way test, and Tukey HSD test. For the results showed the formation of nano chitosan inhibition zone against P.aeruginosa growth at a different concentration. The higher the concentration of nano chitosan is used the greater the inhibition zone formed in inhibiting the growth of P.aeruginosa.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?