DETAIL KOLEKSI

Pengaruh budaya organisasi terhadap penerapan learning organization dan hubungannya dengan performance pada Departemen Mill Controller Departemen Factory dan Departmen Sales PT. Gold coin Indonesia Bekasi Mill


Oleh : Harry Istianto

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2005

Pembimbing 1 : Wawan Kurniawan

Subyek : Organizational change;Corporate culture

Kata Kunci : organizational culture, influence, implementation, learning organization, relationship, performanc


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2005_TA_TI_06301203_Halaman-Judul.pdf 9004.87
2. 2005_TA_TI_06301203_Bab-1.pdf 2302.3
3. 2005_TA_TI_06301203_Bab-2.pdf 21763.2
4. 2005_TA_TI_06301203_Bab-3.pdf 4519.34
5. 2005_TA_TI_06301203_Bab-4.pdf 16205.9
6. 2005_TA_TI_06301203_Bab-5.pdf 12891.91
7. 2005_TA_TI_06301203_Bab-6.pdf 3525.43
8. 2005_TA_TI_06301203_Daftar-Pustaka.pdf 1188.52
9. 2005_TA_TI_06301203_Lampiran.pdf 16383.99

P PT. Gold Coin Indonesia Bekasi Mill adalah perusahan yang telah berpengalaman selama 25 tahun dalam industri pakan ternak. Dalam mempertahankan perkembangannya dalam pasar, pembelajaran organisasi yang didukung oleh nilai-nilai positif dalam organisasi menjadi sangat penting sehingga dapat membawa peningkatan kapasitas.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi budaya organisasi saat inidan yang diharapkan, mengukur tingkat penerapan Learning Organization, mengukur tingkat Performance, menganalisa hubungan antara budaya organisasi dengan penerapan Learning Organization dan hubungan antara penerapan Learning Organization dengan Performance. Perhitungan dilakukan melalui rataan (Mean) dan Korelasi Pearson dengan menggunakan software SPSS ver.12 berdasarkan hasil penyebaran kuesioner pada departemen Mill Controller, Factory dan Sales dalam perusahaan. Kuesioner diadaptasi dari Organizational Culture Asessment Instrument (OCAI) dan Dimension of The Learning Organization Questionaire.Temuan dalam penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang berlaku saat ini maupun yang diharapkan pada ketiga departemen cenderung pada budaya Clan. Penerapan Learning Organization pada ketiga departemen tidak menunjukkan perbedaan yang berarti dengan fokus penerapan pada level tim. lndeks rata-rata penerapan Learning Organization secara umum pada departemen Mill Controller, Factory dan Sales adalah sebesar 3.84, 3.74 dan 3.89), sedangkan indeks rata-rata Performance secara umum ketiga departemen adalah sebesar 3.88, 3.95 dan 4.04 (skala 1-6, sebagaimana digunakan dalam kuesioner adaptasi). Budaya Organisasi Clan, Adhocracy dan Market berhubungan secara signifikan dan positif terhadap beberapa dimensi Learning Organization pada level organisasi dengan koefisien korelasi antara 0.490 - 0.611, namun secara umum tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara keempat tipe budaya organisasi dengan penerapan Learning Organization. Antara penerapan Learning Organization dengan Performance secara umum ditemukan adanya hubungan yang signifikan dengan koefisien korelasi pada ketiga departemen berturut-turut adalah sebesar 0.805, 0.843 dan 0.855.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu budaya organisasi yang mendominasi departemen Mill Controller dan Sales saat ini adalah budaya Clan sedangkan departemen Factory didominasi oleh budaya Hierarcy, budaya organisasi yang diharapkan di masa yang akan datang pada ketiganya yaitu budaya Clan, prinsip Learning Organization telah diterapkan pada ketiga departemen tersebut walaupun belum diikuti oleh komitmen dan pemahaman penuh, Performance secara umum pada ketiga departemen adalah cukup baik. Antara budaya organisasi dengan penerapan Learning Organization secara umum tidak berhubungan secara signifikan, sedangkan antara penerapan Learning Organization dengan Performance secara umum ditemukan adanya hubungan yang signifikan, positif dan erat.Usulan yang dapat diberikan pada perusahaan yaitu agar lebih mengambangkan aspek budaya Market dengan tetap mempertahankan beberapa aspek positif budaya Clan yang dapat memberi rasa nyaman bagi para karyawan. Perusahaan juga sebaiknya lebih mendorong kesempatan belajar terus-menerus, mengembangkan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran organisasi, menciptakan mekanisme pengukuran hasil-hasil dari pembelajaran serta membuat perencanaan jangka panjang terhadap kebutuhan pembelajaran organisasi (pelatihan dan pengembangan).

P PT. Gold Coin Indonesia Bekasi Mill is an established company with almost 25 years experience in feed mill industry. In order to maintain its advancements gained in the market, organization learning which supported by organization positive values become inevitable and extremely crucial to reach capacity improvement.The objective of this thesis is to identify both the current and the desired organizational culture, to measure the rate of the Learning Organization implementation, to measure the performance level, to analyze the correlation between the organizational culture and the Learning Organization and to analyze the correlation between the Learning Organization and performance. Measurements conducted through the Mean score and Pearson correlation, using the SPSS v.12 software based on the result of questioner given to the respondents from Mill Controller, Factory and Sales department of the company. The questionnaire was adapted from the Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) and Dimension o/The Learning Organization Questionnaire (DLOQ).Findings show that both on a current and desired organizational culture on threedepartments tend to be a Clan culture. The rates of Learning Organization practices do not show any significant difference and seemingly focused on the team level. The rate indexes of Learning Organization implementation on three departments in sum are 3.84, 3.74 and 3.89, while the performance rate indexes are 3.88, 3.95 and 4.04 (in scale of 6 as used previously on adapted questionnaire). The Clan, Adhocracy and Market culture found to correlate significantly with several dimensions of the organizational level in Learning Organization, but in general there are no significant correlations between four types of culture with the Learning Organization. On contrary, Learning Organization and performance proved to have significant correlations, with the correlation coefficients in sum on three departments are 0.805, 0.843 and 0.855.Conclusions from this thesis are: the dominating culture on Mill Controller andSales department currently is the Clan culture while Factory department is currently dominated by the Hierarchy culture, the desired organizational culture on all three of them is the Clan culture, the concept of Learning Organization has been practiced though it doesn't followed by full commitment and understanding, the general performance on three departments is good enough, the organizational culture doesn't correlate significantly with the Learning Organization implementation while Learning Organization implementation correlates significantly, positively and strongly with the performance.The Author recommends the company to develop sustaining Market culturesaspects while maintaining several positives Clan aspects which can create a friendlier atmosphere desired by people in organization. The company should also enhance continuous learning opportunity for people within the organization, develop infrastructures to support organizational learning condition, creating a feedback mechanism to measure the results gained from learning and also make a long term planning for learning demands and needs.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?