DETAIL KOLEKSI

Penerapan lean supply chain untuk mengeliminasi pemborosan dengan menggunakan value stream analysis tool (valsat) pada PT. Gs Battery


Oleh : Dara Mustika

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Iveline Anne Marie

Pembimbing 2 : Dedy Sugiarto

Subyek : Electronic battries;Production - Process;Materila handling

Kata Kunci : lean supply chain, value stream analysis tool (valsat), PT. Gs Battery


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TI_06312023_1_Halaman-Judul.pdf 631.72
2. 2016_TA_TI_06312023_8_Daftar-Pustaka.pdf 86.37
3. 2016_TA_TI_06312023_9_Lampiran.pdf 2171.99

P PT. GS Battery merupakan perusahaan sekaligus pelopor inovasi di Indonesia untuk baterai asam timbal dengan baterai otomotif dan sepeda motor sebagai bisnis inti. PT. GS Battery ingin meminimasi permasalahan berupa masih banyak ditemukan pemborosan di aliran rantai pasok. Hal ini terlihat dari pengiriman aktual yang tidak sesuai dengan pengiriman yang telah direncanakan. Tidak tercapainya pengiriman yang direncanakan ini disebabkan oleh lead time yang panjang sehingga belum terpenuhi secara maksimal permintaa customer atas pesanan yang dikirim. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya yang efektif dan efisien untuk meminimasi pemborosan di aliran rantai pasok agar dapat mencapai target pengiriman. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Lean Supply Chain sebagai usaha untuk menghilangkan pemborosan dan kegiatan tidak bernilai tambah yang terdapat di aliran dalam rantai pasok. Dengan penerapan Lean Supply Chain dapat mengoptimalkan proses dari semua rantai pasok dan mengurangi pemborosan sehingga dapat meminimasi kegiatan-kegiatan yang tidak bernilai tambah agar dapat meningkatkan produktivitas namun tetap menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Untuk mendukung penerapan Lean Supply Chain pada PT. GS Battery, akan digunakan model Value Stream Analysis Tool (VALSAT) sebagai upaya untuk meminimasi pemborosan di aliran rantai pasok. Pemborosan yang terjadi di aliran rantai pasok PT. GS Battery berupa overproduction karena proses finishing menghasilkan baterai lebih banyak dari jumlah order, defect pada saat baterai terlalu lama berada di Store Warehouse sehingga membutuhkan rework, unnecessary inventory pada saat baterai yang diproduksi melebihi permintaan sehingga menimbulkan potensi rusak pada baterai, inappropriate processing karena proses load ingot dilakukan secara manual, excessive transportation terjadi pada saat proses perpindahan yang memiliki jarak yang jauh karena berbeda ruangan, waiting terjadi pada saat lead part harus menunggu untuk digunakan di assembling serta unnecessary motion terjadi pada saat operator harus memeriksa baterai yang cacat. Pemborosan diidentifikasi dengan menggunakan Value Stream Analysis Tool (VALSAT) dan dipilih 2 tools dengan total tertinggi yaitu Process Activity Mapping (PAM) dan Supply Chain Response Matrix (SCRM). Berdasarkan pemborosan tersebut dapat diberikan usulan perbaikan yaitu penerapan metode acceptance sampling pada pemeriksaan bahan baku, penerapan peta kendali P pada proses assembling dan Store Warehouse untuk mengendalikan cacat yang terjadi, memberi batas baterai paling lama berada di Store Warehouse selama 2 hari dengan menerapkan Kanban Card serta proses lead part casting dilakukan setelah proses cutting plate. Dari usulan perbaikan yang diberikan terlihat peningkatan process cycle efficiency yang pada kondisi saat ini hanya mencapai 51,47% sedangkan setelah perbaikan mencapai 73,69%.

P PT. GS Battery is a company as well as a pioneer of innovation in Indonesia for lead acid batteries with automotive and motorcycle batteries as the core business. PT. GS Battery want to minimize the problem of still found a lot of waste in the supply chain flow. This can be seen from actual shipments that are not in accordance with planned shipments. The unexpected delivery of this delivery is due to the long lead time so that the customer's request has not been fully fulfilled for the order delivered. Therefore, effective and efficient efforts are needed to minimize waste in the supply chain flow in order to achieve delivery targets. The research methodology used is Lean Supply Chain as an effort to eliminate waste and non value-added activities contained in the flow in the supply chain. With the implementation of Lean Supply Chain can optimize the process of all supply chain and reduce waste so it can minimize activities that are not added value in order to increase productivity while maintaining the quality of the products produced. To support the implementation of Lean Supply Chain at PT. GS Battery, the Value Stream Analysis Tool (VALSAT) model will be used to minimize waste in the supply chain. Waste that occurred in the flow of supply chain PT. GS Battery is overproduction because the finishing process produces more batteries than the order quantity, defect when the battery is too long in the Store Warehouse so it requires rework, unnecessary inventory when the battery is produced exceeds the demand causing damage to the battery, Ingot is done manually, excessive transportation occurs at the time of the transfer process which has a long distance due to different room, waiting occurs when lead part have to wait for use in assembling and unnecessary motion occurs when the operator must check the defective battery. Wastes were identified using Value Stream Analysis Tool (VALSAT) and selected 2 tools with the highest total of Process Activity Mapping (PAM) and Supply Chain Response Matrix (SCRM). Based on the waste can be proposed improvement is the application of acceptance sampling method on the examination of raw materials, the implementation of control chart P in the assembling process and Store Warehouse to control the defects that occur, give the battery limit at the store in the store for 2 days by applying Kanban Card and Lead part casting process is done after cutting plate process. From the proposed improvements, it is seen that the improvement of the process cycle efficiency that currently only reaches 51.47% while after the improvement reaches 73.69%.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?