DETAIL KOLEKSI

Kesalahan dalam penggunaan scalpel dari insisi jaringan ikat mulut dan aspek hukumnya (studi pustaka)


Oleh : Susana

Info Katalog

Nomor Panggil : 614.1 SUS k

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2006

Pembimbing 1 : drg. Djohansyah Lukman, DFM.

Subyek : Forensic dentistry

Kata Kunci : scalpel, disuse, and legal aspect


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2006_TA_KG_04000265_Halaman-Judul.pdf 798.86
2. 2006_TA_KG_04000265_Bab-1.pdf 643.85
3. 2006_TA_KG_04000265_Bab-2.pdf 1440.84
4. 2006_TA_KG_04000265_Bab-3.pdf 627.91
5. 2006_TA_KG_04000265_Bab-4.pdf 618.13
6. 2006_TA_KG_04000265_Daftar-Pustaka.pdf 648.84

B Berbagai jenis sarana untuk melakukan potongan jaringan ikat yang berupa pisau terdapat berbagai bentuk. Penggunaan scalpel adalah untuk memotong misalnya abses, jaringan normal, dan jaringan infeksi. Kesalahan pemotongan dapat terjadi dari faktor dokter gigi yaitu jari tidak difiksasi dan faktor dari pasien yaitu kepala pasien yang bergerak-gerak maka terjadilah perlukaan. Perlukaan dapat digolongkan dalam bermacam derajat, misalnya derajat satu, derajat dua, dan berkemungkinan derajat tiga. Pada derajat satu yang dikategorikan dalam perlukaan ringan, akan dikenakan pasal 352 ayat 1 dan 2 dalam KUHP serta denda empat ribu lima ratus rupiah dan hukuman pidana selama tiga bulan. Pada derajat dua yang dikategorikan dalam perlukaan sedang menyebabkan korban tidak dapat bekerja serta tugas dan jabatan terganggu akan dikenakan pasal 351 ayat 1 dalam KUHP dengan denda empat ribu lima ratus rupiah dan hukuman pidana dua tahun delapan bulan. Pada derajat tiga masuk dalam kategori perlukaan berat dan tersirat dalam pasal 351 ayat 2. Kemungkinan terjadi tuntutan apabila tidak dituangkan dalam informed consent dan tidak mudah untuk diselesaikan, tapi bila dituangkan dalam informed consent maka tuntutan pupus.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?