DETAIL KOLEKSI

Hubungan human immunodeficiency virus (HIV) dengan penyakit periodontal (studi pustaka)


Oleh : Siti Kartika Irmawati

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.632 SIT h

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2007

Pembimbing 1 : drg. Trijani Suwandi, Sp. Perio.

Subyek : Dentistry - Periodontology

Kata Kunci : human immunodeficiency virus, linear gingival erythema, necrotizing ulcerative gingivitis.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2007_TA_KG_04002193_Halaman-Judul.pdf 820.11
2. 2007_TA_KG_04002193_Bab-1.pdf 711.22
3. 2007_TA_KG_04002193_Bab-2.pdf 1678.57
4. 2007_TA_KG_04002193_Bab-3.pdf 738.49
5. 2007_TA_KG_04002193_Bab-4.pdf 607.78
6. 2007_TA_KG_04002193_Daftar-Pustaka.pdf 688.86

H Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga pasien rentan terhadap infeksi penyakit tertentu. Sekitar 70% sampai 90% orang yang terinfeksi HIV akan menunjukkan minimal satu manifestasi oral seperti penyakit periodontal. Manifestasi oral tersebut dapat digunakan sebagai alat bantu diagnosis dan memantau perkembangan penyakit HIV. Ada tiga penyakit periodontal yang berhubungan dengan infeksi HIV yaitu Linear Gingival Erythema (LGE), Necrotizing Ulcerative Gingivitis (NUG) dan Necrotizing Ulcerative Periodontitis (NUP). Berdasarkan tahap perkembangannya, LGE ditemukan pada tahap awal infeksi, yang akan berkembang menjadi NUG dan pada tahap selanjutnya menjadi NUP. Etiologi penyakit-penyakit tersebut adalah bakteri-bakteri oportunistik yang biasa ditemukan pada pasien HIV. Pada LGE tampak eritema berbentuk pita, memanjang mengikuti kontur gingiva kira-kira 2-3 mm dari free gingival margin. Pada NUG tampak inflamasi gingiva, pendarahan, rasa sakit akut, nekrosis dan ulserasi daerah papila interdental dan destruksi tulang interdental. Pada NUP tampak nekrosis nyata pada jaringan lunak disertai kerusakan ligamentum periodontal dan tulang alveolar yang cepat. Dokter gigi diharapkan dapat mendiagnosis penyakit tersebut secara tepat sebagai upaya pencegahan penyebaran antar pasien maupun dokter gigi. Selain itu perkembangan penyakit ke tahap lanjut dapat dicegah.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?