DETAIL KOLEKSI

Evaluasi pelaksanaan hydraulic fracturing pada high permeability well PT Pertamina EP


Oleh : Adityo Ramadian

Info Katalog

Nomor Panggil : 2114/TP/2013

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2013

Pembimbing 1 : Sisworini

Subyek : Reservoirs

Kata Kunci : high permeability wells, formation, hydraulic fracturing


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2013_TA_TM_07109010_9.pdf 1134.83
2. 2013_TA_TM_07109010_8.pdf 469.73
3. 2013_TA_TM_07109010_7.pdf 312.33
4. 2013_TA_TM_07109010_6.pdf 1872.41
5. 2013_TA_TM_07109010_5.pdf 2052.35
6. 2013_TA_TM_07109010_4.pdf 1465.27
7. 2013_TA_TM_07109010_3.pdf 2898.1
8. 2013_TA_TM_07109010_2.pdf 305.51
9. 2013_TA_TM_07109010_1.pdf 883.82

P Pelaksanaan hydraulic fracturing umumnya dilakukan pada reservoir yang memiliki karakteristik low permeability dan high skin yang menghasilkan laju produksi kecil. Metode stimulasi ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan laju alir yang diperkirakan dapat meningkat dari produksi sebelumnya. Apabila dibandingkan pekerjaan hydraulic fracturing pada sumur low permeability dan moderate-high permeability dengan menggunakan persamaan Darcy maka peningkatan laju produksi pada suatu reservoir akan terlihat jelas. Perubahan paradigma dan strategi ini menjadi dasar untuk pelaksanaan pekerjaan hydraulic fracturing di struktur O. Sumur O-31 diproduksikan dari lapisan A yang merupakan formasi batu pasir (sandstone) dengan sementasi karbonat dari formasi Talang Akar. Berdasarkan hasil dari dari data log lapisan ini memiliki h = 6.4 m, K = 200 mD, resistivity = 11-26 ohm.m, Pr = 1266 psi, Sw = 35 %, porositas = 25, K = 20 mD, skin factor = + 4.6, dP = 443 psi. Pekerjaan hydraulic fracturing di sumur O-31 menggunakan gel pad sebagai fract fluid nya dengan membawa pasir carbolite 12/18 sebanyak 38400 lbs. Dengan menggunakan software simulasi fracturing maka diperkirakan hasil yang didapat adalah fract length 56 m, width 0.44 in, FDC 4.02, conductivity 14642 md.ft dan permeabilitas rekahan 1644 darcy. Jadi, laju alir sumur O-31 yang tadinya SA/19, 286 bfpd/269 bopd/ 6 % (4 Mei 2012) menjadi SA/19, 1456 bfpd/1412 bopd/3% (14 Mei 2012) atau naik sampai ± 5 kali dibanding produksi sebelumnya dan didapatkan gain sebesar 1143 bopd.

I Implementation of hydraulic fracturing is generally done on the reservoir characteristics that have low permeability and high skin that produce small production rate. This stimulation method is an effort to increase the flow rate is expected to increase from the previous production. When compared to hydraulic fracturing jobs in low permeability wells and moderate-high permeability using Darcy equation then increase the rate of production in a reservoir will be obvious. Paradigm shift and this strategy became the basis for the implementation of hydraulic fracturing jobs in the structure of O. O-31 wells produced from a layer which is a sandstone formation (sandstone) with carbonate cementation of root formation Gutters. Based on the results of log data from this layer has h = 6.4 m, k = 200 mD, resistivity = 11-26 ohm.m, Pr = 1266 psi, Sw = 35%, porosity = 25, k = 20 mD, skin factor = + 4.6, dP = 443 psi. Hydraulic fracturing job in the O-31 well using the gel pad as its fract fluid carrying sand Carbolite 12/18 as much as 38,400 lbs. By using simulation software fracturing the estimated results obtained are fract length 56 m, width in 0:44, 4:02 FDC, conductivity and permeability fracture md.ft 14642 1644 darcy. Thus, the flow rate of O-31 wells that had SA/19, bfpd/269 286 bopd / 6% (May 4, 2012) became SA/19, 1456 bfpd/1412 bopd / 3% (May 14, 2012) or up to ± 5 times compared to the previous production and obtained a gain of 1143 bopd.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?