DETAIL KOLEKSI

Pencegahan masalah swelling dalam operasi pemboran pada formasi clay reaktif dengan kandungan smectite 78 % di laboratorium lumpur pemboran PPPTMGB Lemigas


Oleh : Dedi Febriansa

Info Katalog

Nomor Panggil : 2189/TP/2014

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Bayu Satyawira

Subyek : Drilling Mud

Kata Kunci : drilling operations, swelling problem, original kcl polymer


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_TM_07109253_8.pdf 1988.84
2. 2014_TA_TM_07109253_7.pdf 648.68
3. 2014_TA_TM_07109253_6.pdf 412.64
4. 2014_TA_TM_07109253_5.pdf 1891.12
5. 2014_TA_TM_07109253_4.pdf 1007.28
6. 2014_TA_TM_07109253_3.pdf 845.3
7. 2014_TA_TM_07109253_2.pdf 497.02
8. 2014_TA_TM_07109253_1.pdf 1082.7

D Dalam operasi pemboran, lumpur pemboran merupakan salah satu penentu berhasil atau tidaknya pemboran. Apabila terjadi hambatan selama proses pemboran berlangsung, maka biaya yang akan dikeluarkan akan semakin besar. Salah satu masalah yang sering dijumpai adalah saat pemboran melewati formasi yang mengandung shale reaktif. Shale yang mengandung komponen clay dalam jumlah yang relatif banyak memiliki sifat menyerap air filtrat lumpur. Air filtrat tersebut akan terserap masuk kedalam formasi yang mengandung clay sehingga terjadi pembengkakan (swelling) dari partikel-partikel clay tersebut. Diikuti gugurnya formasi kedalam lubang bor yang akan mengakibatkan terjepitnya rangkaian rangkaian pipa pemboran. Untuk mencegah terjadinya Swelling Clay, hal pertama yang harus diketahui adalah mengetahui jenis mineral clay tersebut. Kemudian desain lumpur yang disesuaikan dengan formasi yang akan ditembus dalam mengatasi masalah swelling shale yaitu KCl Polimer berbahan dasar air dengan menambahkan aditif shale stabilizer yaitu KCl, PHPA dan Soltex. Dengan menggunakan alat Linear Swell Meter kita dapat mengetahui seberapa besar laju pengembangan mineral clay jika dihubungkan dengan formulasi lumpur yang telah dirancang untuk menstabilkan shale. Dari hasil pembacaan grafik alat linear swell meter, dapat disimpulkan bahwa lumpur KCl Polimer dengan Soltex sangat efektif mengurangi swelling pada formasi shale dibandingkan penggunaan lumpur KCl Polimer dengan KCl ataupun PHPA.

I In drilling operations, drilling mud is one determinant of success or failure such drilling. If there is obstacles during the process of drilling fluid, the cost to be incurred will be even greater. One of the problem often encountered is while drilling operations through reactive shale formation. Shale containing component of clay in a relatively large, this mineral have absorbed properties of drilling mud filtrate, mud filtrate will be absorbed into the formation containing clay resulting in swelling of the clay particles. Followed the collapse of the formation into wellbore and result in delays in sets of drill pipe. To prevent of swelling problem, find out the type of clay mineral. Then design the drilling mud accordance with the formation to be penetrated. The drilling mud to be used for reduce swelling shale problem is water based KCl Polymer by adding a shale stabillizer additive such as KCl, Soltex and PHPA. By using a Dynamic Linear SwellMeter tool, we can find out how much the rate of swelling on clay mineral when contacted with mud formulation that has been designed to stabilize the shale. The swelling result obtained From the readings graph linear swell meter tool, it can be concluded that KCl Polymer mud with Soltex very effective in reducing swelling in shale formation better than Original KCl Polymer mud or KCl Polymer mud with PHPA.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?