DETAIL KOLEKSI

Evaluasi dan peningkatan kinerja sistem instalasi pengolahan air limbah Semanan - Jakarta Barat


Oleh : Lia Dewi Wijayanti

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Ariani D.A.

Pembimbing 2 : Rositayanti H

Subyek : Waste water treatment

Kata Kunci : IPALsemanan, tofu and tempeh wastewater, WWTP anaerobic-aerobic


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2011_TA_STL_08206009_Halaman-judul.pdf 5160.91

I Industri tahu dan tempe Semanan, Jakarta Barat beranggotakan 762 orang pengrajin, dengan banyaknya jumlah pengrajin yang bekerja berdampak pula dengan jumlah limbah yang ditimbulkan sehingga dapat mencemari lingkungan sekitarnya, sehingga warga tersebut membuat keputusan untuk membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah . Instalasi Pengolahan Air Limbah tersebut dibangun pada tahun 1994 dengan mengunakan sistem kolam, kemudian IPAL tersebut dirubah kembali menjadi sistem pengolahan biofilter anaerob-aerob pada tahun 2001 dan pada tahun 2010 IPAL tersebut di rubah kembali menggunakan sistem anaerob-aerob dengan media sarang tawon. Dari hasil analisis di Laboratorium air limbah tahu dan tempe mengandung bahan organik yang tinggi (>2.000 mg/L). Pada tahun 2010 karakteristik air limbah tahu tempe yang terukur adalah BOD 2.427mg/L , COD 6.990 mg/L, TSS 1.070 mg/L, TDS 1.750 mg/L, Amoniak <0,01, Nitrit 0,083 dan Nitrat 4,6 mg/L. Setelah melakukan pengukuran, hasil yang diperoleh menunjukan bahwa pada proses yang terjadi di IPAL tidak sesuai dengan yang diharapkan yaitu efisiensi BOD sebesar 97,9% sedangkan efisiensi yang dilapangan sebesar 68,5%, jika dibandingkan dengan kriteria disain nilai tersebut memenuhi. Dikarenakan efisiensi yang diharapkan tidak memenuhi sehingga dilakukan optimalisasi pada setiap bak. Hal-hal yang dilakukan diantaranya menganalisis karakteristik air limbah kemudiaan mengidentikasi kerusakan yang terjadi di IPAL, kemudian merekomendasikan hal-hal apa saja yang diperlukan. Dari hasil evaluasi, disarankan untuk melakukan perbaikan dengan cara penambahan atau pemasangan alat, dari hasil analisis sampel diketahui air yang keluar dari IPAL tidak memenuhi baku mutu sehingga direkomendasikan untuk melakukan proses pengurasan yang bertujuan untuk mengkondisikan IPAL dari awal, memebersihkan unit-unit dari sampah, melakukan seeding, Akimatisasi, penambahan karbon aktif dan merekomendasikan kebutuhan difuser untuk IPAL Semanan. Dari berbagai macam proses perbaikan yang dilakukan konsentrasi konsentrasi tersebut tidak dapat memenuhi syarat baku mutu yang berlaku, lain halnya untuk konsentrasi amoniak 4,08 mg/L, 1,52 mg/L, nitrit 0 mg/L serta pH 7,46 memenuhi baku mutu SK. Gub DKI Jakarta. No. 582/ 1995. Perhitungan parameter kinetika penyisihan substrat dalam proses ini berturut-turut menghasikan n = 0,2 hari1dan nilai k = 0,04 hari-1. Penelitian ini dilakukan secara kontinyu, setelah melakukan berbagai tahapan, kemudian dilakukan perbaikan unit dan penambahan alat seperti bar screen dan penambahan bahan seperti karbon aktif, dengan perbaikan tersebut kualitas efluen limbah belum memenuhi baku mutu SK. Gub DKI Jakarta No. 582/1995 dikarenakan di unit aerob difuser dan blower tidak menyala hal ini dapat mempengaruhi efluen.

T Tofu and tempeh industry Semanan, West Jakarta consist of 762 people, with the large number of craftsmen who work to impact the amount of waste generated that can contaminate the surrounding environment, so that citizens made the decision to make the Waste Water Treatment Plant. Waste Water Treatment Plant was built in 1994 by using a system of ponds, and wastewater is converted back into a system of anaerobic-aerobic biofilter treatment in 2001 and in 2010 was the fox back WWTP using anaerobic-aerobic system with wasp nests media. From the analysis in the laboratory of tofu and tempeh wastewater containing high organic matter (> 2.000 mg/L). In 2010 the characteristics of tofu wastewater BOD measured is 2.427mg / L, COD 6.990 mg / L, TSS of 1.070 m/L, TDS 1.750 mg/L, Ammonia <0.01,Nitrite 0,083 mg/L and Nitrate 4,6 mg /L. After making the measurements, the results obtained showed that in the process at the WWTP was not as expected the efficiency of BOD by 97,9% while the efficiency of the field at 68,5%, when compared with these values satisfy the design criteria. Due to the expected efficiencies that do not meet the optimization on each vessel. The things that made them analyze the characteristics of wastewater after identify the damage that occurred in the WWTP, then recommend what things are needed. From the evaluation results, it is recommend to make improvements by way of addition or installation of equipment. From the results of analysis of known samples of water from the WWTP does not meet quality standards that are recommended to do the draining process which aims to condition wastewater from the beginning, cleanig units of garbage, seeding, Aclimatitation on drums with aeration, the addition of activated carbon and recommend the need for WWTP Semanan diffuser. Of the various kinds of process improvements in the WWTP, the concentration of ammonia 4.08 mg/L, 1.52 mg/L, nitrite 0 mg/L and pH of 7.46 to meet quality standards SK. Gub DKI Jakarta. No. 582 / 1995, while parameters such as BOD5, COD, TDS, TSS does not meet quality standards. Calculation of kinetic parameters of substrate provision in this process generate successive values of n = 0,2 day-1 and the value of k = 0,04 day-1. This research was carried out continuously, after making various stages, and then carried out repair of the unit and the addition of tools such as a bar screen and the addition of materials such as activated carbon, with improvements in the quality of sewage effluent has not met the quality standard SK. Gub DKI Jakarta No. 582/1995. This is because of the equipment on aerobic unit does not work well, while the diffusers are clogging and the blower is broke

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?