DETAIL KOLEKSI

Peninjauan pergerakan diaphragm wall pada pelaksanaan metode top-down dengan plaxis 2d


Oleh : Yulia Andriana Manurung

Info Katalog

Nomor Panggil : 333

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Soerjatmo Wreksiatmodjo

Pembimbing 2 : Ruwaida Zayadi

Subyek : Moving Wide Diaphagm;Excavation

Kata Kunci : diaphragm wall, top-down method, plaxis 2D


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_TS_05111037_Halaman-judul.pdf 5063.89
2. 2015_TA_TS_05111037_Bab-1.pdf 867.37
3. 2015_TA_TS_05111037_Bab-2.pdf 2003.33
4. 2015_TA_TS_05111037_Bab-3.pdf 2235.05
5. 2015_TA_TS_05111037_Bab-4.pdf 1563.16
6. 2015_TA_TS_05111037_Bab-5.pdf 791.43
7. 2015_TA_TS_05111037_Lampiran.pdf 4834.93
8. 2015_TA_TS_05111037_Daftar-pustaka.pdf 708.99

M Metode top-down bisa digunakan untuk membangun basement pada/daerah/lahan yang terbatas atau padat. Metode ini tidak menggunakan jangkar/ground anchor pada saat proses penggalian dikarenakan lokasi sudah ada bangunan di sekitarnya, maka menggunakan strutting sebagai penopang. Hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis pergerakan dinding diaphragm dengan menggunakan Plaxis ialah parameter tanah, data dinding, dan data strutting (Slab) Dengan menggunakan program Plaxis hasil output yang muncul ialah bending moment, displacement, dan gaya geser sesuai dengan tahapan konstruksi. Perhitungan tahapan konstruksi juga dapat dilakukan sesuai dengan tahapan konstruksi. Analisis displacement tiap DWall dengan parameter tanah yang berbeda-beda kemudian dibandingkan dengan data inclinometer. Dari hasil pengamatan displacement, perhitungan Plaxis memenuhi syarat, dikarenakan data Inclinometer/lapangan lebih kecil dari perhitungan Plaxis, dengan data inklinometer tiap-tiap Dwall yang menghasilkan perbedaan rata-rata 45%.

T The Top-Down method can be used to build a basement on a limited or dense area. This method does not use anchor / Ground Anchor during the excavation process due to the location of existing buildings in the vicinity, then using strutting as a support. Things to consider in analyzing diaphragm wall movements using Plaxis are soil parameters, wall data, and data strutting (Slab) By using Plaxis program the output result that appears is bending moment, displacement, and shear force in accordance with the stages of construction. Calculation of construction stage can also be done in accordance with the stages of construction. DWall displacement analysis with different soil parameters was then compared with inclinometer data. From the displacement observation, Plaxis calculation is eligible, because the Inclinometer / field data is smaller than Plaxis calculation, with the inclinometer data of each Dwall that yields an average difference of 45%.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?