DETAIL KOLEKSI

Uji aktivitas nano kitosan kumbang tanduk (xylotrupes gideon L) terhadap streptococcus mutans (Laporan Penelitian)


Oleh : Naomi Sabatini Febrinauli Simanjuntak

Info Katalog

Nomor Panggil : 611.018 SIM u

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Komariah, S.Si., M.Biomed

Subyek : Dentistry - anatomy;Antibacteria - xylotrupes gideon l

Kata Kunci : nano chitosan, streptococcus mutans, rhinoceros beetle.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_KG_04011155_Halaman-Judul.pdf 2273.78
2. 2015_TA_KG_04011155_Bab-1.pdf 2301.62
3. 2015_TA_KG_04011155_Bab-2.pdf 2333.29
4. 2015_TA_KG_04011155_Bab-3.pdf 2295.93
5. 2015_TA_KG_04011155_Bab-4.pdf 2313.15
6. 2015_TA_KG_04011155_Bab-5.pdf 2310.22
7. 2015_TA_KG_04011155_Bab-6.pdf 2304.47
8. 2015_TA_KG_04011155_Bab-7.pdf 2292.99
9. 2015_TA_KG_04011155_Daftar-Pustaka.pdf 2304.36
10. 2015_TA_KG_04011155_Lampiran.pdf 2324.71

S Streptococcus mutans adalah penyebab utama dari masalah gigi khususnya karies. S. mutans memetabolisme karbohidrat diet untuk menghasilkan asam yang mengurangi pH lingkungan yang mengarah pada demineralisasi gigi. Modifikasi fisik chitosan menghasilkan nano kitosan yang terbukti memberikan efek antibakteri. Kebanyakan nano kitosan berasal dari pengolahan krustasea, tetapi dalam studi menggunakan kumbang badak (Xylotrupes Gideon L). Rhinoceros beetle merupakan salah satu jenis serangga yang merugikan manusia. Cara untuk mengatasinya adalah dengan mengendalikan kerugian tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi efektivitas nano kitosan dalam konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Penelitian eksperimental ini menggunakan metode cakram dalam konsentrasi nano kitosan yang berbeda(3000 ppm, 1500 ppm, 750 ppm, 375 ppm, 250 ppm, 188 ppm). Data hasil pengukuran diameter zona hambat diuji distribusi normalnya dengan Kolmogorov-Smirnov dilanjutkan analisis statistik one way ANOVA dan LSD test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas nano kitosan kumbang tanduk berbanding terbalik antara konsentrasi nano kitosan terhadap zona hambat pertumbuhan bakteri S. mutans. Semakin tinggi konsentrasi nano kitosan, maka semakin rendah pertumbuhan bakteri S. mutan

S Streptococcus mutans is the major cause of dental problems especially caries. It metabolizes dietary carbohydrate to produce acids which reduce the environmental pH leading to tooth demineralization. The physical modification of chitosan is nano chitosan which is reported to provide antibacterial effect. Mostly nano chitosan are taken from crustaceans, but this study took the opportunity to use Rhinoceros beetle (Xylotrupes gideon L) instead of crustaceans. Rhinoceros beetle is one kind of insects that harm humans. It sought ways to control insects that the losses can be utilized by humans. The aim of this study to evaluate the effectivity of nano chitosan in different concentrations against Streptococcus mutans. This experimental study was proceed by using disc’s method in variant concentration of nano chitosan (3000 ppm, 1500 ppm,750 ppm, 375 ppm, 250 ppm, 188 ppm). The data of measurement result of inhibition zones then distribution normal were analyzed with Kolmogorov-Smirnov to ANOVA’s one way statistic analysis LSD test. The result showed that the effectiveness of nano chitosan is inversely proportional between the nano chitosan’s concentration against bacterial growth inhibitory zone of S. mutans. The higher of nano chitosan’s concentration, then the lower bacterial growth (Streptococcus mutans) will be.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?