DETAIL KOLEKSI

Evaluasi managed pressure drilling dengan metode CBHP pada trayek 8 ½" di sumur N-7.


Oleh : Fatih Aulia

Info Katalog

Nomor Panggil : 479/TP/2016

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Syamsul Irham

Pembimbing 2 : Widrajat Aboekasan

Subyek : Drilling

Kata Kunci : Pemboran


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. halaman-judul.pdf 1487.13
2. 2016_TA_TM_071.12.082_Bab-1.pdf 88.68
3. 2016_TA_TM_071.12.082_Bab-2.pdf 947.37
4. 2016_TA_TM_071.12.082_Bab-3.pdf 801.14
5. 2016_TA_TM_071.12.082_Bab-4.pdf 97.63
6. 2016_TA_TM_071.12.082_Bab-5.pdf 150.24
7. 9-DAFTAR-PUSTAKA.pdf 76.62
8. 10-DAFTAR-SIMBOL.pdf 124.06
9. LAMPIRAN.pdf 1780.25
10. Paper-fatih-aulia-MPD.pdf 626.89

M Metode Managed Pressure Drilling (MPD) merupakan salah satu metode terbaru dari pemboran yang dapat digunakan pada zona-zona migas yang tidak dapat di bor dengan cara konvensional. Metode tersebut digunakan pada sumur N- 7 yang dimiliki oleh perusahaan PetroChina International Jabung Ltd. Perusahaan tersebut menggunakan teknik pemboran dengan MPD karena formasi yang akan dibor adalah formasi yang banyak rekahnya, yaitu formasi basement. Sehingga apabila digunakan pemboran dengan cara konvensional, akan menambah non productive time yang dikarenakan oleh lost circulation, dan formasi basement terkadang banyak daerah yang HPHT, sehingga akan dapat menyebabkan kick secara tiba-tiba. Oleh karena itu untuk mengantisipasi hal tersebut, digunakan teknik pemboran dengan Managed Pressure Drilling. Pada sumur N-7 menggunakan lintasan directional drilling. untuk trayek 17½”- 12 ¼” sumur tersebut menggunakan teknik pemboran konvensional, dengan overbalanced drilling. teknik pemboran konvensional itu dilakukan mulai dari kedalaman 0-6498,52 ft. setelah itu pada trayek 8 ½” yaitu di kedalaman 6498,52- 8898,1 ft menggunakan teknik managed pressure drilling (MPD). Teknik MPD tersebut di mulai dan diaplikasikan pada trayek 8 ½”, yaitu pada production section. pada sumur N-7, metode yang digunakan untuk MPD adalah Constant Bottom-hole Pressure (CBHP). MPD dilakukan karena ingin menembus formasi basement yang mempunyai banyak rekah di formasi tersebut. Formasi basement itu adalah batuan granit. ii Teknik utama dari Managed Pressure Drilling adalah menjaga Bottom-hole Pressure agar tetap di dalam pressure window, sehingga tidak mengalami lost circuliaton yang berlebihan dan tidak mengalami kick. dengan menambahkan backpressure, tekanan pada BHP dapat di naikkan atau diturunkan. Dan mengontrol ECD merupakan cara agar dapat mengontrol BHP. Untuk menngetahui pressure window, harus mengetahui tekanan formasi dan tekanan rekah terlebih dahulu. Seperti pada kedalaman 8500 ft MD dan 6204,81 ft TVD, tekanan formasinya adalah sebesar 2644,4 psi dan tekanan rekahnya adalah sebesar 3831,2 psi. pada kedalaman tersebut, pemboran ingin dilakukan dengan sedikit underbalance, jadi 0,005 ppg kurang dari tekanan formasi. maka ECD yang didapatkan adalah sebesar 8,191 ppg. Dan BHP yang didapatkan pada kedalaman yang sama adalah sebesar 2642,86 psi jadi backpressure untuk menaikkan tekanan agar ECD hanya berbeda 0,005 lebih sedikit dari tekanan formasi, maka backpressurenya adalah sebesar 0,076 ppg, dan untuk BHP adalah menambahkan backpressure sebesar 24,52 psi. pada operasi pemboran MPD di sumur N-7 ini, terbukti bahwa teknik MPD dapat mengurangi NPT yang berhubungan dengan kick dan lost circulation, karena pada operasi pemboran di formasi basement, lost circulation dan kick tidak terjadi.

M Managed Pressure Drilling (MPD) is one of the newest method in drilling industry, that can be used at oil and gas zone, that cannot be drilled with conventional method. The method of MPD is used at N-7 well that belongs to the oil company named PetroChina International Jabung Ltd. The company use the MPD method because of the formation that will be drilled is the formation that have many fracture, the formation name is basement formation. So if we use the conventional method, it will be adding more non productive time, because of the lost circulation and sometimes the basement formation has many HPHT zone that can cause kick instantly. To anticipate that problem, the oil company use the MPD method. The trajectory In well N-7 is using directional drilling. For trajectory at 17 ½”-12 ¼”, the well use the conventional method with overbalance drilling. The conventional method used at 0-6498,52 ft MD. After that, at 8 ½” trajectory, from depth 6498,52 to 8898,1 ft, is using the MPD. The MPD method is applied at production section, in well N-7. The MPD method that used in N-7 well is Constant Bottom-Hole Pressure (CBHP). MPD is applied because of the company want to drill the basement formation that have many fracture formation. The formation name is granit. The main technique of Managed Pressure Drilling is to maintain the Bottom-Hole Pressure for keeping the pressure at pressure window, so the lost circulation and kick can be avoided. with applying backpressure, the BHP can be iv raised and lowered. And controlling ECD is the way to control the BHP. To know the pressure window, we must calculate the formation pressure and fracture pressure first. The example is at the 8500 ft MD and 6204,81 ft TVD, the estimation of formation pressure is about 2644,4 psi and the estimation of fracture pressure is about 3831,2 psi. on the same depth, the drilling operation want to do the slightly underbalance drilling, 0,005 ppg less than formation pressure. So the ECD obtained is 8,191 ppg. And the BHP that obtained at the same depth is 2642,86 psi. the backpressure for raising the pressure, so that ECD differ only 0,005 ppg less than formation pressure is 0,076 ppg. And for the BHP is adding the backpressure at 24,52 psi. in MPD operation at N-7 well, the MPD technique has been prove to mitigate the NPT that related to kick and lost circulation. Because in drilling operation at basement formation, lost circulation and kick did not happen.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?