DETAIL KOLEKSI

Analisis stuktur berdasarkan metode gaya berat pada sub cekungan palembang utara sumatra selatan


Oleh : Billy Alfahin

Info Katalog

Nomor Panggil : 688/TG/2016

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Hindartan

Pembimbing 2 : Dewi Syafitri

Subyek : -

Kata Kunci : Gaya berat, analisis spektrum, moving average, SVD.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_GL_07211021_HALAMAN-JUDUL.pdf 860.37
2. 2016_TA_GL_07211021_BAB-I.pdf 151.59
3. 2016_TA_GL_07211021_BAB-II.pdf 889.44
4. 2016_TA_GL_07211021_BAB-III.pdf 643.5
5. 2016_TA_GL_07211021_BAB-IV.pdf 821.71
6. 2016_TA_GL_07211021_BAB-V.pdf 2428.39
7. 2016_TA_GL_07211021_BAB-VI.pdf 117.2
8. 2016_TA_GL_07211021_DAFTAR-PUSTAKA.pdf 129.11
9. 2016_TA_GL_07211021_LAMPIRAN.pdf 1128.44

M Metode gaya berat merupakan salah satu metode geofisika yang digunakan untuk menentukan struktur geologi bawah permukaan. Metode ini didasarkan pada pengukuran medan potensial yang diakibatkan oleh adanya perbedaan rapat massa antara suatu material dengan lingkungannya di dalam bumi. Penelitian dilakukan di daerah Palembang dengan kavling seluas peta geologi lembar Palembang. Dalam pengolahan data gaya berat, pada tahap awal penulis memiliki data “anomali Bouguer lengkap (CBA)” yang selanjutnya akan diproses menjadi peta CBA dengan metode “krigging”. Untuk mengetahui estimasi kedalaman regional dan residualnya serta lebar window, maka dilakukan “analisis spektrum” yang nantinya akan menghasilkan rata-rata kedalaman regional dan residual sekitar 25,2 km dan 2,4 km serta lebar window 17. Tahap selanjutnya Dilakukan pemisahan anomali regional dan residual pada peta CBA dengan menggunakan metode “moving average” sedangkan untuk analisis jenis sesar secara kuantitatif, penulis menggunakan metode “secondary vertical derivatif (SVD)”. Berdasarkan hasil analisis SVD pada daerah penelitian terlihat bahwa kelurusan strukturnya relatif mengarah barat laut – tenggara yang sama dengan arah struktur sesar Sumatera.

M Method of gravity is one of the geophysical methods used to determine the structure of the subsurface geology. This method is based on field measurements of potential difference caused by the existence of a mass meeting between a material with its environment in the Earth. Research done in the area of Palembang with geological map sheets covering kavling Palembang. In the processing of data of gravity, in the early stages the author has complete Bouguer anomaly data "(CBA)" which will then be processed into a map of CBA with the method "krigging". To know the depth estimation of regional and residualnya as well as the width of the window, then performed "spectral analysis" that would later produce an average depth is around regionally and residual 25.2 km and 2.4 km and the width of the window. The next stage is carried out regionally and the residual anomaly separation on a map of CBA using the moving average method " as for the caesarean type of quantitative analysis, the author used the method of "secondary vertical derivative (SVD)". Based on the results of the analysis of the SVD on the area of research looks that kelurusan relative structure leads to the Northwest – Southeast direction with the same structure of the fault.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?