DETAIL KOLEKSI

Estimasi permeabilitas dari data porositas dengan menggunakan beberapa pendekatan pada batuan karbonat lokasi aj.


Oleh : Arlyn Jevon Yeanissa Lim

Info Katalog

Nomor Panggil : 483/TP/2016

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Ratnayu Sitaresmi

Pembimbing 2 : Sembodo

Subyek : Penilaian Formasi

Kata Kunci : Penilaian Formasi


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TM_07112040_Halaman-Judul.pdf 524.78
2. 2016_TA_TM_07112040_Bab-1.pdf 30.52
3. 2016_TA_TM_07112040_Bab-5.pdf 32.42
4. 2016_TA_TM_07112040_Daftar-Pustaka.pdf 32.83
5. 2016_TA_TM_07112040_Daftar-Simbol.pdf 40.27
6. 2016_TA_TM_07112040_Lampiran.pdf 200.69
7. 2016_TA_TM_07112040_Bab-2.pdf 418.49
8. 2016_TA_TM_07112040_Bab-3.pdf 333.28
9. 2016_TA_TM_07112040_Bab-4.pdf 35.97

D Dalam dunia perminyakan, penilaian formasi merupakan hal yang sangat mendasar untuk mencapai kesuksesan atas segala kegiatannya. Penilaian formasi dilakukan untuk mengetahui kondisi formasi sehingga didapatkan parameter yang diperlukan melalui analisis log atau core secara kualitatif maupun kuantitatif. Permeabilitas merupakan parameter petrofisik yang sulit untuk diestimasi, terutama pada batuan dengan tingkat heterogenitas yang tinggi seperti karbonat. Batasan masalah yang dikaji adalah menggunakan sampel core batuan karbonat pada lokasi AJ. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mencari cara estimasi permeabilitas yang paling tepat dengan menggunakan beberapa pendekatan dari hubungan porositas vs permeabilitas yaitu : tanpa klasifikasi, berdasarkan fasies, berdasarkan tipe pori, dan berdasarkan Winland’s r35. Pada grafik permeabilitas estimasi (Kest) vs permeabilitas core (Kcore) pada pendekatan tanpa klasifikasi, fasies, dan tipe pori, lebih dari setengah penyebaran titik plot tidak berada pada trendline, sedangkan untuk pendekatan berdasarkan Winland’s r35 hampir seluruh titik plot penyebarannya berada pada trendline. Dari hasil perhitungan dan analisis, diperoleh harga koefisien determinasi (R2) pada grafik Kest vs Kcore pendekatan berdasarkan tanpa klasifikasi, fasies, tipe pori, dan Winland’s r35 berurutan sebesar 0.076, 0.256, 0.338, dan 0.986. Hasil Kest dianggap sesuai dengan Kcore apabila R2 mendekati angka 1 (satu). Oleh karena itu, cara estimasi permeabilitas yang paling tepat untuk batuan karbonat lokasi AJ adalah pendekatan berdasarkan Winland’s r35.

I In oil and gas industry, well logging is a fundamental aspect to achieve success in the industry. Well logging carried out to determine the condition of a formation to obtain the necessary parameters regarding a formation through the logs analysis or core analysis qualitatively and quantitatively. Permeability is one of the petrophysical parameters that is difficult to be estimated, especially in the rocks with a high degree of heterogeneity such as carbonate rocks. The scope of problem is only for carbonate rocks in location AJ. The purpose of this thesis is to determine an appropriate approach to estimate permeability by using porosity vs. permeability correlation, they are: approach without classification, approach based on rocks facies, approach based on pore type, and approach based on the equation of Winland's R35. In the graph of estimated permeability (Kest) vs. core permeability (Kcore) on approach without classification, based on facies and based on pore type, more than half plot points are spread not on the trendline, while the approach based on Winland's r35 equation almost the entire plot points are spread on the trendline. Based on the calculation and analysis, the value of determination correlation (R2) obtained by the graph Kest vs. Kcore without classification is 0.076, based on the facies is 0.256, based on the pore type is 0.338, and based on the Winland's r35 equation is 0.986. Kest is equal as Kcore if R2 is closed to number 1 (one). Therefore, the most appropriate approach for permeability estimation for carbonate rocks location AJ is an approach based on Winland's r35.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?