DETAIL KOLEKSI

Analisis staratigrafi pada formasi tanjung,cekungan barito daerah bangkanai provinsi kalimantan tengah


Oleh : Haditya Cipta Nugraha

Info Katalog

Nomor Panggil : 674/TG/2016

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Agus Guntoro

Subyek : -

Kata Kunci : -


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_GL_07208023_HALAMAN-JUDUL.pdf 547.38
2. 2015_TA_GL_07208023_Bab1.pdf 418.09
3. 2015_TA_GL_07208023_Bab2.pdf 880.18
4. 2015_TA_GL_07208023_Bab3.pdf 805.25
5. 2015_TA_GL_07208023_Bab4.pdf 4117.08
6. 2015_TA_GL_07208023_Bab5.pdf 87.38
7. 2015_TA_GL_07208023_Bab4II.pdf 2252.99
8. 2015_TA_GL_07208023_Daftar-Pustaka.pdf 8.2

D Daerah penelitian difokuskan pada Formasi Tanjung, Cekungan Barito, daerah Bangkanai, Provinsi Kalimanatan Tengah. Data yang digunakan pada daerah penelitian berupa data lapangan berupa data singkapan yang diintergrasikan pada karakteristik Formasi Tanjung, serta pengambilan data coring sedalam 25m sebanyak tiga lokasi, dan data analisa petrografi dan mikropaleontologi pada sampel batuan dari lapangan yang didapatkan dari PT. PUKESMIGAS, dan digunakan data bawah permukaan berupa tiga titik well, dan dua lintasan seismik yang digunakan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan daerah penelitian. Formasi Tanjung dibagi dalam tiga bagian berdasarkan umurnya, yaitu Formasi Tanjung bagian bawah dengan umur Erly Eocen, Formasi Tanjung bagian tengah dengan umur Middle Eocen, dan Formasi Tanjung bagian atas dengan umur Late Eocen. Berdasarkan hasil analisis stratigrafi pada Formasi Tanjung didapatkan enam sekuen dan enam maximum flooding surface. Data seismik digunakan untuk menghubungkan antara data bawah permukaan dengan data permukaan. Dari hasil interpretasi diapatkan bahwa daerah penelitian diendapkan pada daerah transisi dengan sistem pengendapan yang berkembang adalah fluvial-deltaic, dengan lingkungan pengendapan antara litoral hingga sublittoral.

A ABSTRACT Formation research area focused on Tanjung Formation, Barito Basin, Bangkanai area, Central Kalimantan Province. Data used in the study area in the form of a data field that is integrated with outcrop data on the characteristics of the Tanjung Formation, as well as data interval 25m depth coring in three locations, data analysis and petrographic micropaleontology of rock samples from the field obtained from PT. PUKESMIGAS, and use the data below the surface of three points well, and two seismic are used to determine subsurface conditions of the study area. Tanjung Formation is divided into three sections by age, namely Tanjung Formation bottom with age Early Eocen, Tanjung Formation center with Eocen Middle age, and the top of the Tanjung Formation of Late Eocen age. Based on the analysis results obtained Tanjung Formation stratigraphy at six sequences and six maximum flooding surface. Seismic data is used to connect between the data below the surface with surface data. Interpretation of the results that the study area is deposited in the transition region with a growing deposition system fluvial-deltaic is, the depositional environment between littoral to sublittoral.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?