DETAIL KOLEKSI

Studi laboratorium pengaruh penggunaan aditif barite, bentonite dan gypsum terhadap sifat fisik semen kelas G "standar api 10A"


Oleh : Girindra Wiratama

Info Katalog

Nomor Panggil : 509/TP/2016

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Lilik Zabidi

Pembimbing 2 : Ziad Touriq

Subyek : Teknik Pemboran

Kata Kunci : Teknik Pemboran


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TM_07111159_HALAMAN-JUDUL.pdf 1110.85
2. 2016_TA_TM_07111159_-BAB-1.pdf 20.21
3. 2016_TA_TM_07111159_BAB-2.pdf 116.23
4. 2016_TA_TM_07111159_BAB-3.pdf 154.42
5. 2016_TA_TM_07111159_BAB-4.pdf 107.81
6. 2016_TA_TM_07111159_BAB-5.pdf 55
7. 2016_TA_TM_07111159_BAB-6.pdf 17.77
8. 2016_TA_TM_07111159_DAFTAR-PUSTAKA.pdf 30.14
9. 2016_TA_TM_07111159_LAMPIRAN.pdf 594.69

P Penggunaan aditif pada semen merupakan hal yang biasa dilakukan dalam operasi penyemenan suatu sumur,baik sumur minyak, gas, maupun panas bumi. Untuk mendukung operasi penyemenan tentulah harus diketahui sifat fisik semen bila ditambahkan aditif. Untuk itu perlu dilakakuan uji coba atau penelitian mengenai sifat fisik semen dengan tambahan aditif didalamnya. Tugas akhir ini menjelaskan hasil studi laboratorium tentang sifat fisik semen kelas g yang ditambahkan aditif bentonite, barite, dan gypsum. Diketahui bahwa bentonite merupakan extender yaitu zat yang memperbesar volume semen. Sedangkan Barite merupakan salah satu weighting agent yang paling umum digunakan sebagai campuran baik semen maupun lumpur pemboran. Tujuan dari penambahan barite adalah untuk memperbesar densitas bubur semen. Gipsum merupakan salah satu jenis accelerator, yaitu zat yang berfungsi memperkecil thickening time pada bubur semen. Artinya dengan ditambahkannya gypsum maka seharusnya bubur semen akan menjadi lebih cepat mencapai konsistensi sebesar 100 UC. Studi laboratorium dilakukan untuk melihat sejauh mana efek penambahan jenis aditif yang telah disebutkan sebelumnya dengan dua temperatur pengkondisian yang berbeda yaitu 80°F dan 200°F , dan dengan waktu pengkondisian (curing time) selama 24 jam. Didapati bahwa temperatur merupakan faktor yang sangat mempengaruhi sifat fisik efektifitas semen.

T The use of additives in the cement is a common thing to do in operating a cementing the well, oil well, gas well, or geothermal. For cementing operations support, surely we should know the physical properties of cement additive when added. For that reason, we should do testing or research on physical properties of cement with the addition of additives in it. This final task is to explain the results of laboratory studies on physical properties of cement class g with additive bentonite, barite, and gypsum added. Note that the bentonite is an extender that is substance that enlarge the volume of cement. While barite is one of the most common weighting agents used as a mix of drilling mud or cement. The purpose of the addition of barite is to increase the density of the cement slurry. Gypsum is one type of accelerator, it’s a substance which serves to minimize the thickening time of cement slurry in. This means that with the increase of content then cement slurry will be more quickly reach the consistency of 100 UC. Laboratory studies conducted to see the extent to which the effects of the addition of the type of additive already mentioned before with two different conditioning temperature which is 80°F and 200°F, and with the conditioning time (curing time) for 24 hours. Found that the temperature is a factor that greatly influences the physical properties and effectiveness of cement.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?