DETAIL KOLEKSI

Pengolahan air limbah domestik dengan proses elektrokoagulasi menggunakan elektroda alumunium (Studi kasus)


Oleh : Utari Ayuningtyas

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2009

Pembimbing 1 : Bambang Iswanto

Pembimbing 2 : Mawar D.Silalahi

Subyek : Wastewater treatment

Kata Kunci : research, elektrocoagulation treatment, optimum condition.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2009_TA_STL_08204025_Halaman-Judul.pdf 1708.57
2. 2009_TA_STL_08204025_Bab-1.pdf 802.37
3. 2009_TA_STL_08204025_Bab-2.pdf 3273.68
4. 2009_TA_STL_08204025_Bab-3.pdf 1429.62
5. 2009_TA_STL_08204025_Bab-4.pdf 3537.8
6. 2009_TA_STL_08204025_Bab-5.pdf 724.97
7. 2009_TA_STL_08204025_Daftar-Pustaka.pdf 806.66
8. 2009_TA_STL_08204025_Lampiran.pdf 9341.24

I Instalasi pengolahan air limbah domestik Gedung Syarif Thajeb (M) adalah pengolahan biologis tipe lumpur aktif konvensional yang terdiri dari proses aerasi dan sedimentasi dengan rancangan kapasitas I 00 m3 dengan debit rata-rata sebesar 30 m3lhari. Kondisi IPAL saat ini kurang berjalan maksimal karena sering menimbulkan bau dan effluent memilild kandungan materi nondegradable (COD dan VSS) yang masih menunjukkan konsentrasi yang tinggi, yaitu COD dan VSS sebesar 6727,27 mg/L dan 2915 mg/L melalui uji coba sebelumnya telah dilakukan evaluasi proses yang ada dan dilanjutkan dengan penelitian-penelitian antara lain evaluasi pengolahan limbah Gedung M oleh Kurniawan (2005), dengan proses kontak stabilisasi (Amanm, 2005), dengan fluidisasi {Tanjung Sari, 2005), dengan biofilter lekat tercelup (Marshella, 2005), dan pengolahan limbah secara koagulasi-flokulasi (Capriandry,2007). Sedangkan dalam penelitian ini dilakukan pengo1aban limbah dengan proseselektrokoagulasi secara kontinue dengan menggunakan reaktor elektrokoagulasi dalam skala laboratorium. Pada proses ini digunakan konsentrasi NaCl untuk memperbesar penguraian Al terlarut, variasi konsentrasi NaCl yang digunakan adalah 0 gr/L, 0,5 gr/L, 1 gr/L dan variasi waktu tingga) 45 detik, 55 detik, 60 detik serta variasi kecepatan pengadukan 150 rpm, 180 rpm, 200 rpm. Kecepatan pengadukan di unit flokuasi adalah 20 rpm dengan waktu pengendapan selama 2 jam. Berdasarkan basil penelitian diperoleh nilai penyisihan COD sebesar 95,43%, BOD 95,05%, TSS 98,98%, detergen 90,08o/o, minyak lemak 84,10 %, TKN 65,30%, VSS 99,21%, total phosphat 62,88% dan kekeruhan 96,30% dengan kondisi operasi yang optimum untuk konsentrasi NaCl 0,5 gr/L, kecepatan pengadukan 180 rpm dan waktu tjnggal 55 detik, dengan %. Sedangkan jika digwiakan dengan konsentrasi NaCl 0 gr/L, kecepatan pengadukan180 rpm dan waktu tinggal 55 detik (sebagai pembanding), maka o/o penyisihan COD sebesar 95,54%, BOD 9.5,93%, TSS 98,94%, detergen 86,92%, minyak lemak 31,80 %, TKN 59,70%,VSS 99,38o/o, total phosphat 25,34% dan kekeruhan 98,70%. Pada penelitian sebelumnya dilakukan pengolahan limbah domestik secara koagulasi-flokulasi oleh (Capryandry, 2007), diperoleh penyisihan COD, BOD, TSS, detergen, minyak lemak, TKN, VSS, total phosphat dan kekeruhan sebesar 91,86%, 86,40%, 97,46%, 66,60o/o, 37,50%, 66,67%, 97,94%, 47,29% dan 70,71 %. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada pengolahan limbah domestik dengan proses elektrokoagulasi lebih efisien daripada jenis pengolahan lainnya. Untuk sementara ini, konsentrasi outlet pengolahan (COD, BOD, Minyak Lemak) masih berada di atas baku mutu Kep.Gub. DKI Jakarta No. 582/1995 Baku Mutu Limbah Cair Industri/Perusahaan/Badan). Hal ini disebabkan karena konsentrasi inletnya mempunyai nilai konsentrasi COD, BOD, Minyak lemak yang terlalu tinggi dari spesifikasi limbah domestik.

T The instalation of domestic wastewater treatment in Syarif Thajeb (M) building is a biological treatment of conventional activated sludge which contains of aeration and sedimentation process with volume of project plan is 100 m3 and overflow rate is 30 m3/day. The treatment condition is not working well, because of the smell bad, polluter, and the effluent have nondegradable material (COD and VSS) with high concentration, that is COD and VSS in the amount of 6727,27 mg/Land 2915 mg/L through trial with first last researched have to evaluation of IPAL condition and continued with the other researches, they are the evaluation of IPAL condition by Kurniawan (2005), Stabilitition contact process by Amanza (2005), with fluidimtion process using carbon active media by Tanjung Sari (2005), with attached immerse biofilter by Marshella (2005) and with coagulation and flocculation by Capriandry (2007). This Research exactly do it processes domestic wastewater according to Elektrocoagulation process on Iaboratorium scale. NaCl concentrated variation, is using 0 gr/L, 0,5 gr/L, 1 gr/L and detention time (td) variation, is using 45 second, 55 second, 60 second, with rapid mixing variation are 150 rpm, 180 rpm, 200 rpm. Rapid mixing in flocculation unit is20 rpm and detention time of sedimentation is 2,26 - 3,02 hours. Research result get optimum operational condition with NaCl concentrated 0,5 gr/L, rapid mixing 180 rpm, and detention time 55 second, with% COD removal is 95,43%, BOD 95,05%, TSS98,98%, detergen content 90,08%, oil and grease 84,10%, TKN 65,30%, VSS 99,21%,phosphate 62,88% and turbidity 96,30%. If with NaCl concentrated 0 gr/L, rapid mixing180 rpm, and detention time 55 second (as aqualizer), with% COD removal is 95,54%, BOD 95,93%, TSS 98,94%, detergent 86,92%, oil and grease 31,80%, TKN 59,70%, VSS 99,38%, phosphate 25,34% and turbidity 98,70%. The first last researched have to coagulation-flocculation by Capriandry G.W (2007), with% removal COD is 91,86%, BOD 86,40%, TSS 97,46%, detergen content 66,60%, oil and grease 37,50%, TKN66,67%, VSS 97,94%, phosphate 47,29% and turbidity 70,71%, the evaluation ofIPAL condition by Kumiawan (2005), Stabilitition contact process by Amanza (2005), with fluidization process using carbon active media by Sekar T.S (2005), with attached immerse biofilter by Marshella (2005). The result research have to indicate that processes domestic wastewater according to Elektrocoagulation process much better from the other researches. Meanwhile, the outlet concentration of domestic treatment (COD, BOD, Oil and Grease) still has value up to standard quality, because the inlet concentration has value up spesification of domestic wastewater.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?