DETAIL KOLEKSI

Pengukuran dan peningkatan produktivitas lini produksi produk panel box PT. Dwimukti Graha Elektrindo dengan menggunakan metode objective matrix (OMAX)


Oleh : Arum Tri Astuti

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Didien Suhardini

Pembimbing 2 : Arnolt Kristian Pakpahan

Subyek : Company panel products;Productivity measurement;Production - Process

Kata Kunci : productivity, objective matrix method (omax), and work sampling method


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_TI_06311045_1_Halaman-Judul.pdf 1512.32
2. 2015_TA_TI_06311045_2_Bab-1.pdf 507.99
3. 2015_TA_TI_06311045_3_Bab-2.pdf 1170.11
4. 2015_TA_TI_06311045_4_Bab-3.pdf 562.31
5. 2015_TA_TI_06311045_5_Bab-4.pdf 1028.62
6. 2015_TA_TI_06311045_6_Bab-5.pdf 1214.41
7. 2015_TA_TI_06311045_7_Bab-6.pdf 806.63
8. 2015_TA_TI_06311045_8_Bab-7.pdf 486.41
9. 2015_TA_TI_06311045_9_Daftar-Pustaka.pdf 449.56
10. 2015_TA_TI_06311045_10_Lampirann.pdf 766.59

P PT. Dwimukti Graha Elektrindo merupakan perusahaan yang memproduksi produk panel box. Masalah yang yaitu operator kurang memaksimalkan waktu kerja sehingga tidak dapat mencapai target produksi yang sudah ditentukan. Pengukuran produktivitas dilakukan dengan metode objective matrix (OMAX). Indeks produktivitas bulan Januari belum ada karena belum dilakukan pengukuran produktivitas sebelumnya dan merupakan periode dasar yang akan digunakan, Bulan Februari naik 0,56%, bulan Maret turun 1,06%, bulan April turun 1,19%, bulan Mei turun 1,60% dan bulan Juni turun 1,97%. Untuk mengetahui penyebab penurunan, maka perlu dilakukan evaluasi hasil pengukuran dengan menggunakan diagram sebab akibat. Masalah tidak tercapainya proses produksi seperti pada faktor manusia seringnya pergantian karyawan, kurang training, banyak operator yang absen, mudah lelah, dan kurang teliti. Faktor metode tidak membaca SOP, setup mesin terlalu lama, salah setup mesin. Faktor mesin mudah rusak, perawatan mesin terbatas. Faktor lingkungan banyak hari libur, terdapat kegiatan non produktif. Adanya kegiatan non produktif yang dilakukan secara berlebihan menyebabkan kurangnya produk yang dihasilkan setiap harinya. Pengamatan dilaukan menggunakan metode Work Sampling yang bertujuan untuk mengidentifikasi kegiatan produktif dan non produktif yang ada pada lantai produksi. Dari hasil work sampling total kegiatan yang dihasilkan ada 24 jenis, dengan 2 kategori, yaitu 12 jenis kegiatan produktif, dan 12 jenis kegiatan non produktif. Hasil pengamatan menunjukan kegiatan produktif yaitu sebesar 63,56%, dan non produktif 36,44%. Usulan yang diberikan pada perusahaan untuk mengurangi kegiatan nonproduktif adalah melakukan perawatan mesin secara berkala, penggunaan Conveyor untuk pemindahan bahan yang dibutuhkan, membuat toilet, menyediakan pantry dekat dengan lantai 1, membuat aturan disiplin kerja dan membuat waktu standar untuk membuat 1 unit produk. Usulan yang dapat diterapkan di perusahaan yaitu membuat aturan disiplin kerja dan menetapkan waktu standar kerja. Usulan perbaikan yang diberikan adalah penetapan aturan disiplin dengan cara kepala produksi mengawasi jalannya proses produksi, dan usulan menetapkan waktu standar proses produksi dengan menggunakan peta tangan kiri dan tangan kanan. Hal tersebut memberikan dampak positif bagi perusahaan, karena setelah melakukan pengamatan kembali kegiatan produktif naik menjadi 77,8% dan non produktif turun menjadi 22,2%, dan produktivitas perusahaan bulan Juli naik menjadi 12,50%.

P PT. Dwimukti Graha Elektrindo is a company that produces panel box products. The problem is that the operator is not maximizing the working time so it can not reach the production target that has been determined. Productivity measurement is done by objective matrix method (OMAX). The productivity index for January has not been done yet because the previous productivity measurement has not been done yet and is the base period to be used, February rose 0.56%, March down 1.06%, April down 1.19%, May fell 1.60 % And June down 1.97%. To determine the cause of the decline, it is necessary to evaluate the measurement results by using cause and effect diagrams. The problem of not achieving the production process as in the human factor is often the turnover of employees, lack of training, many operators are absent, tired, and less thorough. Factor method does not read SOP, machine setup is too long, incorrect machine setup. Engine factors are easily damaged, engine maintenance is limited. Environmental factors are many holidays, there are non productive activities. Excessive non-productive activities lead to the lack of products produced every day. The observation was conducted using Work Sampling method which aimed to identify productive and non productive activities on the production floor. From the result of work sampling, the total activities produced are 24 species, with 2 categories, namely 12 types of productive activities, and 12 kinds of non productive activities. Observation results show productive activities that is equal to 63.56%, and non productive 36.44%. The proposals given to companies to reduce nonproductive activities are regular maintenance of machinery, the use of conveyors for removal of needed materials, toileting, providing pantry close to the 1st floor, establishing discipline rules and making standard time to create 1 unit of product. Proposals that can be applied in the company that is making the rules of work discipline and set the standard time of work. The proposed improvement is the establishment of disciplinary rules by the production head supervising the production process, and the proposal sets the standard time of the production process using left hand and right handed map. This has a positive impact on the company, since after observing again productive activities rose to 77.8% and non-productive decreased to 22.2%, and the company's productivity in July rose to 12.50%.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?