DETAIL KOLEKSI

Simulasi core flood modifikasi sls dari data laboratorium dengan sample core lapangan "J"


Oleh : Juliani

Info Katalog

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Maman Djumantara

Pembimbing 2 : Mumin Prijono Tamsil

Subyek : Water flooding;Chemical flooding

Kata Kunci : sodium lignosulfonate, the laboratory, simulation core flood


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TM_07112120_Halaman-judul.pdf 739.74
2. 2016_TA_TM_07112120_Bab-1.pdf 493.65
3. 2016_TA_TM_07112120_Bab-2.pdf 698.34
4. 2016_TA_TM_07112120_Bab-3.pdf 752.23
5. 2016_TA_TM_07112120_Bab-4.pdf 777.63
6. 2016_TA_TM_07112120_Bab-5.pdf 491.87
7. 2016_TA_TM_07112120_Bab-6.pdf 479.75
8. 2016_TA_TM_07112120_Daftar-pustaka.pdf 507.15
9. 2016_TA_TM_07112120_Lampiran.pdf 1408.27

M Modifikasi SLS (Sodium Lignosulfonate) penting dilakukan untuk membuat formulasi surfaktan baru dengan bahan dasar yang lebih murah dan mudah didapatkan. Simulasi core flood dilakukan untuk mendapatkan parameter yang akan digunakan pada simulasi skala lapangan. Parameter ini merupakan datayang belum didapatkan dari laboratorium. Untuk mendapatkan parameter ini,digunakan metode history matching dengan mencocokkan hasil simulasi, baikproduksi minyak maupun air, dengan data produksi aktual (history). Tugas akhirini berfokus pada simulasi core flood, bukan proses pengujian di laboratorium.Core flood dilakukan secara bertahap mulai dari water flood I, surfaktan flood,polimer flood, dan terakhir water flood II. Di dalam simulasi dibagi menjadi 2tahap, yaitu water flood I dan surfaktan, polimer, water flood II. Water flood Idilakukan history matching untuk menyelaraskan produksi sehingga cocok dengan kondisi actual dan dianggap sama dengan kondisi reservoir. Kemudian tahap selanjutnya dilakukan untuk mendapatkan parameter berupa capillary number dari surfaktan. Ada beberapa parameter lainnya yang juga belum didapatkan datanya dari laboratorium, seperti adsorbsi polimer terhadap konsentrasi serta salt concentration. Setelah dilakukan proses matching, ternyata capillary number pada kasus ini tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil simulasi. Maka sebaiknya parameter lain yang tidak pasti juga diubah untuk mencocokkan hasil simulasi dengan data aktual.

S SLS (Sodium Lignosulfonate) modifications is necessary to create a newsurfactant formulations with basic materials which are cheaper and easier toobtain. The purpose of core flood simulations is to obtain parameters to be used in the simulation of field. This parameter is the data that has not been obtained from the laboratory. To get this parameter, used history matching methods bycomparing the simulation results (oil and water) production with actual data. Thisfinal project focuses on simulation core flood, not the testing process in thelaboratory. Stages of core flood starting from water flood, surfactant flood,polymer flood, and water flood II. In the simulation, it is divided into two stages:water flood and the surfactant, polymer, water flood II. Water flood I madehistory matching to align production to match the actual conditions and isconsidered the same as the condition of the reservoir. Then the next stage is done to get the parameters in the form of capillary number of surfactants. There are several other parameters that also have not been obtained from laboratory data, such as polymer adsorption vs concentration and salt concentration. After the matching process, it turns out capillary number. In this case, it does not significantly affect the results of the simulation. So other uncertain parameters are also changed to match the simulation results with actual data.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?