DETAIL KOLEKSI

Karbon aktif lokal sebagai adsorben gas co2 (variasi berat karbon aktiff dan debit gas)


Oleh : Sutikno

Info Katalog

Nomor Panggil : TATL.00261

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2001

Pembimbing 1 : Wahyudi Wisaksono

Pembimbing 2 : E. Budirahardjo

Subyek : Control of pollutant gasses - Activated carbon

Kata Kunci : polluted gasses, local activeated carbon.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2004_TA_PL_08398021_Halaman-Judul.pdf 4010.13
2. 2004_TA_PL_08398021_Bab-1.pdf 6237.97
3. 2004_TA_PL_08398021_Bab-2.pdf 6425.47
4. 2004_TA_PL_08398021_Bab-3.pdf 12957.84
5. 2004_TA_PL_08398021_Bab-4.pdf 3947.52
6. 2004_TA_PL_08398021_Bab-5.pdf 1693.06
7. 2004_TA_PL_08398021_Daftar-Pustaka.pdf 1042.12
8. 2004_TA_PL_08398021_Lampiran.pdf 2825.37

D Di dalam kehidupan sehari-hari, makhuk hidup khususnya manusia sangat membutuhkan udara agar mampu bertahan hidup. Namun demikian , udara yang ada telah tercemar oleh polutan-polutan : Partikulat, oksida belerang, oksida karbon, dan lain-lain. Penanggulangan gas-gas pencemar dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, salah atunya ialah adsorpsi. Beberapa material yang sesuai untuk pembersihan udara secara adsorpsi ialah karbon aktif, merupakan material yang paling sering dipergunakan. de nevers (1995) menyebutkan bahwa adsorpsi bearti melekatnya molekul-molekul pada permukaan sebuah padatan. Material yang diadsorpsi atau adsorbat melekat pada permukaan suatu mrdia (adsorben) yang biasanya berwujud padat. penelitian berskala laboratorium ini dimaksudkan untuk menguji karbon aktif lokal sebagai adsorben gas CO2. Tujuan dari penelitian ini aialah untuk mendapatkan berat karbon aktif di dalam kolom dan debit gas masuk ke kolom yang paling baik. Adsorben yang digunakan pada penelitian ini ialah karbon aktif lokal 6 x 12 mesh, sedangkan adsorbatnya ialah gas CO2. penelitian dilakukan dengan 6 variasi berat karbon aktif di dalam kolom 2 variasi debit gas CO2 yang masuk ke dalam kolom. Konsentrasi gas CO2 yang keluar dari kolom ditentukan dengan cara menangkapnya dengan larutan Ba(OH)2, lalu dititrasi dengan HCI. Hasil penelitian di laboratorium memperlihatkan bahwa untuk variasi debit 22 l/menit, karbon aktif dengan berat 49,1183 gram dan tinggi di dalam kolom sebesar 35 cm mempunyai kinerja yang paling baik. Karbon aktif ini menjadi jenuh setelah digunakan selama 840 menit, mencapi titik patah (breakpoint) di menit ke-540, dan mempunyai efisiensi rata-rata hingga tercapinya titik patah sebesar 68,11%. pada variasi debit 3 l/menit, kinerja yang paling baik ialah karbon aktif 49,1183 gram dan tingginya 35 cm. Karbon sktif ini mampu dioperasikan selama 570 menit, mencapi titik sebesar 67,77%. Jika ditinjau dari lamanya waktu jenuh, panjangnya waktu mencapai titik patah, dan efisiensi rata-ratanya, karbon aktif 35 cm, berat 49,1183 gram yang dialiri gas CO2 dengan debit 2 l/menit mempunyai kinerja yang paling baik di antara variasi yang ada. Setelah mencapai titik patah., karbon aktif ini diregenerasi dengan cara memanaskannya pada suhu 100 drajat cecius selama 15 dan 20 menit. hasil yang dicapai pemanasan selama 20 menit lebih baik dar pada 15 menit, maka karbon aktif hasil regenerasi tersebut dicoba untuk digunakan kembali. Ternyata karbon aktif ini hanya dapat digunakan kembali selama 480 menit. Efisiensi rata-ratanya disaat terjadinya titik patah di menit ke-300 ialah 45,62 %.

I In our daily life, creature particulary human require the air for survive. Now, pollutants, such as particulate, sulphur oxide, carbon oxide, etc have polluted the air. One of several ways to pervent polluted gasses is adsoption. Some materials, which match or the air cleaner in adsorption, are activated carbon is activated aluminas, etc. Between these materials, activated carbon is usually used. De nevers (1995( mentioned that adsorption means molecule are attached in the surface of solid matters. The adsorbate attached in some media (adsorbent) which is usually in solid. The intention of this laboratory research is to examine the local activated carbon as adsorbent of CO2. The purpose of this research are to know the best weigh of activated carbon in the column and the best condition of CO2 gas flow rate. the adsorbent that use for the research is local carbon in 6 x 12 mesh, and for the adsorbate is CO2 gas. The research operated in six weights of activated carbon in column and two variations of CO2 gas flow rate into the column. The CO2 concentration in the effluent of column is definitey certain by stripped it into Ba (OH)2, then titation with HCI. The result of laboratory research show that variation at two liter/minutes gas flow rate, 49,1183 gram and 35 cm activated carbon in the column, have the best condition of process. The active carbon will become saturated after been used continously in 840 minutes, reach the breakpoint in 540 minutes, and the equal efficiency until the breakpoint is 68,11%. At three liter/menutes, the best operation is also 49,1183 gram and 35 cm activated carbons in the column. This variation can be operated for 570 minutes. reach the breakpoint in 360 minutes, and the equal efficiency until breakpoint is 67,77%. If we reviw from the saturation's time, breakpoint's time and equal efficiency, activated carbon at 35 cm of height, 49,1183 gram of weight, and flowed with CO2 at two liter/minutes are the best condition of process than other variations. After reach breakpoint, activated carbon will be regeneration by heat it at 100 drat celcius for 15 and 20 minutes. The result show that heated in 20 minutes is better than 15 minutes. Therefore, that activated carbon is reused and it can be operated for 840 minutes. the equal efficiency that happened when activated carbon reached the breakpoint at 300 minutes is 45,82%.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?