DETAIL KOLEKSI

Analisis beban torsi dan drag untuk pemilihan pipa bor yang akan digunakan pada sumur x-10 dan x-02 lapangan Tanjung Jabung Petrochina

0.0


Oleh : Irfan

Info Katalog

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Lilik Zabidi

Pembimbing 2 : P. Simorangkir

Subyek : Directed drilling;Load calculation

Kata Kunci : Drilling, the magnitude of torque, drag on the directional drilling natural gas wells


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_TM_07111188_Halaman-judul.pdf 1792.31

P Proses pemboran terhadap eksplorasi sumur minyak, gas dan juga panasbumi masa kini tidak hanya dilakukan secara vertikal, tetapi memungkinkan untuk membelokan lubang dengan sudut kemiringan tertentu, dan mengarahkan lubang tersebut pada suatu area yang letaknya tidak tegak lurus dengan posisi lubang di permukaan, yang lebih dikenal dengan metode pemboran berarah. Terdapat tiga fase utama dalam pemboran berarah yaitu fase pertambahan sudut, mempertahankan sudut, pengurangan sudut, dan fase horizontal.Pada akhir-akhir ini kegiatan pemboran sebagian besar dilakukan dengan pengeboran berarah dengan berbagai macam alasan pemboran seperti alasantopografi, ekonomi, dan alasan lainnya. Suatu desain pemboran berarah yangmemiliki tingkat kerumitan yang tinggi, maka akan memiliki peluang yang besaruntuk menimbulkan permasalahan dalam proses pemboran, seperti terjepitnyapipa pemboran, terpuntir dan tertekuknya rangkaian, dan permasalahan lainnyayang dapat merugikan dan menimbulkan Non Productive Time (NPT) saatpemboran berlangsung. Masalah pemboran timbul karena adanya gesekan antara dinding lubang bor dan rangkaian pemboran. Gesekan tersebut tidak dapat dihindari dan akan semakin besar nilai saat fase pertambahan sudut, pengurangan sudut, mempertahankan sudut dan fase horizontal. Beban yang timbul karena adanya gesekan pada saat berputarnya peralatan pemboran dan menimbulkan reaksi torsi dengan arah yang berlawanan dengan arah putar rangkaian disebut dengan beban torsi yang dibatasi oleh kemampuan dari Drill Pipe berupa Torsional Yield Strength dan kemampuan Top Drive dipermukaan untuk memutar rangkaian. Sedangkan beban yang timbul pada saatrangkaian dinaikan atau diturunkan di lubang bor tanpa memutar rangkaianpemboran dan memiliki beban yang berlawanan dengan arah gerak alat disebutdengan beban drag yang dibatasi oleh kekuatan Tensile Strength dari Drill Pipeyang digunakan, dan kemampuan Hookload capacity dari Rig pemboran.Perhitungan terhadap besar beban drag dan torsi pada suatu pemboran berarahdilalukan dalam pemilihan Grade Drill Pipe, pemilihan Top Drive dan Rigpemboran yang akan digunakan, dengan tujuan untuk mencegah danmeminimalkan kemungkinan timbulnya masalah saat operasi pemboranberlangsung. Pada tugas akhir, dilakukan analisa terhadap besar beban torsi dan drag pada pemboran berarah sumur gas bumi yang dilakukan dengan perhitungan secara teoritis dan penggunaan Software Sydrill Paradigm yang dibandingkan dengan hasil beban torsi yang didapat secara aktual dari perekam MWD dan beban drag antara dua metode perhitungan untuk mengetahui spesifikasi grade drill pipe yang tepat untuk dipakai pada saat pemboran selanjutnya pada lapangan tersebut.

T The drilling process for exploration of oil wells, gas and geothermal todaynot only done vertically, allows to diverts holes with a certain angle, and directsthe hole to an area that is not perpendicular to the positions of the hole in thesurface, which is well known as directional drilling method. There are three mainphases in directional drilling, angle increment phase, maintaining the angle, andreduction of the angle. Recently, drilling activities mostly done by directional drilling with many reasons such as topography, economy, and others. A directional drilling design with high level of complexity will have great opportunities to create a lot of problems during drilling process, such as drilling pipe stuck, twisted and bent, and other problems that can be harmful and cause Non Productive Time (NPT) while drilling. One of the drilling problems occur because of friction between the wall of the borehole and drilling string. Those friction are unavoidable and will add even greater value when the angle increase, or when maintaining the angle, reduction angle of the hole, and in horizontal phase. The weight incurred due to friction during rotation of drilling equipment and causing a torque reaction in the opposite direction to the direction of the string played called the torque which is limited by the ability of Drill Pipe in the form of Torsional Yield Strength and ability of Top Drive on the surface to rotate the string. While the weight incurred when the string going up or going down at the borehole without turning the drilling string and weigh the opposite from the tool’ direction motion called drag which is limited by the power of Tensile Strength of Drill Pipe used, and the ability of Hookload capacity from the Drilling Rig. Calculation on the magnitude of drag and torque on a directional drilling passed in Grade Drill Pipe Election, the election of Top Drive and Drilling Rig that will be used, aiming to prevent and minimize the likelihood of problems during drilling operations on going. This thesis, carried out an analysis of the magnitude of torque and drag on the directional drilling natural gas wells that were done with theoretical calculation and the use of Software Sydrill Paradigm compared with the results of the torque actually obtained from MWD recorder and drag between the two calculation method to explore the drill pipe grade specification appropriate to be used during the subsequent drilling on the field.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?