DETAIL KOLEKSI

Analisa pressure build up dan uji deliverabilitas sumur gas "G" lapangang "APL" dengan perangkat lunak saphir 3.20


Oleh : Gloria Anna Pinapalangkow Lengkey

Info Katalog

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : M. Taufiq Fathadin

Pembimbing 2 : Akhdan Wahyu Setiaprihadi

Subyek : Reservoir rocks characteristics;Fluida reservoir

Kata Kunci : natural gas, producing fluid, “G” well


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_TM_07110121_Halaman-judul.pdf 11082.24

S Sumber energi gas bumi merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui dan telah menjadi suatu kebutuhan yang cukup penting mengingatcadangan minyak semakin menipis dan kebutuhan akan energi semakinmeningkat. Prinsip pengujian sumur adalah dengan memberikan gangguankesetimbangan tekanan terhadap sumur yang akan diuji dan usaha ini dilakukandengan menutup sumur pada waktu tertentu atau memproduksikan sumur dengan laju alir yang konstan. Uji sumur (well test) yang digunakan untuk sumur gas adalah uji deliverabilitas. Deliverability merupakan suatu hubungan antarapenurunan laju produksi dengan tekanan reservoirnya, sebagai akibat dariberlangsungnya proses depletion dari suatu reservoir gas yang diperlukan dalamperencanaan dan pengembangan lapangan. Deliverability sumur adalahkemampuan sumur (reservoir) untuk mengalirkan fluida (gas). Hasil analisis uji tekanan build up pada Sumur “G” melipauti penentuan initial pressure, permeabilitas, skin, model reservoir, radius pengurasan, dan batas reservoir yang menggunakan metode Horner dan Pressure Derivative (Log-log Plot). Analisis uji deliverabilitas bertujuan untuk mengetahui kemampuan sumurgas dalam berproduksi yang biasanya dinyatakan dalam bentuk AOFP (Absolute Open Flow Potential). Kedua uji tersebut dikerjakan dengan perhitungan manual dan bantuan perangkat lunak. Data yang dibutuhkan untuk analisis uji pressure build up dengan metode Horner dan pressure derivatif yang dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Saphir 3.20, yaitu data tekanan sebagai fungsi waktu, data produksi, dan data PVT. Dari hasil perhitungan metode Horner manual dengan metode P2 diperoleh harga slope (m) sebesar , permeabilitas (k) 25.876mD, dan skin 23.999. Sedangkan hasil yang diperoleh dengan metode m(P) diperoleh harga slope (m) , permeabilitas (k) 28.9mD, dan skin 24.2. Hasil perhitungan metode Horner dengan menggunakan perangkat lunak Saphir 3.20 dengan metode P2 diperoleh harga slope (m) sebesar| , permeabilitas (k) 24.6mD, dan skin 23.1. Sedangkan hasil yang diperoleh dengan metode m(P) diperoleh harga slope (m) , permeabilitas (k) 28.9mD, dan skin 24.9. ”. Hasil Perhitungan dengan menggunakan metode P2 harga tekanan awal reservoir (Pi) adalah 883.936 Psi,m sedangkan dengan metode m(P) harga tekanan awal reservoir (Pi) adalah 883.936 Psi. Hasil Perhitungan dengan menggunakan perangkat lunak Saphir 3.20 metode P2 memiliki harga tekanan awal reservoir (Pi) sebesar 883.998, sedangkan dengan metode m(P) harga Pi adalah 883.983 Psi Perbedaan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain pada waktu penentuan end of wellbore storage dan slope (m) yang mempengaruhi hasil permeabilitas dan skin. Sumur “G” memiliki skin positif yang menandakan bahwa sumur mengalami kerusakan (damage).Oleh karena itu, perlu stimulasi atau treatment untuk meningkatkan laju produksi di Sumur “G”.

N Natural gas is an non renewable source of energy and has become one ofthe most important needs considering oil reserves that has been declining and the demand for energy that is ever increasing. Well test is done by producing fluid at a constant flow rate (drawdown) and closing the well for a period of time (build up). A deliverability test is also carried out. Deliverability is a relation between the rate decline and its reservoir pressure, as a result of depletion process of a gas reservoir. Well deliverability is the ability of a well to produce fluids (gas). The result of pressure build up of “G” well consists of determining initial pressure, permeability, skin, reservoir model, radius of investigation and reservoir boundaries using Horner method and Pressure Derivative (Log – log plot). Well deliverability analysis aims to determine the ability of the gas well to produce in the form of AOFP (Absolute Open Flow Potential). Both these tests are done by manual calculations and with the help of software. Data that is needed for pressure build up analysis with Horner method and pressure derivative using Saphir 3.20 software, is pressure in time function, production data, and PVT data. From the result of the Horner method calculation manually with P2 approach, some values were achieved with slope (m) | - 28144| Psi2, permeability (k) 25.876mD, and skin 23.999. Meanwhile the result from m(P) approach is slope (m) | - 2000000 | psi2 / cp , permeability (k) 28.9mD, and skin 24.2. The calculation with Horner method using Saphir 3.20 software with P2approach yields these results, slope (m) |-28708| Psi2 , permeability (k) 24.6mD, and skin 23.1. The result using m(P) approach in Saphir 3.20 software yields these results slope (m) | - 2E + 06 | Psi2/cp, permeability (k) 26.3mD, and skin 24.9.”. The calculation result using P2 approach gives initial reservoir (Pi) of883.936Psi, while with m(P) approach the initial reservoir pressure (Pi) is 862.705 Psi. The calculation result using P2 approach in Saphir 3.20 software gives initialreservoir (Pi) of 883.988, while with m(P) approach the initial reservoir pressure(Pi) is 883.988 Psi Those differences are caused by a number of factors, mainly in determiningend of wellbore storage and slope (m) that influence the permeability and skin.“G” well has positive skin that shows the well is damaged. Because of that, a well stimulation or treatment is needed to increase the flow rate of “G” well.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?