DETAIL KOLEKSI

Usulan penerapan sistem pakar dengan metode failure mode and effect analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi kegagalan pada proses produksi produk saisaki chair pada CV. Andhini Rattan Industry


Oleh : Andrew Kurnia Setiawan

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2012

Pembimbing 1 : Johnson Saragih

Pembimbing 2 : Rina Fitriana

Subyek : Failure analysis (Engineering);Production of products - Saisaki Chair

Kata Kunci : expert system, failure mode and effect analysis (FMEA) method, identify failure, production process


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2012_TA_TI_06308086_1_Halaman-Judul.pdf 6484.69
2. 2012_TA_TI_06308086_8_Daftar-Pustaka.pdf 674.38
3. 2012_TA_TI_06308086_9_Lampiran.pdf 7934.1

C CV. Andhini Ratttan industry merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang kerajinan tangan dan furniture berbahan dasar rotan. Salah satu produk yang menjadi andalan CV. Andhini Rattan industry adalah Saisaki Chair. Dalarn proses pernbuatan Saisaki Chair ditemukan tingkat kecacatan yang cukup tinggi, yaitu sebesar 10,15%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab utama dari kegagalan yang terjadi selarna proses produksi berlangsung, oleh karena sebab itu perlu dilakukan penelitian dengan metode Failure Mode Effect and Analysis (FMEA) yang berfungsi untuk mcngidentifikasi penyebab kegagalan dan menganalisa akibat dari kegagalan sehingga kerugian dapat diminimalkan. Metode FMEA akan memberikan nilai Risk Priority Number (RPN) yang menunjukkan tingkat keparahan dari kegagalan proses yang terjadi. Nilai RPN yang didapat akan dikelompokkan menjadi enam kelas, sesuai dengan prioritas penanganan masalah dari setiap proses. Proses dengan tingkat prioritas penanganan masalah paling tinggi akan di beri label kelas F. Ditemukan proses yang masuk dalam kelas A adalah proses pembentukan rangka, proses pengukuran diameter rotan, dan proses dan pengukuran lebar rotan. Proses pembentukan rangka memiliki nilai RPN tertinggi, yaitu sebesar 168. Upaya penaggulangan dari setiap kegagalan yang terjadi akan direfleksikan kedalam sebuah sistem pakar (expert system). Sistem pakar dikembangkan berdasar desicion tree dan 68 rule yang berguna sebagai logika dalam pengambilan keputusanhingga mendapatkan solusi akhir pemecahan masalah. Dengan bantuan sistem pakar ini, operator yang menghadapi permasalahan dalam melakukan pekerjaannya dapat dengan segera mengetahui tindakan selanjutnya yang harus diambil untuk menanggulingi permasalahan yang terjadi tanpa harus meminta bantuan dari pakar di bidang tersebut.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?