DETAIL KOLEKSI

Biosorpsi logam berat Cu2+ oleh Saccharomyces cerevisiae


Oleh : Shirley Angganita J. R. :

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Astri Rinanti Nugroho

Pembimbing 2 : Ariani Dwi Astuti

Subyek : Biosorption;Saccharomyces cerevisiae

Kata Kunci : copper (cu2+), adsorption efficiency, adsorption.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TL_08211039_Halaman-judul.pdf 643.26
2. 2016_TA_TL_08211039_Bab-1.pdf 389.86
3. 2016_TA_TL_08211039_Bab-2.pdf 1041.95
4. 2016_TA_TL_08211039_Bab-3.pdf 631.99
5. 2016_TA_TL_08211039_Bab-4.pdf 1106.18
6. 2016_TA_TL_08211039_Bab-5.pdf 212.9
7. 2016_TA_TL_08211039_Daftar-pustaka.pdf 377.84
8. 2016_TA_TL_08211039_Lampiran.pdf 1384.62

P Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu tinggal dan pH optimum penyerapan ion logam berat tembaga (Cu2+) yang berasal dari limbah elektroplating oleh biosorben saccharomyces cerevisiae kering dari preparasi kultur murni dan limbah industri bir dengan medium Potato Dextrose Broth (PDB). Penelitian dilakukan dengan menggunakan kultur batch dengan variasi pH 2,3,4,5,6 dan variasi waktu kontak 60,90,120,150, dan 180 menit, dengan kecepatan shaker 150 rpm pada suhu ruangan (± 28°C), konsentrasi awal Cu2+ 33,746 mg/l, dan berat biosorben 200 mg & 500 mg. Penyerapan ion logam berat Cu2+ terjadi pada semua variasi pH dan v a r i a s i waktu kontak pada pH optimum. Penyerapan optimum terjadi pH 4 dengan waktu kontak 120 menit baik oleh biosorben kultur murni sebanyak 200 mg dan 500 mg yaitu sebesar 42,64% dan 62,52%, maupun biosorben limbah bir sebanyak 200 mg dan 500 mg yaitu 41,60% dan 61,04%. Morfologi sel dilihat dengan analisis Scanning Electron Microscope (SEM) yang membuktikan terjadinya kerusakan pada dinding sel yang menyerap Cu2+. Gugus fungsi karboksil yang semula ada menjadi berkurang kadarnya, berdasarkan hal tersebut proses penyerapan Cu2+ menyebabkan adanya perubahan gugus fungsi pada biosorben S.cerevisiae. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa biosorben S.cerevisiae kering preparasi kultur murni dan limbah bir dapat menyerap ion logam Cu2+ secara optimal pada pH 4 dengan waktu kontak 120 menit. Proses adsorpsi penelitian ini mengikuti persamaan isoterm Freundlich dengan nilai R2 yang mendekati 1 dan mengikuti kinetika adsorpsi orde satu.

T This reseach aim to study the optimum effect of detention time and pH adsorption of copper (Cu2+) from electroplating industry wasteby dry S.cerevisiae strain and beer waste cultured in medium Potato Dextrose Broth (PDB). This research worked in batch culture with pH variation 2,3,4,5,6 and detention time 60,90,120,150,180 minutes, with 150 rpm shaker speed at room temperature (± 28°C), intial Cu2+ concentration 33,746 mg/l, and biosorbent mass 200 mg & 500 mg. Cu2+ adsorption optimally happened at pH 4 with detention time 120 minutes for 200 mg and 500 mg. Adsorption happened at every pH variation and detention time variation at optimum pH. S.cerevisiae strain with adsorption effeciency 42,64% and 62,52%, and for 200 mg and 500 mg S.cerevisiae from beer waste with adsorption effeciency 41,60% and 61,04%. Cell morfology could be seen with Scanning Electron Microscope (SEM) analition that proving the cell get damaged by adsorpting Cu2+ . Carboxyl group that originally present with high concentration still present on biosorbent but the concentration decreased, proving that Cu2+ adsorption causing some changement in biosorbent S.cerevisiae function group. Thus dry S.cerevisiae cultured and from beer waste can optimally adsorpt Cu2+ ion at pH 4 with detention time 120 minutes. Adsoption proses of this research follow Freundlich Isoterm with R2 value closest to 1 and the kinetic following orde 1.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?