DETAIL KOLEKSI

Interpretasi log untuk menentukan interval perforasi formasi tabul lapangan XX


Oleh : Rizky Eka Saputra

Info Katalog

Nomor Panggil : 851/TP/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Ratnayu Sitaresmi

Subyek : Hydrocarbons - Analysis

Kata Kunci : volume shale, water saturation, perforation

Z Zona yang dianalisis pada tulisan ini terdiri dari tiga zona yang berada dilapangan XX. Ketiga zona tersebut adalah X-1X, X-1Y, dan X-1Z. analisis dilakukan pada formasi Tabul yang terdiri dari sandstone dengan kandungan serpih rata-rata 13 %, sehingga formasi tersebut dikategorikan sebagai formasi kotor (shalyformation). Tujuan dari interpretasi log pada tulisan ini adalah mencari lapisan yang mengandung hidrokarbon dengan menghitung parameter batuan reservoir sepertivolume shale (Vsh), porositas (Ø), dan saturasi air (Sw).Oleh karena volume shale pada formasi Tabul cukup tinggi ini, maka perhitungan porositas batuan perlu dikoreksi terhadap volume shale. Untuk penentuan saturasi air di formasi dipilih metode yang sesuai untuk formasi dengan volume shale yang tinggi yaitu metode Indonesia. Berdasarkan perhitungan dengan metode Indonesia, Sw pada zona-zona sumur X-1 formasi Tabul berkisar antara 33% sampai 56 % dengan indikasi bahwa terdapat hidrokarbon di bagian atas dariformasi.Berdasarkan cut off Vsh 35 %, porositas 13 % dan Sw 75 %, maka interval yang disarankan untuk dilakukan perforasi adalah; 883.5 – 886 m zona X-1X, 1111,5– 1120 m zona X-1Y, dan 1164 –1168 m di zona X-1Z.

T The wells which were analyzed in this study consist of three zones that are located on field XX. Those zones are X-1X, X-1Y, and X-1Z. Analysis was performed on Tabul formation which consists of sandstone with the content of shale volume 13 % on average, so this formation is categorized as shale formation. The purpose of the log interpretation on this study is to find a layer that contain hydrocarbon by calculating reservoir rock parameters such as shale volume, porosity,and water saturation.The shale content in this formation is quite high; therefore we need to do the shale volume correction for the porosity calculation. For the water saturation determination, we used a method that most suitable for the high shale content,Indonesian method. Based on calculation with Indonesian method, water saturation in all zones on XX field is ranged from 33 % - 56 %, with indication of hydrocarbon on the top of formation.Based on the cutoff 35% shale volume, 13% porosity, and 75% water saturation, the interval which are suggested for perforation are: 883.5 - 886 m at X-1X zone, 1111,5 - 1120 m at X-1Y zone, then 1164 – 1168 m at X-1Z zone.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?