DETAIL KOLEKSI

Sistem simulasi pola penyebaran penyakit septicaemia epizootuca menggunakan metode cellular automata di NTT


Oleh : Leni Muslimah

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Dian Pratiwi

Subyek : Diseases - Simulation system;Computer networks;Computer programming language

Kata Kunci : septicaemia epizootica, cellular automata, visualization, simulation, cartogram


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_IF_06414022_Halaman-Judul.pdf 3309.99
2. 2018_TA_IF_06414022_Bab-1.pdf 979.92
3. 2018_TA_IF_06414022_Daftar-Pustaka.pdf 999.4

P Penyakit Ngorok (Septicaemia Epizootica) adalah penyakit yang disebabkan Pasteurella Multocida B:2, menyerang hewan sapi bersifat akut dan sangat fatal. Nusa Tenggara Timur merupakan produsen ternak di Indonesia wilayah Timur, salah satunya yaitu di Kabupaten Kupang. Oleh sebab itu masyarakat NTT lebih dominan beternak sapi. Namun binatang ternak ini rentan terhadap berbagai penyakit, terutama SE yang hampir ada disetiap tahunnya. Pencegahan SE ini dilakukan dengan cara pemberian vaksin pada setiap sapi yang ada di wilayah NTT.Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari UPT Veteriner daerah NTT yang didapatkan dari seorang pegawai sekaligus dokter hewan. Data yang didapat adalah data yang dikumpulkan dari tahun 2014, 2015 dan 2016. Atribut yang akan diidentifikasi dan digunakan untuk data training dan data uji yang diambil dari pemerintah NTT meliputi : nama daerah, jumlah sapi dan jumlah sapi yang mati. Sebelum melakukan simulasi CA terlebih dahulu membuat visualisasi data. Tujuannya ialah untuk mengkomunikasikan informasi (data) secara jelas dan dapat dipahami oleh pengguna dalam bentuk gambar.Pada Simulasi CA terdapat beberapa tahapan yang akan dilalui yakni pengumpulan data, proses penyeleksian data, pembuatan kartogram lalu kemudian pembentukan simulasi CA. Proses simulasi CA dilakukan menggunakan rumus Von Neumann R1 yang menerapkan skema ketetanggaan yang terdiri dari 4 tetangga. Tingkat keakuratan dari aplikasi ini adalah 77%. Namun belum bisa dipastikan apakah rumus Von Neumann R1, sesuai untuk penelitian ini dikarenakan data yang didapat terlalu sedikit. Akan tetapi sudah bisa digunakan untuk simulasi dengan melihat perubahan warna yang terjadi di daerah-daerah tersebut sesuai data yang sudah diolah.

S Snoring (Septicaemia Epizootica) is a disease caused by Pasteurella Multocida B: 2, attacking cattle is acute and very fatal. East Nusa Tenggara is a livestock producer in Eastern Indonesia, one of which is in Kupang Regency. Therefore the NTT community is more dominant in raising cattle. However, these animals are susceptible to various diseases, especially SE which is almost there every year. The prevention of SE is carried out by administering vaccines to every cow in the NTT region.The data used in this study came from the NTT Regional Veterinary UPT obtained from an employee as well as a veterinarian. The data obtained is data collected from 2014, 2015 and 2016. Attributes that will be identified and used for training data and test data taken from the NTT government include: name of area, number of cows and number of dead cows. Before doing a CA simulation, first make a data visualization. The aim is to communicate information (data) clearly and can be understood by users in the form of images.In CA Simulation there are several stages that will be passed namely data collection, data selection process, making cartograms and then the formation of CA simulations. The CA simulation process is carried out using the Von Neumann R1 formula which applies a neighboring scheme consisting of 4 neighbors. The accuracy of this application is 77%. However, it is uncertain whether the Von Neumann R1 formula is suitable for this study because there is too little data available. However, it can already be used for simulations by looking at the color changes that occur in these areas according to the data that has been processed.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?