DETAIL KOLEKSI

Perbaikan kualitas komponen cylinder head 1/2 hp menggunakan Metode Six Sigma pada PT. Sharprindo Dinamika Prima


Oleh : Amanda Priscilla Arfiani

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Triwulandari

Subyek : Six sigma (Quality control standard);Industry - Quality control

Kata Kunci : quality improvements, 1/2 hp cylinder head components, Six Sigma Method, PT. Sharprindo Dinamika Pri


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_STI_063001600011_Halaman-Judul.pdf 1218.34
2. 2020_TA_STI_063001600011_Lembar-Pengesahan.pdf 736.91
3. 2020_TA_STI_063001600011_Bab-1_Pendahuluan.pdf 766.38
4. 2020_TA_STI_063001600011_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 1405.12
5. 2020_TA_STI_063001600011_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 757.7
6. 2020_TA_STI_063001600011_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 2964.2
7. 2020_TA_STI_063001600011_Bab-5_Kesimpulan.pdf 627.28
8. 2020_TA_STI_063001600011_Daftar-Pustaka.pdf 714.81
9. 2020_TA_STI_063001600011_Lampiran.pdf 1039.12

K Kualitas merupakan kunci dari suatu perusahaan untuk dapat menguasai pasar. PT. Sharprindo Dinamika Prima merupakan perusahaan industri yang bergerak dibidang manufaktur. Dalam rangkaian proses produksi ditemukan persentase jumlah produk cacat yang sudah melebihi batas maksimal perusahaan. Permasalahan terjadi pada divisi foundry untuk komponen Cylinder Head ½ HP dengan rata-rata persentase jumlah produk cacat bulan April 2019 – Juni 2019 sebesar 14,1% dimana batas maksimal perusahaan 8%. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya perbaikan kualitas untuk meminimasi persentase jumlah produk cacat. Metode Six Sigma digunakan untuk melakukan peningkatan kualitas dengan tahapan Define, Measure, Analyze, Improve dan Control. Terdapat 4 CTQ yang teridentifikasi yaitu keropos, sambungan dingin, permukaan kasar dan keras. Nilai DPMO sebelum perbaikan sebesar 34000 dengan tingkat sigma 3,33. Setelah menganalisa kecacatan yang terjadi menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis yang menghasilkan nilai RPN tertinggi sebesar 720 dari jenis kecacatan permukaan kasar dan Fault Tree Analysis yang menghasilkan nilai probabilitas top event sebesar 0,2666 didapatkan usulan perbaikan berupa display tabel komposisi mixing pasir, penyediaan alat penampungan pasir, penydiaan alat pengukur kepadatan dan pemberian himbauan untuk operator. Nilai DPMO sesudah dilakukan perbaikan sebesar 28000 dengan tingkat sigma 3,41.

Q Quality is a key of a succes for any company to lead a market.PT Sharprindo Dinamika Prima is an industrial company in manufacturing sector. Found in its production process a number of failed product is increasing and exceed the company’s standard limit. The failed product is come from foundry division especially on a component called cylinder head ½ hp which is 14.1% failed on average within period of 2019 April – 2019 June where the allowed number as company’s standard is only limit to 8%. The research was done in order to improve the quality to reduce and minimizing the number of failed product. Six Sigma method has been applied on this project to improve the quality through proper stages such as Define, Measure, Analyze, improve and Control. On Analyze’s stage we are using a Failure Mode and Effect Analysis Method and Fault Tree Analysis.We found there are 4 CTQ as following: porosity, cold joint, rough surface and hard surface. Before improvement, the value of DPMO is 34000 with 3,33 sigma’s level.After we analyzed carefully the failure, we suggested some improvement actions such as using a display where can easily read by operator a table of sand mixing composition, sand collecting device, density measuring device and working instruction as well. After improvement actions have been applied, the value of DPMO reduced to 2800 with 3.41 of sigma’s level

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?