DETAIL KOLEKSI

Optimasi produksi lapangan gas X dengan integrasi simulasi reservoir dan jaringan pemipaan


Oleh : Jeffier Winarta

Info Katalog

Nomor Panggil : 2066/TP/2013

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2013

Pembimbing 1 : Ratnayu Sitaresmi

Subyek : Reservoirs

Kata Kunci : wells, initialization, history matching, prediction, production, modeling reservoir, simulation proc


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2013_TA_TM_07108087_8.pdf 696.85
2. 2013_TA_TM_07108087_7.pdf 482.57
3. 2013_TA_TM_07108087_6.pdf 884.25
4. 2013_TA_TM_07108087_5.pdf 814.08
5. 2013_TA_TM_07108087_4.pdf 2146.81
6. 2013_TA_TM_07108087_3.pdf 1314.93
7. 2013_TA_TM_07108087_2.pdf 453.31
8. 2013_TA_TM_07108087_1.pdf 4221.73

L Lapangan X merupakan reservoir gas yang mulai berproduksi pada bulan maret tahun 2010. Lapangan ini memiliki lima sumur yang pernah memproduksi gas dan sumur yang masih berproduksi sampai Agustus 2011 yaitu Well-3, Well- 4, Well-5, Well-6, Well-01ST. Besarnya cadangan awal gas di tempat (IGIP) sebesar 80.06 BScf sehingga Lapangan X masih berpotensi untuk dilakukannya pengembangan. Usaha pengembangan Lapangan X dilakukan dengan simulasi reservoir dan simulasi integrasi dimana hasil pemodelan diharapkan dapat mewakili model reservoir yang sebenarnya. Simulasi dimulai dari pembuatan model yaitu dengan memodelkan kondisi reservoir secara matematik dengan meng-integrasikan berbagai data yang ada (geologi dan reservoir) untuk memperoleh kinerja reservoir dengan teliti pada berbagai kondisi sumur dan skenario produksi. Model simulasi ini memiliki jumlah cell 215 x 149 x 19 atau total grid cell 608665 cell. Dalam penulisan Tugas Akhir ini, digunakan simulator ECLIPSE tipe Black Oil Simulator (E100), PROSPER, dan GAP Proses simulasi reservoir Lapangan X dimulai dengan tahapan sebagai berikut : persiapan data, pembuatan model dan grid, inisialisasi, history matching dan prediksi. Proses inisialisasi dilakukan untuk menyelaraskan terhadap IGIP atau jumlah hidrokarbon awal yang mengisi reservoir dengan control volume hidrokarbon dengan perhitungan volumetrik. History matching atau penyelarasan model dilakukan untuk melihat apakah model reservoir yang dibuat sudah mewakili kondisi reservoir yang sebenarnya dengan merubah parameter diantaranya permeabilitas relatif dan transmisibilitas. Pada Proses simulasi integrasi Lapangan X, merupakan tindak lanjut dari simulasi reservoir yang kemudian di gabungkan dengan jaringan pemipaan (GAP) yang sebelumnya sudah dilakukan integrasi well design (Prosper) ke dalam jaringan pemipaan. Wadah penggabungan Paralel Virtual machine dipergunakan dari PETEX. Rencana pengembangan Lapangan dilakukan dengan memprediksi selama 13 tahun (sampai Agustus 2026) dengan tujuan dapat memberikan pengurasan yang maksimal. Skenario yang direncanakan sebelumnya dibagi menjadi 2 yaitu dengan adanya Compressor dan tanpa adanya Compressor kemudian beberapa skenario di buat, diantaranya yaitu Skenario pertama (Base-case + KUPL), skenario kedua dengan penambahan 1 Infill sumur, skenario ketiga dengan penambahan 2 sumur Infill dan skenario keempat dengan penambahan 3 sumur Infill, serta terakhir skenario kelima dengan penambahan 4 sumur Infill. Hasil peramalan produksi antara simulasi reservoir dan simulasi integrasi terjadi perbedaan yang bervariasi, untuk tanpa Compressor skenario 1 sebesar 9.06%,, skenario 2 sebesar 9.05%, skenario 3 sebesar 6.69%, skenario 4 sebesar 6.15%, skenario 5 sebesar 8.6%.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?