DETAIL KOLEKSI

Pengolahan air efluen constructed wetland menggunakan filter pasir lambat kombinasi karbon aktif tempurung kelapa


Oleh : Arief Sigit Nugroho

Info Katalog

Nomor Panggil : 082.707

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2010

Pembimbing 1 : Ariani Dwi Astuti

Pembimbing 2 : Rositayanti Hadisoebroto

Subyek : Land water - etrenchment and surface water

Kata Kunci : Slow sand filtration, The the rate of filtration, Clean water.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2010_TA_TL_08203006_Halaman-Judul.pdf 1135.29
2. 2010_TA_TL_08203006_Bab-1.pdf 585.65
3. 2010_TA_TL_08203006_Bab-2.pdf 911.62
4. 2010_TA_TL_08203006_Bab-3.pdf 687.34
5. 2010_TA_TL_08203006_Bab-4.pdf 1741.21
6. 2010_TA_TL_08203006_Bab-5.pdf 591.78
7. 2010_TA_TL_08203006_Daftar-Pustaka.pdf 593.12
8. 2010_TA_TL_08203006_Lampiran.pdf 3606.18

S Sekitar 70% dari bagian bumi merupakan perairan dimana hanya 1% saja yang dapat dimanfaatkan sebagai air bersih, sehingga hal perlu adanya upaya penghematan penggunaan air tanah dan air permukaan dengan cara mengolah suatu alternatif air baku, misalnya melalui proses daur ulang air olahan menjadi air bersih untuk memenuhi kebutuhan pokok makhluk hidup sehari-hari yang harus memenuhi syarat kesehatan secara fisik, kimia, biologis. Sehingga harus diolah dalam suatu teknologi pengolahan, dimana salah satu teknologi yang dapat digunakan dalam skala rumah tangga adalah dengan menggunakan teknologi pengolahan sistem saringan pasir lambat kombinasi karbon aktif (tempurung kelapa). Dalam penelitian ini, Reaktor pasir lambat mengolah air olahan Constructed Wetland yang terdapat di SMUN 1 bekasi menjadi air bersih untuk penyiraman tanaman (BM Kelas III PP. No. 82 Tahun 2001Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air). Debit harian air baku rata-rata sebesar 2,15 m3/hari yang diolah dalam reaktor ini dengan luas 0,25 m2, yang dilengkapi bak reservoir (250 liter), berfungsi sebagai penampung air olahan. Variasi kecepatan penyaringan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0.35 m/jam, 0,2 m/jam, 0,1 m/jam. Dari hasil analisis data secara keseluruhan dalam penelitian ini, maka kecepatan penyaringan yang disarankan adalah kecepatan penyaringan 0,35 m/jam, selain sesuai dengan kapasitas reaktor variasi kecepatan penyaringan ini mampu menyisihkan parameter COD rata-rata sebesar 21,27 mg/L dengan efisiensi rata-rata sebesar 65,29% dan hasil perhitungan kinematik pada reaktor didapatkan nilai n 1,394 dan nilai K 5,019 m-1, R2 = 0,998, sedangkan penyisihan parameter BOD rata-rata sebesar 9,37 mg/L dengan efisiensi rata-rata sebesar 74,52% dan hasil perhitungan kinematik pada reaktor didapatkan nilai n 0,800 dan nilai K 5,597 m-1, R2 = 0,982, untuk parameter TSS mampu disisihkan rata-rata sebesar 16,17 mg/L dengan efisiensi rata-rata sebesar 54% dan hasil perhitungan kinematik didapatkan nilai n 0,256 dan nilai K 1,656 m-1, R2 = 0,848, sedangkan parameter Total Fosfat mampu disisihkan rata-rata sebesar 0,90 mg/L dengan efisiensi rata-rata sebesar 27,95% dan hasil perhitungan kinematik didapatkan nilai n 1,159 dan nilai K 0,061 m-1 R2 = 0,440, sedangkan penyisihan parameter Total Nitrogen rata-rata sebesar 9,34 mg/L dengan efisiensi rata-rata sebesar 28,32% dan hasil perhitungan kinematik pada reaktor didapatkan nilai n 1,022 dan nilai K 4,456 m-1, R2 = 0,833, maka dari hasil analisis tersebut maka parameterparameter yang disisihkan telah memenuhi standar baku mutu Kelas III PP. No.82 Tahun 2001. Nilai pH dari hasil uji laboratorium berkisar antar 6,8-7,3 yang merupakan pH optimum untuk air bersih, sedangkan konsentrasi deterjen pada efluen reaktor sebesar 573 μg/L (belum memenuhi BM 200 μg/L) dan konsentrasi total coliform sebesar 26 MPN/100ml (telah memenuhi BM 10.000 MPN/100ml).

A All around of 70 % from the part of the earth is a water formed, where the only 1 % could be used as ar clean water, with the result, It needs a land water using etrenchment and surface water by processing the alternative of standard water. For example standard water recycle processing become a clean water to fulfill of daily human needs which all have to pass the health conditional as a physics, chemistry and biology. All the conditions have to pass in process technology, where the one of that could be used in neighborhood scale are using slow sand filtration with combination active carbon (piece of coconut shell). In this research, the slow sand reactor processed fickle water (constructed wetland) in 1 Bekasi Junior High School become a clean water for a plant (BM 3rd class, government rule No. 82 year of 2001 about management water quality and water pollution controlled).The rate of blow daily standard water has an average around 2,15 m³/day which tricked in this reactor and has a width 0,25 m², and reservoir basin completed (252 litres) has a function as a fickle water cross-section. The variety rate of filtration which could be used in this research is 0.35 m/hour, 0.2 m/hour, 0.1 m/hour. From the whole of analysis in this research, the rate of filtration which suggested is a rate of filtration about 0,35 m/hour, beside appropriated with reactor activity, it could be eliminated the COD parameter which an average 21,27 mg/L with the removal average about 65,29 % and from the result of kinematic calculation in reactor has n value 1,394 and K value 5,019 m-1 R2 0,998, while BOD average is 9,37 mg/L with an average removal 74,52 % and from the result of kinematic calculation in reactor has n value 0,820 and K value 5,597 m-1, R2 0,982 , for TSS parameter could be moved about 16,17 mg/L with the removal as big as 54 % and from the result of kinematic calculation, has n value 0,256 and K value 1,656 m-1. R2 0,848, while Total Phosfat parameter could be moved an average about 0,90 mg/L with the removal an average 27,95 % and from the result of kinematic calculation has n value 1,15 g and K value 0,061 m-1, R2 0,440 , while the elimination of Total Nitrogen parameter has an average 9,34 mg/L with an average removal 28,32 % and from the result of kinematic calculation in this reactor, has n value 1,022 and K value 4,456 m-1 R2 0,833, and from the analysis, the parameters which eliminated has fulfill the effluent standard 3rd class, the government rule No.82/2001. pH value from laboratory result has an average around 6,8-7,3 which is optimum pH for clean water, while the concentration of detergent for reactor effluent is 573 μg/L (the effluent standard 200 μg/L ) and the concentration of coliform total is 26 MPN/100ml (has fulfill the effluent standard 10.000 MPN/100ml).

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?