DETAIL KOLEKSI

Pembesaran gingiva sebagai manifestasi awal leukimia (Studi Pustaka)

0.2


Oleh : Wan Nur Syuhada Binti Wan Zahari

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.632/Zah/p

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2012

Pembimbing 1 : drg.R.Setyohadi,Sp.Perio

Subyek : Periodontics;Physicians and dental specialists

Kata Kunci : leukemia, gingival enlargement, thrombocytopenia


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2012_TA_KG_04008204_Halaman-Judul.pdf 461.48
2. 2012_TA_KG_04008204_BAB-1.pdf 1658.21
3. 2012_TA_KG_04008204_BAB-2.pdf 7621.79
4. 2012_TA_KG_04008204_BAB-3.pdf 2678.2
5. 2012_TA_KG_04008204_BAB-4.pdf 1336.42
6. 2012_TA_KG_04008204_Daftar-Pustaka.pdf 1189.83

L Leukemia adalah suatu penyakit keganasan yang berawal dari pembentukan jaringan sel darah putih. Di Amerika Serikat, sekitar 2.5% dari kanker adalah leukemia, dan 3.5% kematian akibat kanker dapat dikaitkan dengan leukemia. Di Indonesia,sekitar 30-40% kasus kanker pada anak-anak adalah leukemia. Menurut perjalanan penyakit, leukemia dapat dikelompokkan menjadi leukemia akut dan kronis. Berdasarkan jenisnya, leukemia dibagi menjadi leukemia mielogenous akut (LMA), leukemia mielogenous kronis (LMK), leukemia limfoblastik akut (LLA), dan leukemia limfositik kronis (LLK). Gejala klinis yang umum pada leukemia adalah anemia, kelemahan, keletihan, kulit pucat dan trombositopenia pada membran mukosa dengan kecenderungan perdarahan serta leukopenia sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi. Pembesaran gingiva adalah tanda klinis yang sering ditemukan dalam rongga mulut dengan prevalensinya lebih sering pada leukemia akut dibanding kronis yaitu 36% pada leukemia akut dan 10% terjadi pada leukemia kronis. Gambaran klinis pembesaran gingiva pada leukemia adalah gingiva bewarna merah kebiruan dengan permukaan yang mengkilap, konsistensinya agak padat tetapi mempunyai kecenderungan untuk pecah dan terjadi perdarahan spontan. Pembesaran gingiva paling sering pada leukemia monositik akut (67% kasus), diikuti dengan leukemia mielomonositik akut (18.5%), dan leukemia mielositik akut (14%). Perawatan periodontal pada pasien leukemia memerlukan konsultasi dengan dokter gigi dan dokter spesialis yang menangani pasien.

L Leukemias are malignant neoplastic disease of the white blood cell-forming tissues. In the United States, approximately 2.5% of all cancers are leukemia, and 3.5% of deaths from cancer can be attributed to this disease. In Indonesia, about 30-40% cases of cancer in children is leukemia. Leukemias are classified as either acute or chronic, depending on the presentation of the disease. According to its type, leukemias are divided into acute myelogenous leukemia (AML), chronic myelogenous leukemia (CML), acute lymphoblastic leukemia (ALL), and chronic lymphocytic leukemia (CLL). The common clinical signs, among others, are anemia, weakness, fatigue, pallor of skin, thrombocytopenia of mucous membrane with associated bleeding tendencies and leukopenias resulting in increased susceptibility to infection. Gingival enlargement is the most common sign in patients with leukemia, with the prevalence is more common in acute than chronic leukemia, was apparent in 36% of the individuals with acute forms of leukemia and in 10% of those with chronic forms. Clinical features of leukemic gingival enlargement include bluish-red gingival with a shiny surface, the consistency is moderately firm but there is a tendency towards friability and spontaneous bleeding. Gingival enlargement is most common in acute monocytic leukemia (67% of cases), followed by acute myelomonocytic leukemia (18.5%), and acute myelocytic leukemia (4%). Periodontal treatment in patients with leukemic requires consultation between physicians and dental specialists who treat the patients.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?