DETAIL KOLEKSI

Analisis squeeze cementing berdasarkan data log CBL pada sumur RA-1 dan RA-2

5.0


Oleh : Rian Anugerah Halim

Info Katalog

Nomor Panggil : 381/TP/2016

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Lilik Zabidi

Pembimbing 2 : Rizki Akbar

Subyek : Squeeze cementing analysis;Data log CBL

Kata Kunci : squeeze cementing analysis, data log CBL, wells RA -1, wells RA -2


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TM_07111301_Halaman-judul.pdf 1712.13
2. 2016_TA_TM_07111301_Bab-1.pdf 575.29
3. 2016_TA_TM_07111301_Bab-2.pdf 1256.22
4. 2016_TA_TM_07111301_Bab-3.pdf 1503.75
5. 2016_TA_TM_07111301_Bab-4.pdf 2196.13
6. 2016_TA_TM_07111301_Bab-5.pdf 884.94
7. 2016_TA_TM_07111301_Bab-6.pdf 558.59
8. 2016_TA_TM_07111301_Daftar-pustaka.pdf 664
9. 2016_TA_TM_07111301_Lampiran.pdf 1800.15

P Pekerjaan squeeze cementing pada sumur RA-1 dan RA-2 dilakukan untukmemperbaiki hasil bonding cement yang kurang baik pada casing liner 7 inch.Zona yang memiliki kualitas cement yang kurang baik pada sumur ini terletaksekitar zona produktif, maka dilakukan perbaikan agar tidak tercampur zona lain.Untuk mengetahui interval yang akan diperbaiki digunakan log CBL, yang manadiketahui dalam pembacaan CBL interval kedalamanya pada sumur RA-1 sedalam1450 ft – 2106 ft (656 ft) dan pada sumur RA-2 sedalam 200 ft – 542 ft (342 ft).Dari data tersebut maka dapat dihitung volume cement yang dibutuhkan dalamkegiatan squeeze cementing ini. Sebelum dilakukanya kegiatan squeeze cementing, perlu dilakukan injectivity test dan juga communication test yang berguna untuk mengetahui perkiraan rate injeksi saat squeeze dan juga untuk mengetes ada atau tidaknya channeling pada dinding semen sumur tersebut. Hasil injectivity test keadaansumur RA-1 tidak memiliki loss dan communication pada dinding semennya namun pada sumur RA-2 terdapat indikasi adanya loss dan juga communication pada dinding semennya. Perlakuan yang diterapkan dalam pekerjaan squeeze cementing padasumur RA-1 dan RA-2 menggunakan cara berbeda dimana RA-1 tidak menggunakan packer dan RA-2 menggunakan packer, ini menimbulkan hasil yang berbeda pula dimana pada RA-1 squeeze tidak efektif dikarenakan masih tingginya amplitudo dari CBL, sedangkan pada RA-2 dapat dikatakan efektif.

T The purpose of squeeze cementing job in RA-1 and RA-2 well is to repair the result of bad bonding cement wall on the 7” production casing. The zone whom has the bad quality of cement in those well located at the productive zone, that why there must be a repairmen to prevent the productive zone mixing into the other non productive zone. To informing the interval that need to be repaired Log CBL is commonly used, therefore who already knowed that in the reading of CBL the interval of the RA-1 well is 1450 – 2106 ft(656 ft) and at the RA-2 well is 200 ft – 542 ft (342 ft). From the CBL reading data we can also knowing the volume of the cement that need to use in this squeeze cementing job. Before the squeeze cementing job, there need to do an injectivity test and also communication test that needed to knowing the estimate rate of injection when the squeeze job applied and also to testing a possibility of channeling behind the wall of the cement. The injectivity test result is informing that the RA-1 well isn’t have any loss or communication problem in the wall of the cement, but there’s a different condition in RA-2 wells whom have a indication of loss and channeling in the bonding of the cement. The treatment that were applied at the squeeze cementing job in those two wells were using different treatment where the RA-1 well isn’t used any packer in the squeeze, but the RA-2 well is use a packer and the result is different too. In RA-1 the squeeze isn’t effective because the amplitude of the CBL reading is still high, but in the RA-2 well is effective because the amplitude of CBL reading is low.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?