DETAIL KOLEKSI

Konversi energi : Perbandingan hasil distilator surya dengan sudut atap kaca 10 dan 30 derajat


Oleh : Sukianto

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Adianto

Subyek : Solar energy - comparison;Renewable energy resources;Solar power generation;Solar power plant

Kata Kunci : performance comparison, distilator solar, glassroof.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2011_TA_MS_06104040_Halaman-Judul.pdf 3749.08
2. 2011_TA_MS_06104040_Daftar-pustaka.pdf 579.26
3. 2011_TA_MS_06104040_Lampiran.pdf 1958.38

L Letak geografis Indonesia sebagai salah satu negara yang beriklim tropis dan memiliki 2 (dua) musim sehingga pada musim kemarau mempunyai waktu relatif Iebih lama dari pada daerah yang mempunyai Iebih dari dua musim. Dan juga Energi Matahari ini tidak akan pernah habis setama keberadaan manusia dan ramah terhadap Iingkungan, terlebih untuk mengantisipasi menipisnya cadangan bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui, seperti; minyak bumi, gas alam, batu-bara dan lain sebagainya. Masyarakat Indonesia mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Hal inilah yang mendorong dipelajari dan dikembangkannya sistem distilasi dengan memanfaatkan energi dari pancaran sinar matahari, sehingga sistem ini disebut juga distilator surya. Proses kerjanya diawali dan pangs sinar matahari yang memanaskan dan selanjutnya menguapkan air kotor pada bak ruang distilator, setelah itu uap akan terkumpul pada atap kaca. Dalam waktu tertentu uap akan berkondensasi, dan akhirnya kondensat akan malar menuju penampungan. Dari hasil perencanaan dan perancangan berdasarkan acuan referensi yang dibandingkan dengan hasil pengujian, maka penulis menyimpuikan diperoleh hasil sudut atap 10? dapat menghasilkan air bersih yang maksimal di karenakan sudut kemiringan atap yang berhubungan dengan kondensat hasil produksi (bukan sudut datang matahari); "Jika sudut terlalu besar maka kondensat akan lepas dari lintasan pada atap kaca. Akan tetapi jika sudut terlalu kecil/dibawah ± 10°, maka kondensat akan cenderung tetap untuk kemudian jatuh, dan kembali ke ruang bejana

T The geographical position of Indonesia as one of the tropical countries and has 2 (two) seasons in the dry season so it has a relatively longer time than the regions which have more than two seasons. Solar Energy And also it will never run out during the existence of humans and kinder to the environment, especially in anticipation of the depletion of fuel reserves are not renewable, such as petroleum, natural gas, coal and others. Indonesian society had difficulty getting clean water. This is what encourages study and development of distillation systems by utilizing energy from sunlight, so the system is also called solar distilator. The process begins its work and the heat that heats the sun's rays and then evaporating the water on the kitchen sink distilator space, after which steam will accumulate on the glass roof. In a certain time the vapor will condense and the condensate will eventually malar toward shelter. From the planning and design based on the benchmark reference in comparison with the test results, the authors conclude obtained results point of the roof 10 ? can produce clean water is a maximum in because of the angle of the roof associated with condensate production (not the angle of the sun); "If the angle is too large, the condensate will be separated from the track on the glass roof. However, if the angle is too small / below ± 10?, then the condensate will tend to remain for the later fall, and returned to the vessel

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?