DETAIL KOLEKSI

Kinerja operasi aerated drilling pada Sumur N di Lapangan Panas Bumi K


Oleh : Riviani Kusuma Wardani

Info Katalog

Nomor Panggil : 290/TP/2015

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Bambang Kustomo

Pembimbing 2 : Kris Pudyastuti

Subyek : Aerated drilling;Transport cutting ratio

Kata Kunci : aerated drilling, transport cutting ratio, Wells N, Geothermal Field K


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_TM_07110239_Halaman-judul.pdf 2053.57
2. 2015_TA_TM_07110239_Bab-1.pdf 528.63
3. 2015_TA_TM_07110239_Bab-2.pdf 860.72
4. 2015_TA_TM_07110239_Bab-3.pdf 1576.52
5. 2015_TA_TM_07110239_Bab-4.pdf 1948.04
6. 2015_TA_TM_07110239_Bab-5.pdf 641.53
7. 2015_TA_TM_07110239_Bab-6.pdf 622.87
8. 2015_TA_TM_07110239_Daftar-pustaka.pdf 636.08
9. 2015_TA_TM_07110239_Lampiran.pdf 2991.04

S Sumur N merupakan salah satu sumur di Lapangan Panas Bumi K. Lapangan Panas Bumi N berlokasi di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Sumur N dibor sampai kedalaman 2700 meter Kedalaman Ukur (mKU) / 2425 meter Kedalaman Terukur (mKT). Dengan menggunakan teknik aerated drilling, pemboran sumur N direncanakan akan selesai sampai 56 hari.Tujuan utama penggunaan teknik aerated drilling pada sumur N adalah untuk menanggulangi daerah dengan tekanan formasi yang lemah atau mempunyai potensi terjadi masalah hilang sirkulasi, terutama hilang sirkulasi total. Selain itu, penggunaan sistem ini diharapkan dapat mengangkat serbuk bor dari daerah hilang sirkulasi kepermukaan.Langkah yang dilakukan adalah menganalisa parameter-parameter yang dapat mengevaluasi kinerja operasi pemboran aerated yang mencakup volume gas injeksi, densitas dan laju volumetrik udara, fraksi cairan dalam aerated, viskositas aerated, kecepatan dan pola aliran aerated, konsentrasi cutting (Cc) pada annulus lubang bor, rasio transport cutting (Ft), dan kecepatan pengangkatan serbuk bor.Hasil evaluasi dan optimasi dari lima parameter pada operasi Aerated drilling pada trayek 17 ½”, 12 ¼”, dan 9 5/8” menunjukkan pengangkatan sebuk bor sudah cukup optimum karena parameter-parameter hasil perhitungan menunjukkan kecepatan alir fluida di annulus (Vann) lebih besar dari kecepatan minimum pengangkatan cutting (Vmin), konsentrasi cutting (Cc) lebih kecil dari 4%, Transport Cutting Ratio (Ft) lebih besar dari 80%, dan pola aliran transisi.

W Well N is one of wells in Geothermal Field K. Geothermal Field K located in Muara Enim, South Sumatera. Well N drilled to 2700 mKU / 2425 mKT. By using aerated drilling techniques, well N planned to be completed until 56 days.The main objective on the use of aerated drilling in well N is to control the zone of weak formation pressure or zone which have some sort of lost circulation problem, especially the total lost circulation. In addition, the use of this system is expected to lift cuttings from the loss circulation zone to the surface.The steps are parameters analysis which evaluate performance of aerated drilling operation such as gas injection volume, density and air volumetric rate, fraction fluids of aerated, aerated viscosity, flow rate and pattern of aerated, concentration of cuttings (Cc) in bore hole annulus, transport cutting ratio (Ft), and rate of cutting lifting.The evaluation and optimization analysis of five parameters in aerated drilling operation at 17 ½”, 12 ¼” and 9 5/8” traject, show that cutting lifting has been optimum because parameters from the calculations showed fluids flow in annulus (Vann) is faster than cutting lifting minimum (Vmin), concentration of cuttings (Cc) is less than 4%, Transport Cutting Ratio (Ft) is more than 80% and pattern of flow is transition.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?