DETAIL KOLEKSI

Analisis penerapan konsep scaled span untuk menentukan tebal crown pillar di tambang bawah tanah Toguraci, PT Nusa Halmahera Minerals, Halmahera, Maluku Utara


Oleh : Pandufika Latansa Bima Amanta

Info Katalog

Nomor Panggil : 511/TT/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Pancanita Novi Hartami

Pembimbing 2 : Bani Nugroho

Subyek : Mining;Crown pillar

Kata Kunci : crown pillar, scaled span, RMR, Q system


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_TB_07311072_Halaman-judul.pdf 2923.38
2. 2018_TA_TB_07311072_Bab-1.pdf 590.58
3. 2018_TA_TB_07311072_Bab-2.pdf 1145.95
4. 2018_TA_TB_07311072_Bab-3.pdf 1805.59
5. 2018_TA_TB_07311072_Bab-4.pdf 845.74
6. 2018_TA_TB_07311072_Bab-5.pdf 3295.8
7. 2018_TA_TB_07311072_Bab-6.pdf 1263.15
8. 2018_TA_TB_07311072_Bab-7.pdf 642
9. 2018_TA_TB_07311072_Daftar-pustaka.pdf 643.87
10. 2018_TA_TB_07311072_Lampiran.pdf 6137.96

K Kestabilan Tambang Bawah Tanah sangat penting untuk diperhatikan. TebalCrown pillar di PT Nusa Halmahera Minerals (PT NHM) harus sering di evaluasiapakah masih aman atau ≤ 25 m, karena standar minimal PT NHM minimal adalah25 m.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana situasi kondisi saatini dari Crown Pillar. Tebal dari Crown pillar yang sudah mencapai 25 mdisarankan di tutup dengan pasta di area tersebut. Untuk menentukan Crown Pillardapat dilakukan di software Leapfrog kemudian dari data tebal Crown Pillar kitainput menjadi geometri Scaled span yang kita hitung secara teoritis. Melihat faktorbatuan dari RMR dan Q sistem sangat penting untuk dijadikan parameter metodeScaled Span.Hasil dari penelitian ini adalah kita dapat mengetahui kondisi batuan di lokasipenelitian dari pengeboran geoteknik kemudian dilakukan logging geoteknik untukmendapatkan RMR dan Q system. Hasil evaluasi dari crown pillar mengacu daritabel Carter et al 2008 modifikasi dari Carter dan Miler 1995. Lokasi TD 5092 ADec 1 dan lokasi TW 5065 A Dec 6 kondisi actual tebal Crown pillar adalah 25 mdan 26 m sehingga sangat disarankan area tersebut untuk ditutup dengan pasta dantidak ada lagi kegiatan dia area tersebut

U Underground Mining Stability is very important to note. The thickness of theCrown pillar at PT Nusa Halmahera Minerals (PT NHM) should be evaluatedfrequently whether it is safe or ≤25 m, since minimum PT NHM minimum is 25m.The purpose of this study is to find out how the situation of the currentcondition of Crown Pillar. The thickness of the Crown pillar that has reached 25m is recommended to cover with the pasta in the area. To determine Crown Pillarcan be done in software Leapfrog then from our Crown Pillar thick data input intoScaled span geometry that we calculate theoretically. Looking at the rock factor ofRMR and Q system is very important to be used as Scaled Span methodparameter.The result of this research is we can know the condition of rock at researchlocation from geotechnical drilling then geotechnical logging to get RMR and Qsystem. Evaluation of crown pillar refers to Carter et al table 2008 modified fromCarter and Miler 1995. Location of TD 5092 A Dec 1 and location of TW 5065 ADec 6 actual actual condition of Crown pillar is 25 m and 26 m so it is stronglyrecommended that area to be closed with pasta and no more activities he area

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?