DETAIL KOLEKSI

Analisis perbandingan desain ulang ESP dan konversi gas lift pada sumur X di lapangan Z


Oleh : Fadiel

Info Katalog

Nomor Panggil : 822/TP/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : M. Taufiq Fathadin

Pembimbing 2 : Djoko Sulistyanto

Subyek : Well - drilling

Kata Kunci : artificial lift, submersible pump


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA-_TM_07111123_Halaman-judul.pdf 1804.32
2. 2018_TA-_TM_07111123_Bab-1.pdf 552.43
3. 2018_TA-_TM_07111123_Bab-2.pdf 1081.05
4. 2018_TA-_TM_07111123_Bab-3.pdf 1342
5. 2018_TA-_TM_07111123_Bab-4.pdf 2365.04
6. 2018_TA-_TM_07111123_Bab-5.pdf 571.77
7. 2018_TA-_TM_07111123_Bab-6.pdf 552.83
8. 2018_TA-_TM_07111123_Daftar-pustaka.pdf 537.6
9. 2018_TA-_TM_07111123_Lampiran.pdf 2052.33

T Teknik pengangkatan buatan merupakan salah satu upaya primary recoveryyang digunakan untuk mengangkat fluida pada sumur-sumur produksi yang sudahtidak ekonomis apabila diproduksikan atau tidak dapat berproduksi secara alami(natural flow).Dalam mendesain suatu metode teknik pengangkatan buatan, perlumemperhitungkan faktor teknisnya. Oleh karena itu, penting untuk menganalisisdesain teknik pengangkatan buatan. Dalam Tugas Akhir ini akan dilakukanperbandingan implementasi dua jenis teknik pengangkatan buatan untuk LapanganZ, yaitu electric submersible pump (ESP) dan gas lift.Sumur ESP pada Lapangan Z belum sepenuhnya berproduksi denganoptimum. Sumur X merupakan sumur yang berproduksi dengan metode ESP padaLapangan Z. Setelah mengevaluasi karakteristik dan data produksi sumur, makaakan dilakukan optimasi dengan cara menaikan frekuensi dan mendesain ulangESP.Sebagai pembanding, dipilih metode gas lift karena karakteristik sumuryang cukup memenuhi syarat. Skenario terbaik yang akan dipilih dilihat dari faktortekniknya yaitu dengan kenaikan laju produksi tertinggi setelah memperhitungkanInflow Performance Curve mengunakan metode Wiggins. Setelah dilakukanperhtiungan pada masing-masing desain target ESP dan metode gas lift, hasilnya menunjukkan bahwa metode desain ulang ESP lebih baik dalam menaikkan lajuproduksi sumur X dibandingkan dengan metode gas lift.

A Artificial lift is one of primary recovery method that used to lift fluids onproducing wells that no longer economic to produce or cannot produce in naturalflow.Designing an artificial lift method necessary to calculate the technicalfactors. Therefore, it is important to analyze the artificial lift design. This finalassignment will compare the implementation of electric submersible pump (ESP)and gas lift on Z field.ESP well in Z Field have not produced in optimum rate yet. X is well thatproduce with the ESP method in Z Field. The optimation will be done withincreasing the ESP frequency and redesigning the ESP after evaluating thecharacteristic and the production data of the wells.As the comparison, the gas lift method has been chosen because the wellcharacteristic are qualified. The best scenario that would be chosen is consideredby the technical factors with the best increased production flow rate after calculatingInflow Performance Curve with Wiggins method. After the calculation of each ESP target design and gas lift method, the result show that ESP redesign method is betterat rising well production X well compared to gas lift method.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?