DETAIL KOLEKSI

Kajian penerapan trem di Kota Bogor lintas pelayanan Kedung Halang - Baranangsiang.


Oleh : Andarani Salsini

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Rahel Situmorang

Pembimbing 2 : Jaap C. Levara

Subyek : Trem transprtation;Physical characteristics of tramway

Kata Kunci : physical characteristics of tramway, land use, service area, traffic.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_SPW_083001400004_Halaman-Judul.pdf 51754.53
2. 2018_TA_SPW_083001400004_Bab-1.pdf 671.81
3. 2018_TA_PSW_083001400004_Bab-2.pdf 1524.19
4. 2018_TA_SPW_083001400004_Bab-3.pdf 276.28
5. 2018_TA_SPW_083001400004_Bab-4.pdf 2362.52
6. 2018_TA_SPW_083001400004_Bab-5.pdf 2493.74
7. 2018_TA_SPW_083001400004_Bab-6.pdf 268.55
8. 2018_TA_SPW_083001400004_Daftar-Pustaka.pdf 351.23

P Penyediaan angkutan harus dibersamai dengan perencanaan integrasi dengan moda angkutan lainnya. Seperti halnya rencana pembangunan LRT Lintas Pelayanan Cibubur-Bogor, dimana Pemerintah Kota Bogor mempersiapkan penyediaan angkutan trem dengan lintas pelayanan Kedung Halang – Baranangsiang untuk mengintegrasikan moda LRT tersebut. Pemilihan angkutan trem didasarkan pada kemampuan angkut yang tinggi. Namun, dalam penyediannya harus disesuaikan antara standar teknis trem dengan kondisi Kota Bogor. Sehingga muncul pertanyaan penelitian “Apakah moda angkutan trem dapat diterapkan di Kota Bogor?” dan “Apakah moda angkutan trem dapat menangani permasalahan kemacetan di Kota Bogor?”. Dalam hal ini, penilaian kesesuaian terbagi ke dalam 4, antara lain: a) Fisik dan Lingkungan, b) Penggunaan Lahan, c) Rencana Tata Ruang Wilayah, dan d) Transportasi. Dengan teknik analisis statistik deskriptif dan spasial didapatkan bahwa di Kota Bogor angkutan trem mampu diimplementasikan dengan beberapa persyaratan seperti pelebaran jalan pada beberapa ruas jalan serta perbedaan jalur lintasan karena adanya ketidaksesuaian pada kelerengan lahan yang diatasi dengan pembangunan jalur dengan tipe eksklusif (elevated). Dari penilaian aspek penggunaan lahan dan RTRW, jalur lintas pelayanan trem perlu diperpanjang hingga melayani Kawasan WP B dan WP E. Implementasi trem juga dapat digunakan sebagai penanganan kemacetan di Kota Bogor karena mampu mengurangi 20 % (skenario pesimis) hingga 98% (skenario optimis) kemacetan.

P Provision of transportation must be matched with planning for integration with other modes of transportation. As with the construction plan of the LRT CibuburBogor corridor Cross Service, where the Bogor City Government prepares to provide tram transport with the Kedung Halang - Baranangsiang service crossing to integrate the LRT mode. The choice of tram transportation is based on high transport capability. However, the supply must be adjusted between the technical standards of the tram and the conditions of Bogor City. So the research question arises "Can the mode of tram transportation be implemented in the city of Bogor?" And "Does the mode of tram transportation handle traffic congestion in the city of Bogor?" In this case, the conformity assessment is divided into 4, including: a) Physical and Environment, b) Land Use, c) Regional Spatial Planning, and d) Transportation. With descriptive and spatial statistical analysis techniques, it is found that in Bogor City tram transportation is able to be implemented with several requirements such as road widening on several roads and differences in trajectory due to discrepancies in slope of the land which is overcome by the construction of elevated type lanes. From assessing aspects of land use and RTRW, tram service crossing lines need to be extended to serve the WP B and WP Regions E. Tram implementation can also be used as congestion handling in Bogor City because it can reduce 20% (pessimistic scenario) to 98% (optimistic scenario) congestion.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?