DETAIL KOLEKSI

Evaluasi penanggulangan masalah lost circulation pada trayek 8½ sumur minyak AP-11 di Lapangan AP


Oleh : Anggoro Prastowo

Info Katalog

Nomor Panggil : 970/TP/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Abdul Hamid

Pembimbing 2 : Rizki Akbar

Subyek : Well - Drilling;Engineering - Oil Technic

Kata Kunci : drilling, lost circulation, partial lost, mud, LCM, formation pressure, hydrostatic pressure, circul


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_TM_071001300209_Halaman-judul.pdf 2043.9
2. 2018_TA_TM_071001300209_Bab-1.pdf 584.5
3. 2018_TA_TM_071001300209_Bab-2.pdf 1807.27
4. 2018_TA_TM_071001300209_Bab-4.pdf 901.23
5. 2018_TA_TM_071001300209_Bab-5.pdf 503.04
6. 2018_TA_TM_071001300209_Daftar-pustaka.pdf 592.06
7. 2018_TA_TM_071001300209_Lampiran.pdf 875.65

S Sumur AP-11 Lapangan AP merupakan jenis sumur pengembangan yangbertujuan untuk menambah produksi. Formasi yang di tembus terdiri dari batuanlimestone yang memiliki porositas dan permeabilitas yang tinggi bahkan bergua-guayang merupakan indikasi bisa terjadinya problem hilang lumpur pada pemboran sumurAP-11. Dari hasil analisa yang dilakukan pada interval kedalaman 6423,6 – 6430,39 ftTVD dengan ukuran lubang bor 8 ½ inch dengan lumpur yang dipompakan sebesar 550gpm. Berdasarkan aspek formasi, yaitu formasi batuan yang ditembus adalah limestoneyang memiliki nilai porositas dan permeabilitas yang tinggi. Sehingga dapat dikatakanpenyebab hilang lumpur pada interval kedalaman tersebut adalah karena formasibatuan limestone yang memiliki nilai porositas dan permeabilitas yang tinggi serta BHCPdari lumpur pemboran yang melebihi batas toleransi yaitu tekanan hidrostatik lumpurpemboran melebihi besar toleransi 100 psi - 200 psi.Penanggulangan yang dilakukan adalah menurunkan mud weight dari 11 ppgmenjadi 8,8 ppg sehingga besarnya tekanan hidrostatik lumpur pemboran juga dapatturun sehingga besarnya hilang lumpur yang terjadi dapat diminimalisir danmenambahkan 3 ppb PF ZD2F untuk mengurangi partial loss, mensirkulasikan 30 bblslumpur hi-vis yang bertujuan untuk membantu mengangkat cutting, di tambahkan 60ppb PF - ZD 2M LCM dan 60 ppb CaCo3-M untuk menutup zona hilangnya lumpur.

A AP Field AP-11 well is a type of development well that aims to increaseproduction. The translucent formation consists of limestone rock which has highporosity and permeability and even caves which are indicative of the problem ofmissing mud in the AP-11 well drilling. From the results of the analysis carriedout at a depth interval of 6423.6 - 6430.39 ft TVD with a size of 8½ inch drillholes with pumped mud of 550 gpm. Based on the aspect of formation, namely thepenetrated rock formation is limestone which has high porosity and permeabilityvalues. Based on the pressure aspect, the hydrostatic pressure of the mud andBHCP does not exceed the fracture formation pressure. So that it can be said thatthe cause of the loss of mud at the depth interval is due to limestone rockformation which has high porosity and permeability values and BHCP fromdrilling mud that exceeds the tolerance limit ie the hydrostatic pressure of drillingmud exceeds 100 psi - 200 psi.The countermeasures were reducing mud weight from 11 ppg to 8.8 ppg sothat the amount of hydrostatic pressure of drilling mud could also decrease sothat the amount of mud lost could be minimized and adding 3 ppb PF ZD2F toreduce partial loss, circulating 30 bbls of hi-vis sludge which aims to help lift thecutting, add 60 ppb PF - ZD 2M LCM and 60 ppb CaCo3-M to close the mud losszone.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?