DETAIL KOLEKSI

Analisis kestabilan lereng dua dimensi dan tiga dimensi dengan metode kesetimbangan batas di PT Bukit Asam Tbk.


Oleh : Astri Aulianissa Faradiba

Info Katalog

Nomor Panggil : 575/TT/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Masagus Ahmad Azizi

Pembimbing 2 : Irfan Marwanza

Subyek : Engineering - Geotechnic

Kata Kunci : three-dimensional slope stability analysis, limit equilibrium method, factor of safety, probability


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_TB_073001400014_Halaman-Judul.pdf 20009.18
2. 2018_TA_TB_073001400014_Bab-1.pdf 651.22
3. 2018_TA_TB_073001400014_Bab-2.pdf 2237.67
4. 2018_TA_TB_073001400014_Bab-3.pdf 932.99
5. 2018_TA_TB_073001400014_Bab-4.pdf 2866.19
6. 2018_TA_TB_073001400014_Bab-5.pdf 757.52
7. 2018_TA_TB_073001400014_Daftar-Pustaka.pdf 679.14
8. 2018_TA_TB_073001400014_Lampiran.pdf 4923.56

L Longsor yang terjadi di lereng Pit 3 Timur PT Bukit Asam Tbk. berpotensi mengganggu kegiatan penambangan atau kefatalan. Geometri lereng harus dirancang dengan mempertimbangkan aspek geoteknik untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya longsoran dan mengoptimalkan produksi. Oleh karena itu, dibutuhkan analisis kestabilan lereng untuk mengevaluasi apakah desain rencana geometri lereng sudah memenuhi kriteria kestabilan lereng. Indikator kestabilan lereng dapat berupa Faktor Keamanan (FK) dan/atau Probabilitas Kelongsoran (PK). Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghitung kestabilan lereng adalah metode kesetimbangan batas. Pada umumnya,permodelan kesetimbangan batas dilakukan dalam dua dimensi. Namun dalam memodelkan geometri yang kompleks, model dua dimensi tidak dapat menyimulasikannya dengan baik sehingga diperlukan permodelan lereng dalamtiga dimensi. Analisis kestabilan lereng pada desain rencana geometri lereng menyatakan bahwa daerah highwall Pit 3 Timur tidak stabil dengan nilai FKsebesar 0,88, PK 77,1% dan estimasi volume longsoran sebesar 1.979.060 m3. Rekomendasi geometri lereng keseluruhan daerah highwall agar tercapai kestabilan sesuai dengan kriteria Stacey (2009) yaitu tinggi lereng tunggal 10meter dengan sudut 45°, lebar berm 25 – 35 meter, lebar jalan 30 – 35 meter, dan sudut lereng keseluruh 14° – 16°. Rekomendasi geometri lereng ini menghasilkan nilai FK sebesar 1,25 – 1,26 dengan PK 3,8% – 7,7%.

L Landslides, which occurred at Pit 3 Timur of PT Bukit Asam Tbk., have the potential to obstruct the mining activities and lead to fatality. Slope geometry must be designed in consideration of geotechnical aspects to minimze thepossibility of landslides and optimize production. Therefore, a slope stability analysis is needed to evaluate whether the slope geometry plan design has met the criteria for slope stability. Slope stability indicators can be expressed in the formof Factor of Safety (FoS) and/or Probability of Failure (PoF). One of the methods used to calculate slope stability is the limit equilibrium method (LEM). LEM is often carried out in two-dimension model. However, in modeling complexgeometries, two-dimensional models cannot simulate them properly, so the three dimensional slope modeling is needed. Calculation of slope stability on slope geometry plan design states that the high wall of Pit 3 Timur is unstable with FoSvalues of 0.87, PoF 77.7% and estimated landslide volume of 1.979.060 m3. Geometry recommendations for the overall slope of the high wall area in order to achieve stability in accordance with Stacey's criteria (2009) are as follow: singleslope height of 10 meters with a 45 ° angle, berm width of 25-35 meters, road width of 30-35 meters, and the angles of overall slope are 14 ° - 16 °. This slope geometry recommendation produces FoS values of 1.25 - 1.26 with PoF 3.8% -7.7%.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?