DETAIL KOLEKSI

Evaluasi lost circulation pada sumur X lapangan Y trayek 8 1/2" kedalaman 1620 MMD/1527 MTVD


Oleh : Fikri Arief

Info Katalog

Nomor Panggil : 899/TP/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Bayu Satyawira

Pembimbing 2 : Dina Asmaul Chusniyah

Subyek : Drilling - Evaluation;Oil well drilling

Kata Kunci : lost circulation, depleted zone, lost circulation material


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_TM_071001400061_Halaman-Judul.pdf 2716.92
2. 2018_TA_TM_071001400061_Bab-1.pdf 727.29
3. 2018_TA_TM_071001400061_Bab-2.pdf 1312.66
4. 2018_TA_TM_071001400061_Bab-3.pdf 895.7
5. 2018_TA_TM_071001400061_Bab-4.pdf 927.79
6. 2018_TA_TM_071001400061_Bab-5.pdf 694.91
7. 2018_TA_TM_071001400061_Daftar-Pustaka.pdf 592.48
8. 2018_TA_TM_071001400061_Lampiran.pdf 1541.12

O Operasi pemboran memiliki berbagai kendala yang menyebabkan kegiatan pemboran berisiko mengalami keterlambatan waktu penyelesaian, sehingga berdampak pada biaya yang lebih besar. Dalam proyek operasi pemboran biasanya sering terjadi beberapa masalah yang tidak diharapkan. Masalah tersebut dapat mempengaruhi kesuksesan dari proyek operasi pemboran. Beberapa masalah yang sering terjadi dalam operasi pemboran, antara lain: pipe sticking atau pipa terjepit yaitu keadaan dimana sebagian dari pipa bor terjepit (stuck) di dalam lubang bor, jika masalah ini terjadi, maka gerakan pipa akan terhambat dan dapat mengganggu kelancaran proses operasi pemboran. Masalah lain yang sering terjadi adalah shale problem. Untuk menjaga agar shale tetap stabil, tidak runtuh atau longsor, biasanya dilakukan pemboran dengan menerapkan drilling practice serta mud practice yang baik. Permasalahan terakhir ketika melakukan operasi pemboran adalah lost circulation. Lost circulation atau hilang lumpur merupakan peristiwa hilangnya lumpur pemboran yang masuk ke dalam formasi. Hilangnya lumpur atau lost circulation ini merupakan permasalahan didalam pemboran yang masih sering terjadi pada kedalaman yang berbeda-beda. Penelitian tugas akhir ini membahas mengenai lost circulation yang terjadi pada pemboran Sumur X trayek lubang 8 ½” di kedalaman 1620 mMD / 1527 mTVD. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi penyebab terjadinya lost circulation tersebut yaitu menggunakan metode analisa perhitungan, seperti: tekanan hidrostatis, Annular Pressure Loss, tekanan dinamis, dan mengestimasi tekanan Formasi Baturaja. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, faktor yang menjadi penyebab lost circulation Sumur X trayek lubang 8 ½” di kedalaman 1620 mMD / 1527 mTVD adalah tekanan hidrostatis dan tekanan dinamis lumpur jauh lebih besar dibandingkan estimasi tekanan formasi Baturaja. Dalam hal ini, depleted zone pada Formasi Baturaja sangat potensial untuk menjadi penyebab lost circulation. Permasalahan lost circulation tersebut berhasil ditanggulangi dengan metode penyumbatan pada zona loss menggunakan Lost Circulation Material (LCM) berjenis flakes, yaitu Fracseal.

D Drilling operations have various probelem that cause drilling activities to be at risk of experiencing delays in completion time, thus impacting on greater costs. In the drilling operation project is usually has some unexpected problems. This problem can affect the success of the drilling operation project. Some of the problems that often occur in drilling operations, among others: pipe sticking or pinched pipe that is a state where a portion of the drill pipe is stuck in the drill hole, if this problem occurs, the pipe movement will be hampered and can disrupt the drilling operation . Another problem that often happens is the shale problem. To keep the shale stable, not collapse or landslides, drilling is usually applying drilling practice and good mud practice. The last problem when performing drilling operations is lost circulation. Lost circulation or mud loss is an event of loss of drilling mud into the formation. Loss of mud or lost circulation is a problem in drilling that still often occurs at different depths. This final project research discusses the lost circulation that occurs on X Well hole section 8½” depth 1620 mMD / 1527 mTVD. The method used to evaluate the causes of lost circulation is using calculation analysis methods, such as: hydrostatic pressure, Annular Pressure Loss, dynamic pressure, and estimating Baturaja Formation pressure. Based on the evaluation that has been carried out, the factor that causes the lost circulation of X Well hole section 8½” at depth 1620 mMD / 1527 mTVD is the hydrostatic pressure and dynamic pressure of the mud are greater than the estimated Baturaja Formation pressure. In this case, the depleted zone in the Baturaja Formation has the potential to be the cause of lost circulation. The problem of lost circulation was successfully overcome by the method of blockage in the loss zone using the flakes type Lost Circulation Material (LCM), namely Fracseal.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?