DETAIL KOLEKSI

Analisis keekonomian menggunakan PSC Skema Cost Recovery VS PSC Skema Gross Split pada wilayah kerja "X"


Oleh : Muhammad Rifaldy

Info Katalog

Nomor Panggil : 904/TP/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Syamsul Irham

Pembimbing 2 : -

Subyek : Petroleum - Economic aspects

Kata Kunci : PSC scheme gross split, PSC scheme cost recovery, NPV, IRR


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_TM_071001300139_Halaman-Judul.pdf 2216.41
2. 2018_TA_TM_071001300139_BAB-1.pdf 684.42
3. 2018_TA_TM_071001300139_BAB-2.pdf 1287.08
4. 2018_TA_TM_071001300139_BAB-3.pdf 688.86
5. 2018_TA_TM_071001300139_BAB-4.pdf 1561.12
6. 2018_TA_TM_071001300139_BAB-5.pdf 601.8
7. 2018_TA_TM_071001300139_Daftar-Pustaka.pdf 666.3
8. 2018_TA_TM_071001300139_Lampiran.pdf 1048.81

K Karya tugas akhir ini menganalisis dan membandingkan termin fiskal yang berlaku di Indonesia saat ini, yaitu antara Production Sharing Contract skema Cost Recovery dan skema gross split. Dalam rangka menganalisis skema mana yang terbaik untuk suatu proyek minyak dan gas bumi, maka dari setiap termin fiscal diperlukan analisis ekonomi dengan menggunakan data lapangan yang sama akan tetapi dengan aplikasi dari termin fiskal yang berbeda. Analisis dari termin fiskal ini menggunakan 3 parameter yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return(IRR) dan Pay Out Time (POT). Dari hasil yang didapatkan dari perhitungan keekonomian maka didapatkan dari skema cost recovery yaitu nilai IRR 20%, NPV $2.283,82 MM dan POT 5,48tahun, sedangkan hasil perhitungan dengan skema gross split yaitu didapatkan hasilIRR 23%, NPV $4.109,31 MM dan POT 5,87 tahun. Kemudian kita lakukan perbandingan dari hasil yang didapatkan kedua skema dan didaptkanlah kesimpulan. Dari hasil perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa Production Sharing Contract skema Gross Split lebih baik digunakan pada lapangan X ini karena memiliki nilai indikator keekonomian dan total pendapatan kontraktor dari skema gross split lebih baik yaitu sebesar $28.008,08 MM dibandingkan dengan skema cost recovery yaitu sebesar $21.373,92 MM.Dari analisis sensitivitas yang dilakukan baik analisis sensitivitas IRR maupun analisis sensitivitas NPV dari kedua skema diketahui bahwa Production Sharing Contract skema gross split selalu lebih baik ketimbang Production Sharing Contract skema Cost Recovery pada setiap perubahan kondisi dimulai dari80%,90%,100%,110% sampai dengan 120% dari komponen yang ada. Komponenyang dimaksud yaitu harga gas, capex dan opex. Komponen yang paling berpengaruh pada perubahan nilai dari indikator keekonomian yaitu harga gas dan capex. Informasi dari tugas akhir ini sangat berguna bagi pemerintah dan kontraktor, karena hasil perhitungannya dapat dijadikan referensi dan kajian sehingga menjadi salah satu tolak ukur dalam mengambil suatu keputusan untuk memilih kontrak kerjasama yang terbaik bagi pemerintah maupun kontraktor.sehingga akan tercipta kerjasama yang baik dan saling menguntungkan

T This final project analyzes and compares the current fiscal terms in Indonesia, namely between the Production Sharing Contract Cost Recovery scheme and the gross split scheme. In order to analyze which scheme is the best for an oil and gas project, then from each fiscal term economic analysis is needed by using the same field data but with the application of different fiscal terms. Analysis of this fiscal term uses 3 parameters, namely Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) and Pay Out Time (POT). From the results obtained from the economic calculation it is obtained from the cost recovery scheme, namely the IRR value of 20%, NPV $ 2,283.82 MM and POT 5.48 years, while the calculation results using the gross split scheme are obtained IRR 23%, NPV $ 4,109.31 MM and POT 5.87 years. Then we do a comparison of the results obtained by the two schemes and conclude. From the results of the above calculations it can be concluded that the Production Sharing Contract of the Gross Split scheme is better used on this X field because it has economic indicator value and the contractor's total revenue from gross split scheme is better, which is $ 28,008.08 MM compared to the cost recovery scheme of $ 21,373, 92 MM. From the sensitivity analysis carried out both IRR sensitivity analysis and NPV sensitivity analysis from the two schemes it is known that the Production Sharing Contract gross split scheme is always better than the Production Sharing Contract Cost Recovery scheme for each change of conditions starting from 80%, 90%, 100% , 110% to 120% of existing components. The components referred to are gas prices, capex and opex. The component that most influences the change in value of economic indicators is the price of gas and capex. Information from this final project is very useful for the government and contractors, because the calculation results can be used as references and studies so that it becomes one of the benchmarks in making a decision to choose the best cooperation contract for the government and contractors. So that good cooperation and mutual benefit will be created.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?