DETAIL KOLEKSI

Analisis pengaruh harga minyak terhadap kinerja sektor keuangan perusahaan X


Oleh : Nugroho Noer Cahyo

Info Katalog

Nomor Panggil : 944/TP/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Dwi Atty Mardiana

Pembimbing 2 : Kris Pudyastuti

Subyek : Oil prices - Analysis;Company finance;Oil technic - Research

Kata Kunci : oil price, assets, CAPEX, OPEX, profit


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_TM_0710140123_Halaman-judul.pdf 1421.73
2. 2018_TA_TM_0710140123_Bab-1.pdf 706.49
3. 2018_TA_TM_0710140123_Bab-2.pdf 1231.09
4. 2018_TA_TM_0710140123_Bab-3.pdf 721.25
5. 2018_TA_TM_0710140123_Bab-4.pdf 1492.81
6. 2018_TA_TM_0710140123_Bab-5.pdf 679.38
7. 2018_TA_TM_0710140123_Daftar-pustaka.pdf 647.83
8. 2018_TA_TM_0710140123_Lampiran.pdf 2202.09

A Analisis pengaruh harga minyak terhadap kinerja sektor keuangan perusahaan X merupakan studi yang menjelaskan bagaimana pengaruh fluktuasi harga minyak mentah pada periode 2013 hingga 2017 terhadap kinerja sektor keuangan perusahaan X. Perusahaan X merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan bisnis pada industri hulu minyak dan gas bumi dengan fokus pada kegiatan eksplorasi, pengembangan, produksi minyak mentah dan gas. Wilayah operasi kegiatan perusahaan X tersebar di beberapa daerah di Indonesia dan luar negeri. Periode pengamatan analisis pengaruh harga minyak terhadap kinerja sektor keuangan dilakukan pada Juni 2013 sampai dengan Desember 2017. Pengambilan periode ini didasari atas harga minyak bergerak naik dengan harga tertinggi $ 108,37 pada periode awal 2013 dan kemudian pada periode 2016 terjadi tren penurunan mencapai harga $37,34, terendah jika dibandingkan dengan periode harga minyak sebelumnya, yang kemudian beranjak naik pada nilai $ 52,95 pada akhir periode 2017. Metode yang digunakan untuk studi ini, adalah metode analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif akan mengedepankan aspek non eksata seperti pengamatan grafik, diskusi dengan pakar, dan analisa referensi. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan metode rasio pertumbuhan dan metode regresi. Metode regresi digunakan untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel independent terhadap satu dependent, sedangkan metode rasio pertumbuhan akan digunakan untuk menganalisa trend pertumbuhan komponen keuangan atas fluktuasi harga minyak. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dan hubungan positif antara harga minyak terhadap komponen keuangan yang diteliti, yaitu OPEX, CAPEX, aset dan laba, dengan nilai R-square sebesar 98,9%; 71,2%; 67,1%; dan 60,7%. Hubungan positif menjelaskan adanya korelasi pergerakan antara harga minyak yang berbanding lurus dengan komponen - komponen keuangan yang dianalisis. Hasil serupa juga terlihat pada rata-rata pertumbuhan masing-masing komponen keuangan atas perubahan harga minyak, yang dibagi dalam tiga periode pengamatan yaitu pada saat harga minyak tinggi (periode Juni 2013 sampai September 2014), harga minyak rendah periode (Desember 2014 sampai Maret 2016) dan harga minyak mulai mengalami kenaikan (periode Juni 2016 sampai September 2017). Ketika harga minyak tinggi, seluruh komponen keuangan mengalami kenaikan terutama OPEX dengan pertumbuhan tertinggi hingga 31%. Pada saat harga minyak mengalami penurunan, komponen laba perusahaan adalah yang paling terdampak dengan perlambatan mencapai 179% di periode harga minyak rendah. Pada periode harga minyak tinggi, setiap pertumbuhan 1% harga minyak terdapat penambahan 3% aset perusahaan. Namun kondisi ini tidak terlihat pada periode ketiga yaitu saat harga minyak mulai naik, karena adanya terminasi waktu kontrak di salah satu asset perusahaan. Secara keseluruhan, alokasi investasi CAPEX perusahaan dipengaruhi oleh harga minyak, namun terdapat beberapa kondisi dimana pada saat harga minyak rendah biaya CAPEX meningkat karena adanya komitmen investasi pada blok strategis. Dari pengamatan tersebut disimpulkan bahwa pada penelitian analisis kinerja komponen keuangan perusahaan X, komponen keuangan secara keseluruhan terdampak oleh adanya fluktuasi harga minyak. Baik dampak positif maupun negatif, dan dalam sisi teknis kebijakan perusahaan. Efisiensi, optimalisasi dan kebijakan strategis berperan penting dalam menyikapi dampak dari pergerakan fluktuasi harga minyak.

A Analysis the influence of oil price on company X financial performance sector is a study that explains how the influence of crude oil price fluctuations in the period 2013 to 2017 on the company X financial performance sector. Company X is a company that conducts business activities in the upstream oil and gas industry with a focus on exploration, development, production of crude oil and gas. The operating area of the activities of company X are spread in several regions in Indonesia and abroad. The observation period for analyzing the effect of oil prices on financial sector performance was carried out from June 2013 to December 2017. The period was based on oil prices moving up to the highest price of $ 108.37 in the early 2013 period and then in the 2016 period a downward trend reached $ 37,34, the lowest when compared to the previous oil price period, which then rise up to a value of $ 52.95 at the end of the 2017 period. The method used for this study is a method of qualitative and quantitative analysis. Qualitative analysis will prioritize non-aspects such as graph observation, expert discussion, and reference analysis. Quantitative analysis was carried out using growth ratio method and regression method. Regression method is used to examine the effect of two or more independent variables on one dependent, while the growth ratio method will be used to analyze the growth trend of financial components on oil price fluctuations. The results show that there is a significant influence and a positive relationship between oil prices on the financial components studied, namely OPEX, CAPEX, assets and profits, with an R-square value of 98.9%; 71.2%; 67.1%; and 60.7%. A positive relationship explains the correlation between the movement of oil prices which is directly proportional to the financial components analyzed. Similar results are also seen in the average growth of each financial component for changes in oil prices, which are divided into three observation periods, namely at high oil prices (June 2013 to September 2014), low oil prices period (December 2014 to March 2016) and oil prices began to rise (the period June 2016 to September 2017). When oil prices were high, all financial components experienced an increase, especially OPEX with the highest growth of up to 31%. When oil prices declined, the component of corporate profits was the most affected with a slowdown reaching 179% in the period of low oil prices. In the period of high oil prices, every 1% growth in oil prices contained an additional 3% of the company's assets. However, this condition was not seen in the third period, when oil prices began to rise, due to the termination of contract time in one of the company's assets. Overall, the investment allocation of company CAPEX is affected by oil prices, but there are several conditions where at the time of low oil prices the CAPEX costs increase due to investment commitments on strategic blocks. From these observations it was concluded that in the research analysis of the performance of the financial components of company X, the overall financial component was affected by fluctuations in oil prices. Both positive and negative impacts, and in the technical side of company policy. Efficiency, optimization and strategic policies play an important role in addressing the impact of oil price fluctuations.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?