DETAIL KOLEKSI

Lansekap Kampus Diklat PEMDA Banten Simulasi Pelayanan Publik


Oleh : Mira Krisna Agustina

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : FALTL -Usakti

Tahun Terbit : 2007

Pembimbing 1 : Ida Bagus Rabindra

Pembimbing 2 : Silia Yuslim

Subyek : Campus planning;Landscape design

Kata Kunci : campus landscape, Kampus Diklat Pemda, Banten


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2007_TA_SAL_08102025_Halaman-Judul.pdf 1157.99
2. 2007_TA_SAL_08102025_Bab-1.pdf 992.32
3. 2007_TA_SAL_08102025_Bab-2.pdf 4248.09
4. 2007_TA_SAL_08102025_Bab-3.pdf 2751.85
5. 2007_TA_SAL_08102025_Bab-4.pdf 738.3
6. 2007_TA_SAL_08102025_Bab-5.pdf 2871.28
7. 2007_TA_SAL_08102025_Bab-6.pdf 3430.11
8. 2007_TA_SAL_08102025_Daftar-Pustaka.pdf 819.83
9. 2007_TA_SAL_08102025_Lampiran.pdf 5573.54

K Kampus Diklat Pemda Banten merupakan tempat aktivitas pendidikan dan latihan bagi aparatur Pemda Propinsi Banten yang berlokasi di Desa Pegadungan, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten. Luas Kampus Diklat 15 Ha dan mempunyai Program Pelatihan yang membentuk sikap mental dan j iwa profesional untuk melayani masyarakat. Sesuai dengan fungsinya, maka interpretasi lansekapnya adalah lansekap sebagai sistem dengan tema 'Lansekap Simulatif'.Kawasan ini memiliki bentang alam yang cukup berpotensi untuk dijadikan kawasan pendidikan dan latihan seperti iklim yang sejuk, bebas dari polusi dan kebisingan, suasana pedesaan dengan view ke pesawahan, lahan yang berkontur, dan vegetasi yang beraneka ragam. Selain itu, kawasan ini berpotensi untuk dijadikan area evakuasi bencana karena letaknya yang mudah dicapai.Di dalam membuat program kebutuhan ruang luar didasarkan pada kegiatan pelaku tapak yaitu untuk peserta dengan kegiatan pendidikan formal dan pelatihan, makan minum dan rekreasi. Sedangkan untuk pengajar memiliki kegiatan datang, mengajar, makan-minum, pulang. Pengelola datang untuk melakukan pengontrolan, pulang I menetap dan masyarakat sekitar untu melakukan evakuasi bila terjadi bencana.Konsep dasar yang diterapkan adalah kegiatan pelatihan yang bersifat outdoor education yaitu hubungan manusia dengan alam terbuka serta memanfaatkan kondisi tapak yang berkontur.Tahap akhir dari proses perancangan adalah pengembangan rancangan. Pembagian area menurut fungsinya adalah salah satu langkah awal di dalam penyelesaian rancangan. Pada tapak ini di bagi menjadi zona kegiatan indoor, zona kegiatan outdoor dan zona konservasi. Masing masing area memiliki karakter berbeda seperti halnya zona kegiatan indoor bersifat foemal dengan bentuk geometris, zona kegiatan outdoor bersifat nonformal dengan bentuk transisi dan zona konservasi bersifat natural dengan bentuk organik. Karakter dan fungsi are yang berbeda menimbulkan perbedaan karakter dan fasilitas. Perancangan lansekap yang baik didukung oleh penataan tanaman yang sesuai dengan fungsi tapak, peletakkan sirkulasi sebagai penyatu antar area, gubahan suasanaruang luar yang sesuai dengan material keras yang memberikan karakter ruang.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?