DETAIL KOLEKSI

Analisis pengaruh kondisi lubang ledak terhadap fragmentasi hasil peledakan di PIT Merandai PT Bukit Baiduri Energi Kaltim, Indonesia


Oleh : Viranda Suranta Barus

Info Katalog

Nomor Panggil : 707/TT/2019

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Pantjanita Novi Hartami

Pembimbing 2 : Charul Naas

Subyek : Mining engineering - Blasting fragmentation;Mining engineering - Mining company

Kata Kunci : blasting geometry, fragmentation, Kuz-Ram, wet blast hole anda dry blast hole.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_TB_073001400099_Halaman-judul.pdf 1674.67
2. 2019_TA_TB_073001400099_Bab-1.pdf 638.59
3. 2019_TA_TB_073001400099_Bab-2.pdf 2439.1
4. 2019_TA_TB_073001400099_Bab-3.pdf 995.3
5. 2019_TA_TB_073001400099_Bab-4.pdf 1831.07
6. 2019_TA_TB_073001400099_Bab-5.pdf 476.15
7. 2019_TA_TB_073001400099_Daftar-pustaka.pdf 586.72
8. 2019_TA_TB_073001400099_Lampiran.pdf 1857.61

D Disekitar lokasi pit Merandai terdapat sungai Mahakam yang hanya berjarak 1 – 1,5 kilometer dan saat penelitian ini dilakukan elevasi pit Merandai berada di elevasi 26-30 meter dibawah elevasi sungai Mahakam. Elevasi pit akan terus semakin rendah karena penambangan akan terus dilakukan untuk menambang seam batubara paling bawah yaitu seam D. Selain itu keberadaan danau bekas penambangan yang ada disamping pit Merandai dan faktor hujan menjadi penyebab sebagian lubang ledak terisi oleh air. Keberadaan air ini dikhawatirkan menggangu aktivitas peledakan karena air yang masuk kedalam pit berpotensi merusak bahan peledak ANFO yang berdampak terhadap keberhasilan dari aktivitas peledakan. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut akhirnya dilakukan penelitian mengenai analisis pengaruh kondisi lubang ledak terhadap fragmentasi. Metode perhitungan teoritis yang digunakan adalah kuz-Ram serta software Imagej digunakan untuk menganalisis ukuran fragmentasi. Hasil analisis yang telah dilakukan menghasilkan nilai fragmentasi yang berukuran > 53 cm sebesar 26,86 % untuk lokasi peledakan basah dan 19,70 % untuk lokasi peledakan kering.Fragmentasi yang dihasilkan dianggap belum maksimal sehingga untuk mengatasi permasalahan ini, diusulkan rekomendasi geometri baru berdasarkan teori ICI-Explosives dengan nilai burden 5,08 m, spasi 6,09 m, Stemming 3,17 m, sub-drilling 1,27 m, kedalaman lubang bor 7,27, panjang kolom PC 4,90 m.

A Around the pit Merandai there is the Mahakam river which is only 1 - 1.5 kilometers away and at the time of this reaserch, elevation of pit Merandai was at 26-30 meters below the elevation of the Mahakam river. The elevation of the pit will continue to be lower because mining activities will continue to carried out the lowest coal seam at this mine, seam D. An existence of the former mining lake that is beside the pit Merandai and the rain factor is the cause of some of the blast holes filled with water. The presence of this water is feared to interfere with blasting activities because water entering the pit has the potential to damage ANFO which impacts the success of the blasting activity. Based on these observations finally conducted research on the analysis of the effect of the conditions of the blast hole on fragmentation. The theoretical calculation method used is Kuz-Ram and Imagej software used to analyze the size of fragmentation. The results of the analysis that have been carried out produce fragmentation values > 53 cm of 26.86% for wet blasting locations and 19.70% for dry blasting locations. The resulting fragmentation is not yet optimal so as to overcome this problem, a new geometry recommendation based on theory is proposed ICI-Explosives with a burden value of 5.08 m, spacing 6.09 m, Stemming 3.17 m, sub-drilling 1.27 m, depth of the drill hole 7.27, length of PC column 4.90 m.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?