DETAIL KOLEKSI

Evaluasi karakteristik reservoar sumu BP-1 lapangan yanga berdasarkan analisis uji pressure build up


Oleh : Ina Dina Indah

Info Katalog

Nomor Panggil : 1060/TP/2019

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : M. Taufiq Fathadin

Pembimbing 2 : Hari K. Oetomo

Subyek : Reservoir

Kata Kunci : well testing, pressure build up, pressure derivative


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_TM_071001400078_HALAMAN-JUDUL.pdf 1944.96
2. 2019_TA_TM_071001400078_BAB-1.pdf 713.89
3. 2019_TA_TM_071001400078_BAB-2.pdf 2148.52
4. 2019_TA_TM_071001400078_BAB-3.pdf 999.96
5. 2019_TA_TM_071001400078_BAB-4.pdf 1189.31
6. 2019_TA_TM_071001400078_BAB-5.pdf 636.76
7. 2019_TA_TM_071001400078_DAFTAR-PUSTAKA.pdf 606.18
8. 2019_TA_TM_071001400078_LAMPIRAN.pdf 2414.41

P Prinsip dasar dari uji sumur adalah memberikan gangguan tekanan kepada sumur yang diuji, baik dengan cara mengatur laju alir (Drawdown) atau dengan jalan menutup sumur (Build up). Salah satu metode uji sumur yang umum digunakan adalah Pressure Build Up dimana suatu sumur diproduksikan secara stabil dalam waktu tertentu, kemudian ditutup selama selang waktu tertentu untuk mengetahui impuls perubahan tekanan yang diberikan keseluruh reservoir.Sumur BP-1 merupakan sumur eksplorasi yang akan dilakukan uji pressure build up pada interval kedalaman 5504 ft-5512 ft. Jenis fluida yang terkandung dalam reservoir tersebut adalah minyak. Lithology dari reservoir ini adalah sandstone. Dengan melakukan pengujian sumur akan didapatkan well model, reservoir model, boundary model serta parameter-parameter lainnya dari reservoir tersebut.Analisis pressure build up menggunakan software dan dilakukan perhitungan dengan metode Horner menggunakan spreadshet. Hasil interpretasi kurva derivative yang ditunjukkan oleh software adalah reservoir model untuk sumur BP-1 merupakan Homogeneous, sedangkan untuk boundary model yang ditunjukkan pada kurva derivative dan bila dilihat dari base map maka menunjukkan boundarynya adalah rectangle.Hasil analisis dari data yang didapat pada sumur BP-1 berdasarkan pressure derivative yaitu permeabilitas 3.4 mD, skin -1.51, initial pressure (Pi) 2326.72 psi, wellbore storage coefficient 0.000283 bbl/psi. Hasil analisis berdasarkan metode Horner yaitu permeabilitas 3.34 mD, skin -1.64, perubahan tekanan akibat skin (Δpskin) -265.77 psi, P1jam sebesar 1924.29 psi

T The basic principle of well testing is to provide pressure disturbance to the wells tested, either by adjusting the flow rate (Drawdown) or by closing the well (Build up). One commonly used test method is Pressure Build Up where a well is produced steadily over a period of time, then closed for a specified time interval to find out the pressure change impulses given throughout the reservoir.BP-1 well is an exploration well that will be carried out pressure build up test at 5504 ft-5512 ft depth interval. The type of fluid contained in the reservoir is oil. Lithology of this reservoir is sandstone. By conducting well testing will be obtained well model, reservoir model, boundary model and other parameters of the reservoir.Pressure build up analysis using software and calculated by Horner method using spreadsheet. The result of the derivative curve interpretation shown by the software is well reservoir model is homogeneous, while for the boundary model shown on the derivative curve and when viewed from the base map it shows the boundary is the rectangle.The analysis results from the data obtained in the BP-1 well are based on pressure derivatives, namely permeability 3.4 mD, skin -1.51, initial pressure (Pi) 2326.72 psi, wellbore storage coefficient 0.000283 bbl/psi. The results of the analysis based on the Horner method are permeability of 3.34 mD, skin -1.64, changes in pressure due to skin (Δpskin) -265.77 psi, P1hours of 1924.29 psi.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?