DETAIL KOLEKSI

Studi laboratorium pengaruh penambahan Accelerator (NaC1) terhadap waktu pengerasan & kuat tekan pada semen pemboran kelas G


Oleh : Radhitya Bambang Wibhisono

Info Katalog

Nomor Panggil : 2274/TP/2014

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Lilik Zabidi

Subyek : Oil Well Cementing

Kata Kunci : laboratory studies, the addition of Accelerator (NaC1), cement hardening time, compressive strength


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_TM_07107103_1.pdf 1748.65
2. 2014_TA_TM_07107103_2.pdf 287.99
3. 2014_TA_TM_07107103_3.pdf 559.13
4. 2014_TA_TM_07107103_4.pdf 556.29
5. 2014_TA_TM_07107103_5.pdf 375.16
6. 2014_TA_TM_07107103_6.pdf 381.26
7. 2014_TA_TM_07107103_7.pdf 480.05
8. 2014_TA_TM_07107103_8.pdf 411.29

T Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi bubur semen dengan penambahan accelerator dengan berbagai konsentrasi yang optimum, sehingga bubur semen tersebut mempunyai sifat-sifat fisik yang memenuhi persyaratan sesuai dengan kondisi temperatur dan tekanan formasi pada sumur yang bersangkutan. Pada percobaan ini akan diamati bagaimana pengaruh penambahan accelerator terhadap sifat fisik semen pemboran, yaitu kuat tekan (Compressive Strength) dan waktu pengerasan (Thickening Time) pada semen kelas G, sehingga akan diperoleh gambaran seberapa besar komposisi retarder yang optimal yang harus ditambahkan pada semen pemboran. Dari beberapa kali percobaan, terlihat bahwa semakin meningkatnya konsentrasi aditif accelerator NaCl pada komposisi bubur semen, maka nilai waktu pengerasan tidak selalu semakin rendah atau bubur semen akan lebih cepat mengeras.Pada penambahan konsentrasi aditif 0 % pada temperature 38 oC terjadi penurunan sampai pada penambahan aditif 3 %, dan terjadi peningkatan nilai pada penambahan additif 5 % - 9 %.Hal ini membuktikan bahwa pada penambahan additif sebanyak 3 % adalah nilai waktu pengerasan terbaik,dikarenakan pada komposisi tersebut, waktu pengerasan memiliki nilai yang paling rendah.Hal ini berlaku juga pada temperature 60 °C dan 80 oC terjadi penurunan dimulai pada 0 % sampai pada penambahan aditif 3 % dan terjadi kenaikan pada konsentrasi additif 5 % sampai pada penambahan aditif sebesar 9 % . Untuk pengukuran kuat tekan rata – rata mengalami penurunan, tetapi pada penambahan konsentrasi aditif 5 % pada temperature 38 oC dan 60 oC konsentrasi aditif mengalami kenaikan da n kembali terjadi penurunan pada penambahan konsentrasi additif sebanyak 7 % - 9 %. Dan pada temperatur 80 oC konsentrasi aditif mengalami penurunan dari konsentrasi aditif 0 % sampai konsentrasi aditif 9 %. Serta dalam pengukuran kuat tekan,waktu curring akan sangat berpengaruh,karena berperan dalam cepat atau lambatnya poses pengerasan semen tersebut. Dalam pengukuran ini digunakan waktu curring 8 jam, 16 jam dan 24 jam.. Temperatur mempengaruhi sifat fisik semen pemboran, dapat dilihat bahwa pada temperatur 38 °C dan 60 oC menunjukkan nilai kuat tekan yang cenderung lebih kecil dibandingkan pada tempratur 80 oC. Dalam pengukuran waktu pengerasan, temperatur dan waktu curring tidak berpengaruh,dikarenakan komposisi dan bahan yang digunakan lah yang mempengaruhinya. Oleh karena itu, diperlukan komposisi semen pemboran yang sesuai dengan kondisi dari sumur pemboran agar memberikan hasil yang optimal terhadap sifat fisik semen pemboran

T The purpose of this study was to obtain a cement slurry formulation with the addition of accelerator with the optimum concentration range, so that the cement slurry has physical properties that meet the requirements in accordance with the conditions of temperature and pressure formations in the respective wells. In this experiment will be observed how the influences of the addition of accelerators on the physical properties of drilling cement, namely Compressive Strength & Thickening Time on the class-G cement, so that will be obtained an estimation of how large the optimal accelerator composition that must be added to the drilling cement. From a few experiments, it seems that as the concentration of additive NaCl accelerator decreased in the cement slurry composition, the thickening time value will be decreased, means cement slurry would take faster to harden, but when the concentration of additives ranging from 0 % on 38 °C the value of thickening time decreased until concentration of additives 3 %. And the value of the thickening value will be increased at concentration of additive 5 % until 9 %. On the 60 °C and 80 °C, the value of the thickening value will be same.The compressive strength value will be averege decreased, means cement slurry would take lower, but when the concentrations of additives ranging on 5 % on 38 °C and 60 °C the value of compressive strength increased and will be decreased on 7 % - 9%. On the 80 °C, the value of compressive strength will decreased on the concentratoin of additives from 0 % until 9 % . And at temperature of 38 °C, 60 °C and 80 °C in the time of curring 8 hour, 16 hour an 24 hour the concentration will be different. Temperature also effects the physical properties of drilling cement, as experiments at a temperature of 38 °C and 60 °C showed compressive strength values tend to be smaller better than at a temperature 80 °C .The thickening time will be same,between the results of experiments at a temperature of 38 °C , 80 ° C and 60 °C. Therefore, drilling cement compositions and temperature according to the conditions of drilling wells is required in order to provide optimal results on the physical properties of drilling cement

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?