DETAIL KOLEKSI

Penelitian mengenai pengaruh penambahan konsentrasi Retader CT pada variasi temperatur (BHCT) terhadap Thickening Time, Compressive Strength dan Rheology bubur semen di Laboratorium PT Chevron Pacific Indonersia


Oleh : Ade Ilham Santoso

Info Katalog

Nomor Panggil : 15/TP/2015

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Bayu Satyawira

Pembimbing 2 : Puri Wijayanti

Subyek : Drilling muds;Cement slurry;Rheology

Kata Kunci : Retarder CAT concentration, temperature variations (BHCT), Thickening Time, Compressive Strength, Rh


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_TM_07110005_1.pdf 3081.7
2. 2015_TA_TM_07110005_2.pdf 450.73
3. 2015_TA_TM_07110005_3.pdf 882.07
4. 2015_TA_TM_07110005_4.pdf 1129.3
5. 2015_TA_TM_07110005_5.pdf 774.81
6. 2015_TA_TM_07110005_6.pdf 511.1
7. 2015_TA_TM_07110005_7.pdf 754.3
8. 2015_TA_TM_07110005_8.pdf 1362.47

S Salah satu problem yang terjadi pada perencanaan kegiatan penyemenan adalah penentuan formulasi bubur semen yang diharapkan sesuai dengan kondisi sumur yang menjadi target penyemenan. Bubur semen terlebih dahulu dirancang sedemikian rupa dan diuji kelayakannya sebelum digunakan untuk penyemenan, sehingga sesuai dengan karakteristik sumur target penyemenan. Berbagai additive digunakan untuk memaksimalkan formulasi bubur semen yang disesuaikan dengan karakteristik sumur yang akan disemen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi retarder CT pada variasi temperatur BHCT (160°F, 170°F, dan 180°F) terhadap thickening time, compressive strength, dan rheology bubur semen. Tes laboratorium dilakukan dengan bahan semen kelas G, air mineral, dan retarder CT. Program simulasi peneltian yang digunakan adalah penyemenan casing, kedalaman 3600 ft, tekanan pengujian 2000 psi, densitas 15,8 ppg, dan temperatur BHST 200°F. Dari penelitian diperoleh hasil bahwa penambahan konsentrasi retarder “CT” berfungsi sebagai bahan retardasi pada thickening time, dengan pengaruh lain dapat menurunkan early compressive strength namun tidak berpengaruh pada final strength, dan tidak memiliki efek slightly disperse pada bubur semen. Kenaikan temperatur mempercepat thickening time semen, mempercepat pembentukan strength awal semen, dan meningkatkan parameter rheology khususnya dari temperatur kondisi ruangan

O One of the problems that occur in planning cementing operation is to determine the formulations of cement slurry according to the targeted well. At first, neat cement was designed and tested before it was used, so it can suit the characteristics of the targeted well. Various additives are used to maximize the formulation of the slurry, which were adapted to the characteristics of the well. This research was conducted to determine the effect CT retarder addition with a variety on BHCT (160°F, 170°F, and 180°F) of thickening time, compressive strength, and the rheology of cement slurry. The laboratory tests have been performed using class G cement, mineral water and CT retarder. The simulation program from this test was for casing cementing, depth 3600 ft, pressure 2000 psi, density in 15,8 ppg, and BHST 200°F. From this research it can be inferred that retarder addition serves as retardation material in thickening time, and reduces early compressive strength but would not affect in final strength and does not have slightly disperse effect in cement slurry. Temperature increases, speeds up thickening time, accelerates in early strength cement and improves parameter of the rheology, especially in room temperature.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?