DETAIL KOLEKSI

Studi laboratorium pengaruh kontaminasi garam terhadap sifar-sifat Rheology pada sistem fluida pemboran Dispersi dan Non-Dispersi dalam berbagai termperatur


Oleh : Andrio Hafidz Yulistian

Info Katalog

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Bayu Satyawira

Pembimbing 2 : Cahaya Rosyidan

Subyek : Laboratory studies;Rheology fluid drilling

Kata Kunci : Laboratory studies, Rheology fluid drilling, temperature dispersion


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TM_07108016_Halaman-judul.pdf 1546.73
2. 2016_TA_TM_07108016_Bab-1.pdf 553.03
3. 2016_TA_TM_07108016_Bab-2.pdf 1358.22
4. 2016_TA_TM_07108016_Bab-3.pdf 1046.85
5. 2016_TA_TM_07108016_Bab-4.pdf 2163.99
6. 2016_TA_TM_07108016_Bab-5.pdf 602.53
7. 2016_TA_TM_07108016_Bab-6.pdf 567.06
8. 2016_TA_TM_07108016_Daftar-pustaka.pdf 760.72

L Ladang minyak yang dikenal sebagai proses mencari sumur pengeboran minyak dan gas bumi Di darat dan lepas pantai. Ini disebut sebagai operasi pengeboran. Operasi pengeboran Bertujuan untuk mencari hidrokarbon dalam bentuk gas, minyak atau kondensat. Tujuan utamanya adalah untuk mengarsipkan pengeboran kedalaman akhir dengan aman, cepat, dan ekonomis karena juga membuat sumur bisa menghasilkan jumlah yang menguntungkan. Dalam mendukung keberhasilan operasi pengeboran yang sedang berlangsung sangat diperlukan cairan pengeboran dengan berbagai sifat fisik dan fungsinya. Lumpur pengeboran berfungsi dengan baik, jika kita harus mengendalikan sifat fisik, antara lain: kerapatan, viskositas, viskositas plastik, titik hasil, viskositas jelas, kekuatan gel, kehilangan air, mudcake, dan salinitas listrik. Penggunaan air sebagai bahan dasar cairan pengeboran lumpur dimaksudkan untuk mendapatkan tingkat pengeboran yang tinggi dan biaya pengeboran serendah mungkin. Dibandingkan dengan sistem dispersi sludge, sistem non - dispersi bertujuan untuk menemukan metode perumusan yang tepat bahwa dampak ekonomi dan teknis dari penggunaan kedua sistem tersebut adalah lumpur efektif yang digunakan dalam operasi pengeboran. Dalam tugas akhir ini, laboratorium mempelajari pengaruh kontaminasi garam terhadap sifat dispersi sistem fluida pengeboran dan non dispersi pada berbagai suhu, dan rekomendasi adiktif dari analisis adalah dispersi sistem lumpur untuk operasi pengeboran.

T The oil field known as a process of finding oil and gas drilling wells, theonshore and offshore. It is named as drilling operations. The drilling operationaims to search for hydrocarbons in the form of gas, oil or condensate. The main objective is to archive ultimate depth drilling safely, quickly, and economically as it also keeps the wells can produce profitable amounts. In supporting the success of ongoing drilling operation indispensable drilling fluid with a wide range of physical properties and function. The drilling mud to function properly, if we have to control the physical properties, among others : density, viscosity, plastic viscosity, yield point, apparent viscosity, gel strength, water loss, mudcake, and electrical salinity. The use of water as a basic ingredient mud drilling fluid is intended to get high rate of drilling and the drilling cost as low possible. In comparison with the sludge dispersion system an non – dispersion system are aiming to find appropriate methods of formulation that economic and technical impacts of the use both system are effective mud used in drilling operations. In this final project, a laboratory study the effect of salt contamination on the properties of drilling fluid rheology system dispersion and non- dispersion at various temperature, and addictive recommendation from analysis is system mud dispersion for drilling operations.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?