DETAIL KOLEKSI

Studi laboratorium pengaruh NaCl, KCl, CaCl2 , terhadap lumpur sistem XCD polimer - bontonite ada berbagai temperatur


Oleh : Wa Ode Annisa Adilla Monimpala

Info Katalog

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Sri Wahyuni

Pembimbing 2 : Rizki Akbar

Subyek : Laboratory studies;Polymer - Bentonite

Kata Kunci : Laboratory studies, Polymer - bentonite, temperature


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_T_07110288_Halaman-judul.pdf 3300.78
2. 2016_TA_T_07110288_Bab-1.pdf 671.98
3. 2016_TA_T_07110288_Bab-2.pdf 1035.76
4. 2016_TA_T_07110288_Bab-3.pdf 1360.91
5. 2016_TA_T_07110288_Bab-4.pdf 1106.61
6. 2016_TA_T_07110288_Bab-5.pdf 685.54
7. 2016_TA_T_07110288_Bab-6.pdf 551.83
8. 2016_TA_T_07110288_Daftar-pustaka.pdf 738.22
9. 2016_TA_T_07110288_Lampiran.pdf 1317.66

D Diawal sejarah proses pemboran minyak dan gas, air memegang perananpenting sebagai fluida pemboran yang menjalankan fungsi sebagai pengangkutserbuk bor. Namun seiring perkembangan teknologi pemboran, lumpur pemboranmulai dipakai sebagai fluida pemboran yang memiliki karakteristik fisika dankimia tertentu yang mempengaruhi fungsi – fungsinya yaitu untuk mengontroltekanan formasi, mengangkut cutting ke permukaan, mempertahankan stabilitaslubang sumur dan lain – lain. Dalam tugas akhir ini, lumpur yang diteliti adalahlumpur sistem XCD Polimer – Bentonite yang diberi additif NaCl, KCl, danCaCl2 dengan komposisi lumpur dasar (LD), penambahan NaCl 2 gram (A1),penambahan NaCl 5 gram (A2), penambahan KCl 2 gram (B1), penambahan KCl5 gram (B2), penambahan CaCl2 2 gram (C1), dan penambahan CaCl2 5 gram(C2) yang kemudian akan dilihat pengaruhnya terhadap lumpur pemboran. Selain itu juga diberikan temperatur 80 oF, 110 oF,140 oF,170 oF,200 oF, dan 230 oF yang tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap sistem lumpur yang mendapat additif tersebut. Setelah melakukan berbagai pengukuran sifat fisik (termasuk sifat rheologi lumpur) dan sifat kimia pada lumpur pemboran yang diteliti, diperoleh kesimpulan lumpur dengan komposisi A2 dan C2 hampir memenuhi seluruh standar yang diberikan untuk memenuhi kriteria lumpur yang sesuai.

E Early history of oil and gas drilling process, water plays an important roleas a drilling fluid that is functioning as a cutting carrier. But as develops indrilling technology, mud began to be used as a drilling fluid which has specificphysical and chemical characteristics that affect its function to control theformation pressure, cutting transport to the surface, maintaining wellbore stability and others. In this thesis, mud system XCD Polymers - Bentonite using additive NaCl, KCl, and CaCl2 with composition are base mud (LD), added by NaCl 2 grams (A1), added by NaCl 5 gram (A2), added by KCl 2 grams (B1), added by KCl 5 gram (B2), added by CaCl2 2 grams (C1), and added by CaCl2 5 grams (C2) which will then be studied its effect on the drilling mud. It also effected by temperature of 80 oF, 110 oF, 140 oF, 170 oF, 200 oF and 230 oF which aims to determine the effect of temperature on the mud system. After performing various measurements of physical properties (including rheological properties of the mud) and chemical properties of the drilling mud, came to the conclusion the composition A2 and C2 almost fullfil all the given standards for an appropriate mud.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?