DETAIL KOLEKSI

Laporan perencanaan pengembangan lansekap zona pemanfaatan intensif Taman Wisata Alam Carita, Banten = planning report landscape development of intensive use zone at Carita Nature Recreation Park, Banten


Oleh : Amalia Ratnasari

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2008

Pembimbing 1 : Rahel Situmorang

Pembimbing 2 : Jusna M. Amin

Subyek : Tourism - Taman Wisata Alam Carita - Planning;Recreation areas - Planning;Natural landscaping

Kata Kunci : landscape planning, natural park landscape, Taman Wisata Alam Carita


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2008_TA_AL_08100006_Halaman-judul.pdf 258.01
2. 2008_TA_AL_08100006_Bab-1.pdf 152.71
3. 2008_TA_AL_08100006_Bab-2.pdf 392.55
4. 2008_TA_AL_08100006_Bab-3.pdf 146.56
5. 2008_TA_AL_08100006_Bab-4.pdf 241.74
6. 2008_TA_AL_08100006_Bab-5.pdf 277.82
7. 2008_TA_AL_08100006_Bab-6.pdf 276.29
8. 2008_TA_AL_08100006_Daftar-pustaka.pdf 27.48
9. 2008_TA_AL_08100006_Lampiran.pdf 1728.98

L Laporan perencanaan ini membahas mengenai pengembangan lansekap zona pemanfaatan intensif pada kawasan Taman Wisata Alam Carita, Banten. Zona dengan luas ± 3 0 Ha ini merupakan zona yang dapat dikembangkan lebih baik dengan adanya • potensi hutan dataran rendah yang memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi. Selain itu, letaknya yang strategis berdekatan dengan daerah tujuan wisata pantai carita dan anyer.Berdasarkan identifikasi daya dukung kawasan maka didapatkan suatu bentuk permasalahannya, diantaranya : pembagian sub zona dan batas kawasan yang belum jelas, fasilitas yang ada belum terencana dengan baik sehingga banyak yang belum terpakai dan terlantar.Konsep dasar perencanaan dalam pengembangan lansekap zona pemanfaatan intensif berdasarkan tema ekowisata. Dimana dengan adanya tema ini diharapkan kawasan ini dapat menjadi salah satu altematif tujuan ekowisata yang memiliki ciri khas tersendiri. Ekowisata dapat diwujudkan dengan memberikan kemudahan bagi para pengunjung untuk menjelajahi seluruh kawasan dengan cara membuat akses jalan setapak dan kelengkapan sarana prasarananya. Dari konsep dasar perencanaan lansekap kawasan ini, kemudian dikembangkan beberapa konsep lainya yang terdiri dari: konsep sub zona, konsep penghijauan, konsep sirkulasi dan konsep infrastruktur.Hasil akhir dari pengembangan lansekap kawasan ini adalah rencana lansekap yang berupa kriteria-kriteria dasar pengembangan dari masing-masing area peruntuk.an lahan, kriteria dasar hijau dan kriteria dasar elemen lansekap beserta rekomendasi bahannya yang tentunya tetap mengacu pada konsep dasar pengembangan kawasan Ill.

T This planning report discusses the development of an intensive utilization zone landscape at the Taman Wisata Alam area of ​​Carita, Banten. Zones with an area of ​​± 3 0 Ha is a zone that can be developed better by the presence of • lowland forest potentials that have high species diversity. In addition, the location is strategically adjacent to the coastal tourist destination of Carita and Anyer.Berdasarkan identification of the carrying capacity of the area then obtained a form of the problem, including: sub zone division and boundary areas not yet clear, existing facilities not well planned so that many who have not unused and neglected.The basic concept of planning in the development of landscaping intensive use zones based on the theme of ecotourism. Where the existence of this theme is expected this area can be one alternative ecotourism destination that has its own characteristics. Ecotourism can be realized by making it easy for visitors to explore the whole region by making access paths and completeness of its infrastructure facilities. From the basic concept of landscape planning of this area, then developed several other concepts consisting of: sub zone concept, greening concept, concept of circulation and concept of infrastructure. The final result of the landscape development of this area is the landscape plan in the form of basic development criteria of each region, land area, green basic criteria and basic criterion of landscape elements along with material recommendation which of course still refers to the basic concept of regional development.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?