DETAIL KOLEKSI

Penentuan daerah resapan berdasarkan interpretasi data isotop stabil dan kelurusan struktur geologi di lapangan panasbumi "DS", Pulau Ambon, Provinsi Maluku


Oleh : Desta Sukma Atmadya

Info Katalog

Nomor Panggil : 896/TG/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Fajar Hendrasto

Pembimbing 2 : Miman Afiff

Subyek : Geothermal;Geological structure;Geological engineering

Kata Kunci : geothermal, recharge area, stable isotope, fault fracture density (FFD), geochemistry


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_GL_072001300038_Halaman-judul.pdf 3758.07
2. 2018_TA_GL_072001300038_Bab-1.pdf 1371.33
3. 2018_TA_GL_072001300038_Bab-2.pdf 1707.21
4. 2018_TA_GL_072001300038_Bab-3.pdf 2650.77
5. 2018_TA_GL_072001300038_Bab-4.pdf 4454.8
6. 2018_TA_GL_072001300038_Bab-5.pdf 867.26
7. 2018_TA_GL_072001300038_Daftar-Pustaka.pdf 1023.48
8. 2018_TA_GL_072001300038_Lampiran.pdf 2506.85

L Lapangan Panasbumi ‘DS’ merupakan lapangan panasbumi yang berada di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Maksud utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis data-data yang telah dihasilkan dari eksplorasi dilapangan panasbumi ‘DS’ yang mencakup geologi, geokimia, dan karakteristiksistem panasbumi daerah tersebut, yaitu tipe airnya, zona upflow, zona outflow, dan daerah imbuhan atau (recharge area). Mata air panas yang muncul ke permukaan memiliki tipe air klorida dan bikarbonat. Lapangan ini didominasi oleh litologibatugamping, dan batuan piroklastik. Interpretasi data isotop stabil (δ18O dan δ2H) memberikan informasi untuk penentuan daerah resapan mata air panas, serta pergerakan dan penyebaran fluida. Interpretasi tersebut menunjukkan bahwa fluidasistem panasbumi lapangan panasbumi ‘DS’ berasal dari air meteorik danmemperlihatkan terdapatnya dua daerah resapan, yaitu: daerah resapan untuk mataairpanas dengan pengaruh air permukaan kecil dan daerah resapan untuk mataair panasdengan pengaruh air permukaan besar. Infiltrasi air meteorik untuk mataair panasdengan pengaruh air permukaan kecil terjadi pada kisaran elevasi antara 0 m hingga75 m di atas permukaan laut (dpl) dan untuk mataair panas dengan pengaruh airpermukaan besar terjadi pada kisaran elevasi antara 0 m hingga 142 m di ataspermukaan laut (dpl). Litologi batuan yang lebih permeabel pada kisaran elevasitersebut diperkirakan terletak di bagian tengah dan tenggara daerah penelitian. Halini juga didukung dengan hasil analisis kelurusan struktur geologi menggunakanmetode Fault and Fracture Density (FFD) yang menunjukkan terdapat dua zona.Zona tersebut diperkirakan efektif sebagai daerah resapan untuk mataair panas dilapangan panasbumi ‘DS’.

D DS’ field is a geothermal field located on Central Maluku District, Maluku Province. The main purpose of this research is to analyze the data that has been generated from the exploration in ‘DS’ geothermal field covering geology,geochemistry, and features of the region’s geothermal system, that’s water type, upflowzone, outflow zone, and recharge area. Hot springs that come to the surface have a water type chloride and bicarbonate. This field is dominated by limestone lithology andpyroclastic rocks. The interpretation of stable isotope data (δ18O and δ2H) provides some information to determine recharge area, movement and distribution of fluid that infiltrates. This interpretation shows that ‘DS’ geothermal fluid system originates from meteoric water, and there are two recharge areas, namely: recharge area for hot springwith small surface water influences and recharge area for hot spring with large surface water influences. Infiltration of meteoric water for hot spring with the small surface water influence occur in elevation range of 0 m to 75 m above sea level (asl) and for hotspring with large surface water influences occur in elevation range of 0 m to 142 m above sea level (asl). More permeable lithology in the elevation range estimated to liein the central and southeast of the research area. It is also supported by the results of geologycal structure lineament analysis using Fault and Fracture Density (FFD)method, which shows that there are two zones. The zone is estimated effective as are charge area for hot spring in the “DS” geothermal field.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?